Caption Foto : Anggota Komisi III DOR RI, Gilang Dhielafararez. (Foto : Dok. DPR RI).
ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Meningkatnya kasus kejahatan jalanan yang memicu munculnya tagar Jakarta Darurat Begal di media sosial mendapat perhatian serius dari anggota Komisi III DOR RI, Gilang Dhielafararez. Maraknya aksi begal, terutama yang dikeluhkan warga di wilayah Jakarta Barat, dinilai tidak cukup ditangani hanya melalui penindakan pelaku, tetapi juga perlu dibarengi penguatan sistem pengamanan lingkungan.
Kekhawatiran masyarakat meningkat seiring banyaknya laporan warga yang mengaku menjadi korban maupun nyaris mengalami aksi pembegalan saat pulang malam. Kondisi ini terutama dirasakan pekerja yang kerap beraktivitas hingga larut malam dan harus melintasi ruas jalan minim penerangan.
Menurut Gilang, langkah pencegahan harus diperkuat melalui patroli rutin di kawasan rawan, pemasangan kamera pengawas atau CCTV, serta perbaikan penerangan jalan umum yang selama ini dinilai masih menjadi titik lemah keamanan perkotaan.
“Patroli rutin yang masif khususnya di titik-titik rawan, hingga memberantas jaringan kelompok begal,” ucapnya.
Ia juga menyoroti keberadaan pasar penadah barang hasil kejahatan yang dinilai ikut memperbesar ruang gerak pelaku. Penindakan terhadap jaringan penadah disebut menjadi bagian penting untuk memutus rantai kejahatan jalanan.
Sorotan terhadap aksi begal semakin menguat setelah beredarnya sejumlah video di media sosial yang memperlihatkan pelaku melakukan intimidasi terhadap korban menggunakan senjata. Fenomena tersebut memicu kekhawatiran publik sekaligus mendorong munculnya berbagai tips keselamatan dari warga.
Cerminan Tekanan Sosial Ekonomi
Legislator dari daerah pemilihan Jawa Tengah II itu menilai tingginya intensitas kasus begal dalam waktu singkat menunjukkan masih adanya celah dalam deteksi dini serta pemetaan kelompok pelaku. Ia menegaskan bahwa lonjakan kriminalitas di wilayah perkotaan tidak semata menjadi persoalan keamanan, melainkan juga dapat mencerminkan tekanan sosial dan ekonomi yang berkembang di masyarakat.
“Kalau penanganannya hanya berfokus pada penangkapan pelaku tanpa memperbaiki akar masalah ekonomi dan ketimpangan sosial, maka siklus kejahatan berpotensi terus berulang,” jelasnya.
Di sisi lain, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas, terutama ketika melintas pada malam hari. Warga disarankan menghindari jalur sepi, ruas jalan dengan penerangan minim, serta terus memperbarui informasi terkait modus kejahatan yang berkembang.
Gilang mengingatkan bahwa keselamatan pribadi tetap menjadi prioritas utama ketika menghadapi situasi darurat.
“Ketika berada dalam kondisi terancam, utamakan menyelamatkan diri dan segera mencari bantuan,” tutup politisi Fraksi PDI Perjuangan tersebut. (*)