Banner Utama

Awal Tahun, Program Makan Bergizi Gratis Serap Anggaran Rp855 Miliar per Hari di Seluruh Indonesia

Nasional
By Ariyani  —  On Jan 10, 2026
Caption Foto : Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. (Foto ; Dok. BGN).

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah kembali menggulirkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara serentak di seluruh wilayah Indonesia mulai Januari 2026. Program nasional yang menyasar jutaan penerima manfaat ini menyerap anggaran negara dalam jumlah besar, yakni sekitar Rp855 miliar setiap hari, dan diproyeksikan terus meningkat dalam beberapa bulan ke depan.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa lonjakan anggaran tersebut sejalan dengan bertambahnya jumlah penerima manfaat MBG di berbagai daerah. Ia menyebut, pada pertengahan tahun ini, nilai belanja harian program diperkirakan melonjak hingga Rp1,2 triliun per hari.

Baca juga: Isra Mikraj Kenegaraan di Istiqlal: Menag Gaungkan Ekoteologi, Ajak Umat Jadikan Iman sebagai Fondasi Pelestarian Alam

“Mulai Januari ini, pendistribusian MBG dilakukan di seluruh Indonesia. Anggaran yang digunakan per hari mencapai sekitar Rp855 miliar dan akan terus meningkat. Pada Mei mendatang, nilainya diperkirakan mencapai Rp1,2 triliun per hari seiring bertambahnya penerima,” terangnya.

Dadan menjelaskan, sekitar 70 persen anggaran MBG dialokasikan untuk pembelian bahan baku pangan dari produk pertanian dan peternakan dalam negeri. Kebijakan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sektor riil, khususnya bagi petani dan peternak lokal.

Baca juga: Pariwisata Indonesia Tancap Gas Sepanjang 2025, Kunjungan Wisman dan Wisata Nusantara Melonjak

Salah satu komoditas dengan kebutuhan terbesar adalah telur ayam. Untuk menjamin pasokan yang stabil, BGN telah mengajukan usulan kepada Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional agar dilakukan penambahan populasi ayam petelur secara nasional.

“Untuk kebutuhan telur saja di tahun 2026, kami sudah menyampaikan kepada Menteri PPN agar disiapkan minimal enam juta ayam petelur baru. Itu berarti akan muncul setidaknya 1.500 peternak baru, sehingga kebutuhan telur bisa terpenuhi dan anak-anak mendapatkan telur dua kali dalam seminggu,” jelasnya.

Baca juga: Kapolri Beri Penghargaan dan Jalur Khusus bagi Atlet Peraih Medali SEA Games 2025

Selain telur, daging sapi juga menjadi komponen penting dalam menu MBG. Dadan memaparkan, skala kebutuhan daging sapi sangat besar. Untuk satu kali penyajian menu berbahan daging sapi, diperlukan satu ekor sapi untuk melayani dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Jika dalam satu hari menu daging sapi disajikan, maka dibutuhkan sekitar 19.000 ekor sapi dalam satu kali proses memasak secara nasional,” ungkapnya.

Baca juga: Kementan Gerak Cepat Pulihkan Sektor Pertanian Terdampak Banjir

Menurut Dadan, besarnya kebutuhan pangan tersebut menunjukkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berfungsi sebagai upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi nasional. Anggaran MBG disalurkan langsung ke seluruh SPPG yang tersebar di 38 provinsi, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan hingga ke tingkat daerah.

Baca juga: Menaker Dorong Sertifikasi Profesi Lebih Inklusif, Murah, dan Menjangkau Penyandang Disabilitas

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Orbit-News.com membuka ruang bagi suara publik melalui rubrik Orbit Vox. Di sini, setiap pembaca dapat menyampaikan aspirasi, kritik, gagasan, maupun laporan terkait berbagai persoalan sosial yang terjadi di sekitar mereka. Kami percaya, partisipasi masyarakat adalah kunci untuk menghadirkan informasi yang lebih jernih, berimbang, dan bermanfaat bagi semua.

Belum ada data Orbit Vox.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: