ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Pemerintah Kabupaten Banyumas memastikan layanan Trans Banyumas tetap beroperasi meski subsidi dari pemerintah pusat dihentikan. Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono menegaskan, keberlanjutan transportasi publik tersebut menjadi prioritas karena telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui layanan yang aman, nyaman, dan terjangkau.
Penegasan tersebut disampaikan Sadewo bertepatan dengan momentum HUT Kemerdekaan RI ke-81. Menurutnya, persoalan pembiayaan operasional tidak boleh menjadi alasan terhentinya pelayanan transportasi publik yang selama ini telah dimanfaatkan masyarakat Banyumas.
“Bertepatan dengan perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81 ini, saya kembali lagi tegaskan, bahwa Trans Banyumas tetap akan beroperasi, karena pelayanan kepada masyarakat tetap harus jalan, tentang bagaimana biaya operasionalnya, nanti kita carikan,” tegasnya.
Sadewo menjelaskan, keberadaan Trans Banyumas merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam menyediakan transportasi publik yang murah, nyaman, dan aman bagi masyarakat. Layanan tersebut juga dinilai sebagai salah satu program Buy The Service (BTS) yang memiliki kinerja baik secara nasional. Dukungan fasilitas modern, pelayanan yang terjadwal, serta tingginya tingkat keterisian penumpang atau load factor menjadi indikator bahwa Trans Banyumas mendapat respons positif dari masyarakat.
Karena itu, pemerintah daerah berupaya memastikan masyarakat yang selama ini telah menjadikan Trans Banyumas sebagai pilihan transportasi tidak perlu khawatir.
Baca juga: Pelemparan Kereta Api di Daop 5, KAI Soroti Aksi Berbahaya yang Masih Terjadi
“Untuk masyarakat Banyumas yang sudah terbiasa menggunakan Trans Banyumas, jangan khawatir, bus tersebut tetap akan melayani seperti biasa,” tuturnya.
Keberlanjutan layanan ini menjadi penting karena Trans Banyumas tidak hanya berfungsi sebagai moda transportasi alternatif, tetapi juga membantu masyarakat memperoleh akses perjalanan dengan biaya yang relatif terjangkau.
Trans Banyumas Sudah Layani Lebih dari 1,5 Juta Penumpang
Sementara itu, Direktur PT Banyumas Raya Transportasi, Ipoeng Martha Marsikun mengungkapkan, hingga saat ini Trans Banyumas telah melayani lebih dari 1,5 juta penumpang. Saat ini terdapat empat koridor Trans Banyumas yang beroperasi. Dari empat koridor tersebut, tiga di antaranya telah mencatat load factor di atas 70 persen.
Baca juga: Meresahkan Warga, Polisi Evakuasi ODGJ di Buayan ke Rumah Sakit
Pada Koridor 1 rute Ajibarang–Pasar Pon–Stasiun Purwokerto, misalnya, load factor yang sebelumnya berada di kisaran 80 persen kini meningkat hingga 105 persen. Kemudian Koridor 2 rute Notog–Baturraden memiliki load factor rata-rata 90 hingga 110 persen. Sementara Koridor 3 yang melayani perjalanan dalam kota dengan rute Terminal Bulupitu–Stasiun Purwokerto–Unwiku dan kembali ke Terminal Bulupitu, memiliki load factor sekitar 50 hingga 60 persen. Adapun Koridor 4 dengan rute Stasiun Bulupitu–Kota Lama Banyumas mencatat load factor sekitar 70 persen.
Menurut Ipoeng, tingginya minat masyarakat terhadap Trans Banyumas tidak terlepas dari kualitas pelayanan yang ditawarkan.
“Masyarakat yang menggunakan Trans Banyumas terus mengalami peningkatan, karena transportasi modern ini jadwalnya teratur, kondisi kendaraan bersih dan nyaman dan operasionalnya termonitor oleh tim operasional. Pembayarannya juga cashless dan jika ada barang penumpang yang tertinggal, dijamin akan dikembalikan,” terangnya.
Tanpa Subsidi Pusat, Pengelola Siapkan Skema Baru
Baca juga: Polresta Banyumas Bongkar Penggelapan Uang ATM BRI, Dua Karyawan Jadi Tersangka
Berhentinya subsidi dari pemerintah pusat tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keberlangsungan operasional Trans Banyumas. Ipoeng menyebut, setidaknya dibutuhkan anggaran sekitar Rp3 miliar per bulan untuk mempertahankan operasional Trans Banyumas dengan tarif subsidi seperti yang berlaku saat ini.
Tarif yang dibayarkan masyarakat memang masih jauh di bawah biaya normal. Saat ini, harga tiket Trans Banyumas untuk pelajar sebesar Rp2.000, sedangkan penumpang umum dikenakan tarif Rp3.900. Padahal, harga normal perjalanan diperkirakan berada di kisaran Rp10.000 per orang.
Untuk menjaga keberlanjutan layanan, berbagai skema pembiayaan baru tengah disiapkan pengelola bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Banyumas. Salah satu opsi yang sedang dikaji adalah penyesuaian tarif, baik bagi penumpang umum maupun pelajar. Selain itu, pengelola juga membuka peluang pendapatan tambahan melalui sektor periklanan.
“Kita berencana menyewakan body bus ataupun bagian dalam bus untuk iklan, sudah ditawarkan kepada beberapa perusahaan dan banyak yang berminat. Saat ini masih dikaji regulasinya, agar tidak menyalahi aturan,” ungkap Ipoeng.
Skema tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk membantu menopang biaya operasional tanpa menghilangkan fungsi utama Trans Banyumas sebagai transportasi publik yang terjangkau bagi masyarakat.
Baca juga: Kasus Dugaan Penipuan Pensiunan di Purwokerto Disidangkan, Dika Didakwa Penipuan dan Penggelapan
Komitmen Pemkab Banyumas untuk mempertahankan Trans Banyumas mendapat apresiasi dari pengelola dan seluruh kru transportasi tersebut. Ipoeng atas nama seluruh kru Trans Banyumas menyampaikan terima kasih kepada Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono yang telah memastikan layanan tersebut tetap berjalan.
“Kita sangat berterima kasih kepada Pak Bupati atas komitmen melanjutkan Trans Banyumas sampai dengan akhir tahun ini. Setiap harinya ada 7.500 hingga 8.000 warga Banyumas yang menggunakan Trans Banyumas. Terutama anak-anak sekolah yang hanya dikenakan tarif Rp2.000, ini sangat membantu mereka untuk mendapatkan transportasi yang aman, nyaman dan terjangkau,” kata Ipoeng.
Tingginya jumlah pengguna tersebut menunjukkan bahwa keberadaan Trans Banyumas telah menjadi bagian penting dalam mobilitas masyarakat. Bagi pelajar, pekerja, maupun masyarakat umum, layanan ini memberikan pilihan perjalanan yang relatif murah sekaligus menawarkan kenyamanan dan keamanan.
Ke depan, tantangan pembiayaan memang masih harus dicarikan solusi bersama. Namun, komitmen Bupati Sadewo untuk memastikan Trans Banyumas tetap beroperasi menjadi sinyal positif bagi ribuan warga yang setiap hari mengandalkan layanan tersebut. Keberadaan transportasi publik bukan sekadar persoalan kendaraan dan rute perjalanan. Lebih dari itu, Trans Banyumas menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan publik yang benar-benar dirasakan masyarakat. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.