Banner Utama

Pariwisata Indonesia Tancap Gas Sepanjang 2025, Kunjungan Wisman dan Wisata Nusantara Melonjak

Nasional Wisata
By Ariyani  —  On Jan 16, 2026
Caption Foto ; Bandara Ngurah Rai, Bali dipadati wisatawan. (Foto : Dok. Kemenpar).

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Kinerja sektor pariwisata Indonesia sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren pemulihan yang solid sekaligus pertumbuhan yang berkelanjutan. Pemerintah mencatat lonjakan signifikan baik dari sisi kunjungan wisatawan mancanegara maupun pergerakan wisatawan nusantara, yang menjadi sinyal positif bagi penguatan ekonomi nasional.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan bahwa hingga November 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mencapai 13,98 juta kunjungan. Capaian tersebut tumbuh 10,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang tercatat sebesar 12,66 juta kunjungan.

Baca juga: Isra Mikraj Kenegaraan di Istiqlal: Menag Gaungkan Ekoteologi, Ajak Umat Jadikan Iman sebagai Fondasi Pelestarian Alam

“Angka ini menunjukkan bahwa kepercayaan wisatawan internasional terhadap Indonesia terus menguat. Pariwisata kita tidak hanya pulih, tetapi juga tumbuh secara konsisten,” ujar Widiyanti.

Dari sisi pasar utama, lima negara masih menjadi penyumbang terbesar kunjungan wisman, yakni Malaysia, Australia, Singapura, Tiongkok, dan Timor Leste. Kelima negara tersebut secara kumulatif berkontribusi lebih dari 56 persen dari total kunjungan wisatawan mancanegara pada November 2025.

Baca juga: Hutan Pinus Sawangan, Pelarian Sejuk dari Hiruk Pikuk Kota Purwokerto

Menurut Widiyanti, dominasi pasar regional ini menjadi kekuatan sekaligus tantangan. Di satu sisi, kedekatan geografis dan konektivitas yang baik menjadi modal utama. Namun di sisi lain, pemerintah perlu memperluas jangkauan pasar ke kawasan non-tradisional melalui promosi yang lebih agresif dan peningkatan kualitas layanan pariwisata.

“Kita terus memperkuat konektivitas, memperbaiki pengalaman wisatawan, dan mengembangkan strategi promosi yang lebih tepat sasaran agar pasar kita semakin beragam,” jelasnya.

Baca juga: Kapolri Beri Penghargaan dan Jalur Khusus bagi Atlet Peraih Medali SEA Games 2025

Dari aspek pintu masuk, pergerakan wisman masih terkonsentrasi di lima bandara utama, yakni Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Kualanamu Medan, serta Bandara Internasional Yogyakarta. Kelima bandara ini dinilai sebagai simpul strategis pariwisata internasional yang akan terus diperkuat dari sisi layanan, integrasi transportasi, hingga pengalaman kedatangan wisatawan.

Selain itu, selisih antara jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan perjalanan wisatawan nasional juga mengalami peningkatan signifikan. Pada periode Januari–November 2025, selisih tersebut mencapai 5,64 juta, naik dari 4,52 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi ini memperkuat neraca pariwisata dan berkontribusi langsung terhadap peningkatan devisa negara.

Baca juga: Kementan Gerak Cepat Pulihkan Sektor Pertanian Terdampak Banjir

Wisatawan Nusantara Jadi Tulang Punggung

Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menegaskan bahwa wisatawan nusantara tetap menjadi penopang utama sektor pariwisata nasional. Sepanjang Januari hingga November 2025, jumlah perjalanan wisatawan nusantara tercatat mencapai 1,09 miliar perjalanan, melampaui target nasional sebesar 1,08 miliar perjalanan.

Baca juga: Menaker Dorong Sertifikasi Profesi Lebih Inklusif, Murah, dan Menjangkau Penyandang Disabilitas

“Capaian ini membuktikan bahwa wisatawan domestik memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas pariwisata, terutama di tengah ketidakpastian global,” kata Ni Luh Puspa.

Meski demikian, ia mengakui masih adanya tantangan dalam pemerataan destinasi. Lebih dari 61 persen perjalanan wisatawan nusantara masih terpusat di lima provinsi di Pulau Jawa, yakni Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Banten.

Baca juga: Dirjen Haji Tegaskan PPIH Harus Hadir Nyata, Layanan Jemaah Jadi Ukuran Keberhasilan

Untuk mengatasi ketimpangan tersebut, Kementerian Pariwisata terus mendorong diversifikasi destinasi melalui pengembangan destinasi prioritas, destinasi regeneratif, serta penguatan desa wisata di luar Pulau Jawa agar manfaat ekonomi pariwisata dapat dirasakan lebih merata.

Lonjakan Pergerakan Wisata Saat Libur Nataru

Momentum libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 turut mempertegas tingginya minat masyarakat untuk berwisata. Berdasarkan data sementara Kementerian Perhubungan, pergerakan pelaku perjalanan pada periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 di 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan 3 Destinasi Regeneratif mencapai 11,81 juta perjalanan, atau tumbuh 10,95 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menyambut lonjakan tersebut, Kementerian Pariwisata mengambil sejumlah langkah strategis dan terkoordinasi, mulai dari penerbitan surat edaran kepada pemerintah daerah dan pelaku usaha pariwisata, penguatan modul CHSE dan kebencanaan, hingga koordinasi lintas kementerian guna memastikan keamanan, kenyamanan, dan keselamatan wisatawan.

“Kami juga memastikan kebijakan insentif transportasi, khususnya tiket angkutan udara, dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Ni Luh Puspa.

Di sisi promosi, pemerintah memperkuat penyediaan paket wisata tematik Natal dan Tahun Baru melalui berbagai kanal kampanye nasional, termasuk kampanye digital #DiIndonesiaAja serta pameran pariwisata seperti Bangga Berwisata di Indonesia Travel Fair dan Wonderful Indonesia Tourism Forum.

Kolaborasi lintas sektor juga diwujudkan melalui pelaksanaan program BINA (Belanja di Indonesia Aja) Indonesia Great Sale 2025. Selama masa libur Natal dan Tahun Baru, program ini berhasil mencatatkan nilai transaksi sekitar Rp31 triliun, memberikan dorongan nyata bagi pergerakan ekonomi nasional dan daerah.

“Dengan penguatan aspek keamanan, kenyamanan perjalanan, serta kualitas pengalaman wisata, kami berharap pariwisata Indonesia terus menjadi motor pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” tutup Ni Luh Puspa.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Orbit-News.com membuka ruang bagi suara publik melalui rubrik Orbit Vox. Di sini, setiap pembaca dapat menyampaikan aspirasi, kritik, gagasan, maupun laporan terkait berbagai persoalan sosial yang terjadi di sekitar mereka. Kami percaya, partisipasi masyarakat adalah kunci untuk menghadirkan informasi yang lebih jernih, berimbang, dan bermanfaat bagi semua.

Belum ada data Orbit Vox.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: