ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Polri memperkuat peran kemanusiaannya dalam penanganan pascabencana di wilayah Sumatra dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan air bersih. Melalui program pembangunan sumur bor, Polri menargetkan pembangunan di ratusan lokasi terdampak bencana alam yang tersebar di tiga provinsi.
Hingga awal Januari ini, dari total rencana 569 titik sumur bor, sebanyak 249 titik telah berhasil dibangun. Dari jumlah tersebut, 236 titik sudah beroperasi dan dimanfaatkan masyarakat, sementara 13 titik lainnya masih dalam tahap pengerjaan. Program ini menjadi bagian dari strategi pemulihan jangka menengah Polri untuk membantu warga kembali beraktivitas secara normal setelah bencana.
Baca juga: Kementan Gerak Cepat Pulihkan Sektor Pertanian Terdampak Banjir
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menjelaskan bahwa ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan mendesak yang kerap terganggu pascabencana, baik akibat kerusakan infrastruktur maupun pencemaran sumber air.
“Air bersih adalah kebutuhan paling mendasar. Karena itu, Polri hadir tidak hanya dalam aspek pengamanan, tetapi juga dalam upaya konkret membantu masyarakat bertahan dan bangkit kembali,” ujar Trunoyudo.
Baca juga: Menaker Dorong Sertifikasi Profesi Lebih Inklusif, Murah, dan Menjangkau Penyandang Disabilitas
Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan target pembangunan terbanyak. Dari rencana 389 titik, sebanyak 171 titik telah terealisasi, dengan 167 di antaranya sudah aktif. Kabupaten Aceh Tamiang mencatat realisasi tertinggi, yakni 132 titik sumur bor aktif dari target khusus 300 titik. Selain itu, pembangunan juga dilakukan di berbagai daerah lain seperti Aceh Utara, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tengah, hingga Singkil.
Di Sumatera Utara, program ini telah rampung sepenuhnya. Seluruh 30 titik sumur bor yang direncanakan di Kabupaten Langkat, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Tengah kini telah berfungsi dan digunakan masyarakat setempat.
Baca juga: Dirjen Haji Tegaskan PPIH Harus Hadir Nyata, Layanan Jemaah Jadi Ukuran Keberhasilan
Sementara di Sumatera Barat, pembangunan masih terus berjalan. Dari target 150 titik, sebanyak 48 titik telah terealisasi. Sebagian besar sudah aktif, sementara beberapa lainnya masih dalam proses penyelesaian. Lokasi pembangunan mencakup wilayah Agam, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, serta sejumlah kota seperti Padang Panjang, Bukittinggi, dan Solok.
Polri memastikan percepatan pembangunan di lokasi yang belum rampung terus dilakukan melalui koordinasi lintas sektor dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait. Program ini diharapkan tidak hanya menjawab kebutuhan darurat, tetapi juga memberi dampak jangka panjang bagi ketahanan air bersih masyarakat.
“Sumur bor ini kami harapkan menjadi solusi berkelanjutan dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga, khususnya di daerah-daerah yang paling terdampak bencana,” tutup Trunoyudo.