ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA — Tidak memegang rokok bukan berarti seseorang terbebas dari bahayanya. Mereka yang berada di dekat perokok tetap dapat menghirup asap rokok dan menjadi perokok pasif.
Kondisi ini membuat persoalan rokok bukan hanya menyangkut kesehatan orang yang merokok, tetapi juga orang-orang di sekitarnya.
Asap rokok mengandung berbagai zat berbahaya. Ketika seseorang merokok di dalam rumah, kendaraan, tempat kerja, atau ruang tertutup lainnya, orang lain yang berada di dekatnya juga dapat terpapar.
Perokok Aktif Terpapar Langsung
Perokok aktif memiliki risiko tinggi karena menghirup asap rokok secara langsung. Semakin sering dan semakin lama kebiasaan merokok dilakukan, semakin besar pula paparan terhadap berbagai zat berbahaya dari rokok.
Baca juga: Kemenkes Kirim 500 Ribu Masker per Provinsi dan Siapkan Rumah Oksigen
Kebiasaan merokok berkaitan dengan berbagai penyakit serius, termasuk penyakit jantung, stroke, penyakit paru-paru dan sejumlah jenis kanker.
Karena itu, perokok aktif bukan hanya menghadapi risiko akibat kebiasaannya sendiri, tetapi juga dapat meningkatkan risiko kesehatan orang-orang yang tinggal atau beraktivitas bersamanya.
Risiko Perokok Pasif
Yang sering luput adalah orang yang tidak pernah merokok pun dapat mengalami dampak kesehatan akibat asap rokok.
Paparan asap rokok pasif dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, stroke dan kanker paru-paru. Pada anak-anak, paparan tersebut juga dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan, infeksi telinga dan memperburuk asma.
Baca juga: Program UHC Banyumas Dipastikan Cut Off Sejak Diberlakukan Aturan Desil
Bayi dan anak-anak menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus karena mereka tidak dapat memilih lingkungan bebas asap rokok.
Mana yang Lebih Berbahaya?
Jika dilihat dari paparan langsung, perokok aktif umumnya menghadapi risiko lebih besar karena menghirup asap rokok secara langsung dan berulang.
Namun, perokok pasif tidak boleh dianggap aman. Besarnya risiko bergantung antara lain pada seberapa sering, berapa lama dan seberapa banyak seseorang terpapar asap rokok.
Artinya, pertanyaan mengenai siapa yang lebih berisiko seharusnya tidak membuat perokok pasif merasa aman. Asap rokok tetap berbahaya meskipun rokok tersebut bukan miliknya.
Baca juga: Kemenkes Temukan 1,6 Juta Orang Terindikasi Gangguan Penglihatan dari Skrining CKG
Cara terbaik untuk melindungi perokok maupun orang di sekitarnya adalah menghentikan kebiasaan merokok dan menciptakan lingkungan yang bebas dari asap rokok. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.