ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Upaya berkelanjutan Klinik Pratama Soedirman dalam mengembangkan layanan kesehatan berbasis teknologi berbuah pengakuan nasional. Klinik yang berstatus sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) ini berhasil meraih Penghargaan Transformasi Digital BPJS Kesehatan Tahun 2025, sebuah apresiasi bergengsi atas konsistensi dalam mengimplementasikan sistem layanan digital di sektor kesehatan.
Baca juga: Waspada! Ini 8 Aktivitas yang Harus Dihindari Penderita Penyakit Jantung
Penghargaan tersebut diberikan oleh BPJS Kesehatan sebagai bentuk evaluasi terhadap kesiapan dan komitmen FKTP dalam mendukung transformasi layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Klinik Pratama Soedirman dinilai unggul dalam penerapan sejumlah inovasi digital, mulai dari integrasi aplikasi P-Care, sistem Antrean Online, hingga pemanfaatan I-CARE yang memungkinkan pelayanan lebih cepat, transparan, dan terintegrasi. Sertifikat penghargaan ditandatangani Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Edwin Aristiawan.
Penilaian penghargaan transformasi digital ini dilakukan secara nasional dan menjadi agenda tahunan BPJS Kesehatan. Khusus di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Purwokerto yang mencakup Kabupaten Banyumas, Cilacap, dan Purbalingga, sebanyak 341 fasilitas kesehatan turut serta dalam proses evaluasi. Dari ratusan peserta tersebut, hanya 23 fasilitas kesehatan yang dinyatakan memenuhi standar dan berhak menerima penghargaan.
Baca juga: Kasus Kanker Anak Masih Tinggi, RSUP Sardjito dan Pemkab Cilacap Perkuat Deteksi Dini
Kepala Badan Pengembangan Usaha (BPU) Universitas Jenderal Soedirman, Dr. Adi Indrayanto, MSc, menilai pencapaian ini mencerminkan keseriusan institusi dalam membangun layanan kesehatan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Menurutnya, transformasi digital bukan sekadar tuntutan zaman, melainkan kebutuhan mendasar untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan. Ia menegaskan bahwa BPU Universitas Jenderal Soedirman akan terus mendukung penguatan tata kelola klinik, inovasi pelayanan, serta optimalisasi teknologi demi menghadirkan layanan kesehatan yang profesional, efisien, dan berkelanjutan.
Baca juga: Benarkah Asam Urat Bisa Dideteksi dari Jari? Ini Fakta Medis yang Perlu Diketahui
Sementara itu, Koordinator Unit Layanan Kesehatan Klinik Pratama Soedirman, dr. Madya Wicaksono, menyebut penghargaan ini sebagai hasil kerja bersama seluruh elemen klinik, baik tenaga medis maupun tenaga kesehatan pendukung.
Ia menjelaskan bahwa penerapan sistem P-Care, Antrean Online, dan I-CARE dilakukan secara konsisten untuk mempersingkat waktu tunggu pasien, meningkatkan akurasi layanan, serta memberikan kenyamanan lebih bagi peserta JKN. Keberhasilan ini, lanjutnya, menjadi pemacu semangat bagi seluruh tim untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.
Baca juga: Pemeriksaan Asam Urat Secara Medis, Ini Pilihan Tes Darah dan Urine yang Perlu Diketahui
Dengan capaian tersebut, Klinik Pratama Soedirman diharapkan mampu menjadi contoh bagi FKTP lain dalam mengadopsi transformasi digital, sekaligus berkontribusi nyata dalam mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan nasional yang lebih modern dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.