Jateng Sudah Miliki 14 Sekolah Rakyat

Daerah Pendidikan
By Vivin  —  On Jan 13, 2026
Caption Foto ; Salah satu sekolah rakyat di Jawa Tengah yang berada di Kabupaten Temanggung. (Foto : Dok. Kominfo Jateng).

ORBIT-NEWS.COM, SEMARANG - Jawa Tengah kini telah memiliki 14 Sekolah Rakyat yang tersebar di 13 kabupaten dan kota. Program pendidikan berasrama ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin sekaligus memutus mata rantai kemiskinan di daerah.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Imam Maskur menyampaikan, 14 Sekolah Rakyat di Jawa Tengah merupakan sekolah rintisan yang sudah mulai beroperasi sejak pertengahan 2025. Hingga kini, total sebanyak 1.275 anak telah mengikuti pendidikan di sekolah tersebut, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

Baca juga: Cuaca Ekstrem Ancaman Gagal Panen, Gubernur Jateng Dorong Pengajuan Asuransi Pertanian

“Seluruh siswa tinggal di asrama dan alhamdulillah mereka bisa beradaptasi dengan baik,” ujar Imam.

Sekolah-sekolah tersebut tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Pati, Banyumas, Temanggung, Wonosobo, Sragen, Jepara, Banjarnegara, Kebumen, Blora, Kabupaten Magelang, Surakarta, serta Kota Semarang. Kehadiran Sekolah Rakyat di daerah-daerah tersebut memberikan kesempatan belajar bagi anak-anak yang sebelumnya terkendala kondisi ekonomi keluarga.

Baca juga: Mahasiswa PGSD UMP Tembus Program Internasional SEA Teacher

Pemprov Jawa Tengah tidak berhenti pada capaian tersebut. Pada 2026, pemerintah daerah berencana menambah Sekolah Rakyat baru melalui kolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kota. Setidaknya empat daerah, yakni Cilacap, Brebes, Sukoharjo, dan Rembang, disiapkan untuk membuka Sekolah Rakyat yang akan mulai menerima peserta didik pada tahun ajaran 2026/2027.

Lebih jauh, Imam menjelaskan bahwa program Sekolah Rakyat dirancang sebagai program terpadu. Selain menyekolahkan anak-anak dari keluarga miskin desil 1 dan 2, pemerintah juga melakukan intervensi terhadap kondisi sosial ekonomi keluarga siswa.

Baca juga: Pejalan Kaki Tertemper KA Bengawan di Jalur Karangsari–Patuguran, KAI Kembali Ingatkan Bahaya Aktivitas di Rel

“Jika rumah keluarga siswa tidak layak, akan diperbaiki. Jika belum memiliki listrik, air bersih, atau jamban, akan difasilitasi. Kami juga memberikan bantuan usaha ekonomi produktif agar keluarga bisa mandiri,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, program ini sangat relevan untuk menurunkan angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah.

Baca juga: Boyolali Jadi Incaran Investor China, Proyek Air Minum Rp160 Miliar Segera Digarap

“Di satu sisi kita mengurangi kemiskinan ekstrem, di sisi lain kita menyiapkan sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi. Ini sejalan dengan kebutuhan investasi padat karya di Jawa Tengah,” kata Luthfi.

Baca juga: UIN Saizu–Kedubes Thailand Rancang Pembinaan Mahasiswa hingga Jaringan Karier Global

Ia juga menekankan pentingnya sistem boarding school dalam pembentukan karakter siswa. Pendidikan berasrama dinilai efektif dalam menanamkan kedisiplinan, kemandirian, serta pembentukan mental dan perilaku sebagai bekal masa depan anak-anak.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Orbit-News.com membuka ruang bagi suara publik melalui rubrik Orbit Vox. Di sini, setiap pembaca dapat menyampaikan aspirasi, kritik, gagasan, maupun laporan terkait berbagai persoalan sosial yang terjadi di sekitar mereka. Kami percaya, partisipasi masyarakat adalah kunci untuk menghadirkan informasi yang lebih jernih, berimbang, dan bermanfaat bagi semua.

Belum ada data Orbit Vox.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: