Pertamina–MIND ID Pacu Energi Alternatif Berbasis Batu Bara, Targetkan Substitusi Impor LPG

Nasional
By Ariyani  —  On Jan 10, 2026
Caption Foto : PT Pertamina (Persero) bersama Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID resmi memperkuat kerja sama strategis untuk mengembangkan energi alternatif berbasis batu bara. (Foto : Dok. Pertamina).

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Upaya Indonesia mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi nasional memasuki babak baru. PT Pertamina (Persero) bersama Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID resmi memperkuat kerja sama strategis untuk mengembangkan energi alternatif berbasis batu bara, sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Kolaborasi ini diarahkan pada percepatan hilirisasi batu bara melalui teknologi gasifikasi, yang mengubah batu bara menjadi Synthetic Natural Gas (SNG). Produk tersebut kemudian diproses lebih lanjut menjadi Dimethyl Ether (DME), bahan bakar yang diproyeksikan sebagai pengganti LPG yang selama ini masih bergantung pada impor. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama strategis yang disaksikan Chief Technology Officer (CTO) BPI Danantara, Sigit Puji Santoso. Inisiatif ini menegaskan peran aktif sinergi BUMN sektor energi dan pertambangan dalam mendukung agenda hilirisasi dan industrialisasi nasional.

Baca juga: Kementan Gerak Cepat Pulihkan Sektor Pertanian Terdampak Banjir

CTO Danantara Indonesia, Sigit P. Santosa, menilai kolaborasi Pertamina dan MIND ID mencerminkan pendekatan terpadu dalam membangun sistem energi nasional yang berkelanjutan. Menurutnya, diversifikasi energi menjadi kebutuhan mendesak bagi Indonesia sebagai negara dengan skala ekonomi besar dan pertumbuhan konsumsi energi yang terus meningkat.

“Sinergi antar-BUMN strategis sangat penting untuk memperkuat fondasi energi nasional. Hilirisasi berbasis teknologi memungkinkan pemanfaatan sumber daya dalam negeri secara optimal sekaligus menciptakan sistem energi yang lebih efisien dan berorientasi jangka panjang,” ujarnya.

Baca juga: Menaker Dorong Sertifikasi Profesi Lebih Inklusif, Murah, dan Menjangkau Penyandang Disabilitas

Dalam skema kerja sama ini, Pertamina berperan sebagai offtaker sekaligus pengelola infrastruktur distribusi. Dengan jaringan logistik energi yang tersebar di seluruh Indonesia, Pertamina memastikan produk hilirisasi seperti DME, SNG, dan metanol dapat terserap pasar dan disalurkan ke masyarakat maupun sektor industri sebagai pengganti energi impor.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menyebut kerja sama tersebut sebagai langkah strategis menuju kedaulatan energi nasional. Ia menegaskan, optimalisasi infrastruktur Pertamina akan menjadi kunci keberhasilan hilirisasi batu bara menjadi energi alternatif yang terjangkau.

Baca juga: Dirjen Haji Tegaskan PPIH Harus Hadir Nyata, Layanan Jemaah Jadi Ukuran Keberhasilan

“Ini bukan sekadar proyek bisnis, tetapi bagian dari strategi nasional untuk mengurangi ketergantungan impor LPG dan memastikan pasokan energi yang aman dan berkelanjutan bagi masyarakat,” kata Simon.

Sementara itu, Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menekankan bahwa pengembangan coal to DME dan coal to SNG merupakan bagian dari penguatan struktur industri nasional. Menurutnya, hilirisasi tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi yang luas.

Baca juga: Muhammadiyah–UMY Resmikan Palestine Center for Global Peace, Perkuat Diplomasi Akademik untuk Perdamaian Dunia

“Pengembangan rantai nilai batu bara dan energi di dalam negeri akan meningkatkan daya saing nasional, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat ketahanan energi Indonesia dalam jangka panjang,” ujarnya.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, konsumsi LPG nasional diperkirakan mencapai 10 juta metrik ton pada 2026. Namun, produksi dalam negeri saat ini baru mampu memenuhi sekitar 1,3–1,4 juta metrik ton, sehingga sebagian besar kebutuhan masih dipenuhi melalui impor.

Baca juga: “Lapor Pak Amran” Bongkar Mafia Pupuk hingga Pangan Ilegal

Melalui sinergi Pertamina dan MIND ID, pemanfaatan teknologi coal to DME dan coal to SNG diharapkan menjadi solusi konkret untuk menutup defisit tersebut dengan mengandalkan kekayaan sumber daya domestik. Langkah ini sekaligus memperkuat fondasi ketahanan dan kemandirian energi Indonesia di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Baca juga: Menkes Dorong Kemandirian Industri Kesehatan untuk Hadapi Krisis Global

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Orbit-News.com membuka ruang bagi suara publik melalui rubrik Orbit Vox. Di sini, setiap pembaca dapat menyampaikan aspirasi, kritik, gagasan, maupun laporan terkait berbagai persoalan sosial yang terjadi di sekitar mereka. Kami percaya, partisipasi masyarakat adalah kunci untuk menghadirkan informasi yang lebih jernih, berimbang, dan bermanfaat bagi semua.

Belum ada data Orbit Vox.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: