ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Haji dan Umroh melakukan terobosan baru dalam menyiapkan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 2026. Pola Pelatihan dan Pendidikan (Diklat) yang selama ini didominasi kelas besar, kini dirombak dengan pendekatan yang lebih teknis, mendalam, dan berorientasi langsung pada kebutuhan layanan jemaah.
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kementerian Haji dan Umroh, Puji Raharjo, mengungkapkan bahwa diklat tahun ini menitikberatkan pada penguatan Tugas dan Fungsi (Tusi) layanan. Setiap peserta akan lebih banyak mengikuti kelas tematik sesuai bidangnya, sehingga kompetensi yang dibangun benar-benar aplikatif saat bertugas di Arab Saudi.
“Model pelatihan kami ubah agar petugas tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap menghadapi situasi riil di lapangan. Durasi pelatihan diperpanjang dan pengelolaan kelas dibuat lebih terfokus,” kata Puji Raharjo.
Baca juga: Kementan Gerak Cepat Pulihkan Sektor Pertanian Terdampak Banjir
Selain perubahan metode pembelajaran, aspek disiplin dan kesiapsiagaan peserta juga menjadi perhatian serius. Untuk memastikan ketertiban selama diklat, Kemenag menggandeng unsur TNI dan Polri dalam pengamanan dan pengawasan selama 24 jam penuh di setiap lokasi pelatihan.
Puji Raharjo menegaskan, pelatihan dengan waktu yang cukup panjang menuntut kesiapan fisik dan mental peserta. Karena itu, pengaturan pola istirahat serta pemantauan kesehatan menjadi bagian penting dari sistem pelatihan baru ini.
Baca juga: Menaker Dorong Sertifikasi Profesi Lebih Inklusif, Murah, dan Menjangkau Penyandang Disabilitas
“Petugas haji harus kuat secara fisik dan mental. Pengaturan jam istirahat tidak boleh diabaikan agar peserta tetap prima selama mengikuti diklat,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, ditargetkan seluruh calon petugas memiliki mental melayani yang seragam, pemahaman mendasar tentang penyelenggaraan haji, penguasaan fikih haji, serta kemampuan komunikasi dasar dalam bahasa Arab.
Baca juga: Dirjen Haji Tegaskan PPIH Harus Hadir Nyata, Layanan Jemaah Jadi Ukuran Keberhasilan
Calon Petugas Haji 2026
Di sisi lain, Direktur Bina Petugas Haji Reguler, Chandra Sulistio Reksoprdjo, menyampaikan bahwa total peserta calon petugas haji tahun 2026 mencapai 1.554 orang. Jumlah tersebut akan melalui proses pembinaan intensif dengan pendampingan fasilitator yang memiliki peran strategis.
Menurut Chandra, fasilitator bukan sekadar pengajar, melainkan figur teladan yang membentuk karakter pelayanan peserta diklat. “Fasilitator harus mampu menanamkan nilai-nilai pelayanan, sekaligus membimbing peserta memahami alur dan lokasi layanan haji secara tepat,” jelasnya.
Tak hanya itu, peningkatan kemampuan bahasa Arab juga menjadi fokus penting. Kemenag menyiapkan sembilan pengajar khusus untuk memberikan pembekalan bahasa Arab praktis, guna menunjang komunikasi petugas dengan jemaah maupun otoritas setempat di Arab Saudi.
Baca juga: “Lapor Pak Amran” Bongkar Mafia Pupuk hingga Pangan Ilegal
Diklat PPIH Arab Saudi Tahun 1447 H/2026 M dijadwalkan berlangsung selama empat pekan. Pelatihan tatap muka akan digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, pada 10–30 Januari 2026, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan daring pada awal Februari hingga 9 Februari 2026.