Menag Dorong Masjid Jadi Pusat Pemberdayaan dan Kemanusiaan

Nasional
By Ariyani  —  On Jan 14, 2026
Caption Foto : Menteri Agama Nasaruddin Umar. (Foto : Dok. Kemenag).

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya reposisi peran masjid agar tidak semata-mata menjadi ruang ibadah ritual, tetapi berkembang sebagai pusat pemberdayaan umat dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan. Masjid, menurutnya, harus hadir sebagai ruang bersama yang menyatukan seluruh lapisan masyarakat dalam semangat inklusivitas dan kepedulian sosial.

Penegasan tersebut disampaikan Menag saat menghadiri Amaliah Astra Awards 2025 yang digelar Yayasan Amaliah Astra (YAA) di Astra Tower, Jakarta, Rabu (14/1/2025). Ajang ini menjadi wujud apresiasi terhadap pengelolaan masjid dan musala yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi jamaah dan lingkungan sekitar.

Baca juga: Kementan Gerak Cepat Pulihkan Sektor Pertanian Terdampak Banjir

Dalam sambutannya, Nasaruddin Umar mengapresiasi konsistensi Yayasan Astra dalam mendorong tata kelola masjid yang progresif dan berdampak sosial. Ia menilai inisiatif tersebut layak menjadi contoh lintas sektor, termasuk bagi lembaga pemerintah, dalam membangun kehidupan keagamaan yang produktif dan relevan dengan tantangan zaman.

Menag menuturkan bahwa sejak era Rasulullah SAW, masjid telah memainkan peran multidimensi dalam kehidupan masyarakat. Masjid Nabi di Madinah, kata dia, bukan hanya tempat shalat, tetapi juga pusat pendidikan, pelayanan sosial, musyawarah, hingga pengambilan keputusan penting. Bahkan, porsi penggunaan masjid untuk ibadah ritual hanya sebagian kecil dibandingkan fungsi sosial dan kemasyarakatan yang dijalankannya.

Baca juga: Menaker Dorong Sertifikasi Profesi Lebih Inklusif, Murah, dan Menjangkau Penyandang Disabilitas

“Masjid adalah titik temu antara manusia dengan Tuhannya. Dari sanalah berbagai persoalan hidup seharusnya diselesaikan. Ketika masalah dihadapi di tempat yang sakral, beban terasa lebih ringan,” ujarnya.

Lebih jauh, Menag menjelaskan bahwa masjid pada masa awal Islam juga berfungsi sebagai pusat informasi, lembaga peradilan, sekretariat pemerintahan, hingga ruang dialog lintas komunitas. Nilai tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa masjid sejatinya merupakan simbol kemanusiaan yang terbuka dan merangkul siapa pun.

Baca juga: Dirjen Haji Tegaskan PPIH Harus Hadir Nyata, Layanan Jemaah Jadi Ukuran Keberhasilan

Karena itu, Nasaruddin Umar mendorong agar pengelolaan masjid ke depan tidak berhenti pada aspek fisik dan ritual, tetapi turut berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan dan penguatan ekonomi umat. Optimalisasi zakat dan wakaf yang kini telah difasilitasi negara dinilai menjadi instrumen penting agar dana keagamaan bersifat produktif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Astra, Boy Kelana Soebroto, mengungkapkan bahwa Amaliah Astra Awards 2025 diikuti oleh 537 masjid dan musala, meningkat sekitar 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan tumbuhnya kesadaran para pengelola masjid untuk menghadirkan program yang tidak hanya memakmurkan tempat ibadah, tetapi juga memberi dampak sosial yang luas.

Baca juga: Muhammadiyah–UMY Resmikan Palestine Center for Global Peace, Perkuat Diplomasi Akademik untuk Perdamaian Dunia

Ketua Pembina Yayasan Astra, Gita Tiffany Boer, menambahkan bahwa pembinaan masjid di lingkungan Astra diarahkan agar masjid mampu menjadi sumber inspirasi, ketenangan, dan keseimbangan spiritual di tengah dinamika kehidupan modern.

Baca juga: “Lapor Pak Amran” Bongkar Mafia Pupuk hingga Pangan Ilegal

Selama lima tahun pelaksanaannya, termasuk pada masa pandemi Covid-19 melalui format daring, Amaliah Astra Awards dinilai menjadi praktik baik kolaborasi dunia usaha dalam memperkuat peran masjid sebagai pusat pembinaan umat yang inklusif, adaptif, dan berorientasi masa depan.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Orbit-News.com membuka ruang bagi suara publik melalui rubrik Orbit Vox. Di sini, setiap pembaca dapat menyampaikan aspirasi, kritik, gagasan, maupun laporan terkait berbagai persoalan sosial yang terjadi di sekitar mereka. Kami percaya, partisipasi masyarakat adalah kunci untuk menghadirkan informasi yang lebih jernih, berimbang, dan bermanfaat bagi semua.

Belum ada data Orbit Vox.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: