ORBIT-NEWS.COM, REMBANG — Memasuki puncak musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang memperkuat kesiapsiagaan guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi. Seluruh logistik dan peralatan kedaruratan dipastikan dalam kondisi aman serta siap digunakan kapan saja.
Langkah tersebut dilakukan menyusul prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menetapkan Januari sebagai periode dengan intensitas hujan tertinggi. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya banjir, tanah longsor, hingga cuaca ekstrem di sejumlah wilayah rawan.
Baca juga: Cuaca Ekstrem Ancaman Gagal Panen, Gubernur Jateng Dorong Pengajuan Asuransi Pertanian
Kepala BPBD Kabupaten Rembang, Sri Jarwati, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiagakan personel selama 24 jam penuh, didukung dengan kesiapan logistik dan sarana pendukung penanggulangan bencana.
“BMKG telah mengeluarkan peringatan dini hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat. Oleh karena itu, kami memastikan seluruh sumber daya kebencanaan dalam kondisi siap pakai,” kata Sri Jarwati.
Menurutnya, hingga saat ini ketersediaan logistik darurat masih mencukupi, mencakup kebutuhan sandang, pangan, serta perlengkapan dasar bagi warga terdampak. Selain itu, peralatan evakuasi dan tenda pengungsian juga telah disiapkan untuk menghadapi kemungkinan terburuk.
“Stok logistik masih aman dan peralatan kedaruratan, termasuk tenda-tenda pengungsian, siap digunakan jika sewaktu-waktu diperlukan,” ujarnya.
Baca juga: Boyolali Jadi Incaran Investor China, Proyek Air Minum Rp160 Miliar Segera Digarap
Untuk memperkuat kapasitas penanganan, BPBD Rembang juga telah menjalin koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Dukungan tambahan dari provinsi siap dimobilisasi apabila terjadi peningkatan kebutuhan di lapangan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan provinsi. Jika situasi membutuhkan, bantuan tambahan bisa segera kami ambil untuk memperkuat stok yang ada,” tambahnya.
Tidak hanya itu, BPBD juga memperkuat sinergi lintas sektor dengan pemerintah desa, relawan kebencanaan, serta organisasi perangkat daerah terkait. Pola koordinasi ini diharapkan mampu mempercepat respons dan pelayanan kepada masyarakat saat terjadi bencana.
“Seluruh personel kami siagakan 24 jam. Semua unsur sudah kami persiapkan agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal,” tegas Sri Jarwati.
Baca juga: Kolaborasi Daerah Tangani Bencana, Sleman Bantu Warga Terdampak Longsor Banjarnegara
Sebelumnya, BPBD Kabupaten Rembang telah menangani sejumlah kejadian bencana hidrometeorologi selama periode 8 hingga 11 Januari 2026. Seluruh penanganan tersebut telah dilaporkan secara resmi kepada Bupati dan Wakil Bupati Rembang melalui nota dinas. BPBD pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya warga yang bermukim di daerah bantaran sungai dan kawasan rawan longsor. Warga diminta segera melapor apabila terjadi kondisi darurat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Belum ada komentar.
Orbit-News.com membuka ruang bagi suara publik melalui rubrik Orbit Vox. Di sini, setiap pembaca dapat menyampaikan aspirasi, kritik, gagasan, maupun laporan terkait berbagai persoalan sosial yang terjadi di sekitar mereka. Kami percaya, partisipasi masyarakat adalah kunci untuk menghadirkan informasi yang lebih jernih, berimbang, dan bermanfaat bagi semua.