ORBIT-NEWS.COM, PATI — Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Pantai Utara Jawa Tengah memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Jepara, Kudus, dan Pati. Meski demikian, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah belum menetapkan status darurat bencana karena penanganan di lapangan dinilai masih dapat dikendalikan.
Baca juga: Cuaca Ekstrem Ancaman Gagal Panen, Gubernur Jateng Dorong Pengajuan Asuransi Pertanian
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, seluruh perangkat penanggulangan bencana masih mampu bergerak cepat merespons dampak yang ditimbulkan. Hal tersebut disampaikannya saat meninjau lokasi banjir di Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Selasa (13/1/2026).
“Untuk saat ini belum ada penetapan status darurat bencana. Namun kesiapsiagaan tetap kami tingkatkan apabila terjadi eskalasi yang lebih berat,” ujar Luthfi.
Dalam kunjungan lapangan tersebut, Gubernur didampingi Bupati Pati Sudewo, Wakil Bupati Ardhi Chandra, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), serta unsur TNI dan Polri. Peninjauan dilakukan untuk memastikan penanganan darurat dan distribusi bantuan berjalan optimal.
Berdasarkan data sementara, banjir di Kabupaten Pati merendam 59 desa yang tersebar di 15 kecamatan. Dampaknya, satu rumah mengalami rusak berat, lima rumah rusak sedang, serta 15 titik talud dan akses jalan mengalami kerusakan. Satu fasilitas umum berupa musala juga terdampak banjir. Selain itu, sebanyak 15 kepala keluarga atau 46 jiwa sempat mengungsi ke Balai Desa Doropayung.
Baca juga: Boyolali Jadi Incaran Investor China, Proyek Air Minum Rp160 Miliar Segera Digarap
Tak hanya banjir, bencana tanah longsor juga terjadi di wilayah Pati. Longsor tercatat melanda 10 desa di tiga kecamatan dengan total sekitar 121 titik kejadian. Akibatnya, 20 rumah terdampak, sekitar 80 kepala keluarga atau 264 warga terkena dampak langsung, dan satu orang dilaporkan meninggal dunia.
Gubernur memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi. Pemerintah daerah, kata dia, menyalurkan bantuan berupa logistik pangan, layanan kesehatan, hingga persiapan obat-obatan agar aktivitas warga, termasuk kegiatan belajar anak-anak, tidak terganggu.
Baca juga: Kolaborasi Daerah Tangani Bencana, Sleman Bantu Warga Terdampak Longsor Banjarnegara
“Kita pastikan masyarakat tertangani dengan baik. Bantuan kebutuhan pokok terus disalurkan agar roda kehidupan tetap berjalan,” jelasnya.
Penyaluran bantuan tersebut dilakukan secara terpadu dengan melibatkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Palang Merah Indonesia (PMI), serta pemerintah kabupaten setempat guna mempercepat dan meratakan distribusi.
Baca juga: BPBD Rembang Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Puncak Musim Hujan
Ahmad Luthfi juga menyoroti kondisi di wilayah lain yang terdampak cukup parah, khususnya Kabupaten Jepara. Di daerah tersebut, longsor terjadi di banyak titik, termasuk di Desa Tempur yang sempat terisolasi akibat terputusnya akses jalan. Sementara di Kabupaten Kudus, banjir juga merendam sejumlah kawasan dengan dampak yang cukup luas.
“Secara umum, seluruh kabupaten dan kota sudah menyiapkan sarana dan prasarana penanganan bencana. Koordinasi antara pemerintah daerah, OPD, TNI, dan Polri masih berjalan efektif,” ungkapnya.
Baca juga: Jateng Sudah Miliki 14 Sekolah Rakyat
Terkait opsi rekayasa cuaca, Gubernur menyebut langkah tersebut belum direncanakan dalam waktu dekat karena memerlukan koordinasi dan persetujuan dari pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Untuk rekayasa cuaca, kewenangannya ada di pusat. Kita harus melaporkan dan berkoordinasi terlebih dahulu,” pungkasnya.