Diklat PPIH Arab Saudi 2026 Berubah Total, Fokus Layanan Lapangan dan Disiplin Petugas

Nasional
By Ariyani  —  On Jan 11, 2026
Caption Foto : Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Puji Raharjo. (Foto : Dok.Kementerian Haji dan Umroh).

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Haji dan Umroh melakukan terobosan baru dalam menyiapkan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 2026. Pola Pelatihan dan Pendidikan (Diklat) yang selama ini didominasi kelas besar, kini dirombak dengan pendekatan yang lebih teknis, mendalam, dan berorientasi langsung pada kebutuhan layanan jemaah.

Baca juga: Isra Mikraj Kenegaraan di Istiqlal: Menag Gaungkan Ekoteologi, Ajak Umat Jadikan Iman sebagai Fondasi Pelestarian Alam

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kementerian Haji dan Umroh, Puji Raharjo, mengungkapkan bahwa diklat tahun ini menitikberatkan pada penguatan Tugas dan Fungsi (Tusi) layanan. Setiap peserta akan lebih banyak mengikuti kelas tematik sesuai bidangnya, sehingga kompetensi yang dibangun benar-benar aplikatif saat bertugas di Arab Saudi.

“Model pelatihan kami ubah agar petugas tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap menghadapi situasi riil di lapangan. Durasi pelatihan diperpanjang dan pengelolaan kelas dibuat lebih terfokus,” kata Puji Raharjo.

Baca juga: Kementan Gerak Cepat Pulihkan Sektor Pertanian Terdampak Banjir

Selain perubahan metode pembelajaran, aspek disiplin dan kesiapsiagaan peserta juga menjadi perhatian serius. Untuk memastikan ketertiban selama diklat, Kemenag menggandeng unsur TNI dan Polri dalam pengamanan dan pengawasan selama 24 jam penuh di setiap lokasi pelatihan.

Puji Raharjo menegaskan, pelatihan dengan waktu yang cukup panjang menuntut kesiapan fisik dan mental peserta. Karena itu, pengaturan pola istirahat serta pemantauan kesehatan menjadi bagian penting dari sistem pelatihan baru ini.

Baca juga: Menaker Dorong Sertifikasi Profesi Lebih Inklusif, Murah, dan Menjangkau Penyandang Disabilitas

“Petugas haji harus kuat secara fisik dan mental. Pengaturan jam istirahat tidak boleh diabaikan agar peserta tetap prima selama mengikuti diklat,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, ditargetkan seluruh calon petugas memiliki mental melayani yang seragam, pemahaman mendasar tentang penyelenggaraan haji, penguasaan fikih haji, serta kemampuan komunikasi dasar dalam bahasa Arab.

Baca juga: Dirjen Haji Tegaskan PPIH Harus Hadir Nyata, Layanan Jemaah Jadi Ukuran Keberhasilan

Calon Petugas Haji 2026

Di sisi lain, Direktur Bina Petugas Haji Reguler, Chandra Sulistio Reksoprdjo, menyampaikan bahwa total peserta calon petugas haji tahun 2026 mencapai 1.554 orang. Jumlah tersebut akan melalui proses pembinaan intensif dengan pendampingan fasilitator yang memiliki peran strategis.

Baca juga: Muhammadiyah–UMY Resmikan Palestine Center for Global Peace, Perkuat Diplomasi Akademik untuk Perdamaian Dunia

Menurut Chandra, fasilitator bukan sekadar pengajar, melainkan figur teladan yang membentuk karakter pelayanan peserta diklat. “Fasilitator harus mampu menanamkan nilai-nilai pelayanan, sekaligus membimbing peserta memahami alur dan lokasi layanan haji secara tepat,” jelasnya.

Tak hanya itu, peningkatan kemampuan bahasa Arab juga menjadi fokus penting. Kemenag menyiapkan sembilan pengajar khusus untuk memberikan pembekalan bahasa Arab praktis, guna menunjang komunikasi petugas dengan jemaah maupun otoritas setempat di Arab Saudi.

Baca juga: “Lapor Pak Amran” Bongkar Mafia Pupuk hingga Pangan Ilegal

Diklat PPIH Arab Saudi Tahun 1447 H/2026 M dijadwalkan berlangsung selama empat pekan. Pelatihan tatap muka akan digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, pada 10–30 Januari 2026, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan daring pada awal Februari hingga 9 Februari 2026.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Orbit-News.com membuka ruang bagi suara publik melalui rubrik Orbit Vox. Di sini, setiap pembaca dapat menyampaikan aspirasi, kritik, gagasan, maupun laporan terkait berbagai persoalan sosial yang terjadi di sekitar mereka. Kami percaya, partisipasi masyarakat adalah kunci untuk menghadirkan informasi yang lebih jernih, berimbang, dan bermanfaat bagi semua.

Belum ada data Orbit Vox.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: