ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah memastikan program penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) akan terus berlanjut sepanjang 2026 sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan, memperkuat daya beli masyarakat, sekaligus memastikan hasil panen petani terserap secara optimal.
Selama periode 2023 hingga 2025, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog telah menyalurkan sebanyak 7,75 juta ton beras cadangan kepada masyarakat melalui berbagai skema bantuan dan intervensi pasar.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa mengatakan, beras cadangan pemerintah memiliki peran penting sebagai bantalan ekonomi masyarakat, terutama dalam menghadapi gejolak harga pangan maupun kondisi darurat akibat bencana.
“Pemerintah konsisten menyalurkan stok CBP untuk masyarakat melalui banyak program. Mulai dari program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) beras, bantuan pangan dengan jutaan penerima, dan juga demi membantu masyarakat di daerah yang sedang mengalami bencana alam,” jelasnya.
Peyaluran CBP Terus Meningkat
Dari data Bapanas, sepanjang 2023 penyaluran CBP mencapai sekitar 2,76 juta ton. Jumlah tersebut meningkat pada 2024 menjadi 3,37 juta ton, sedangkan sepanjang 2025 telah tersalurkan 1,62 juta ton. Dengan demikian, total beras cadangan yang telah digelontorkan pemerintah dalam tiga tahun terakhir mencapai 7,75 juta ton.
Program bantuan pangan beras dan SPHP menjadi dua instrumen utama dalam penyaluran tersebut. Pada 2025 misalnya, penyaluran SPHP mencapai 802,9 ribu ton atau menjadi porsi terbesar, disusul bantuan pangan beras sebanyak 710,78 ribu ton. Selebihnya dialokasikan untuk golongan anggaran sebesar 92,1 ribu ton dan kebutuhan tanggap darurat sebanyak 13,16 ribu ton.
Ketut menegaskan, pemerintah tidak hanya fokus memperkuat stok beras nasional, tetapi juga memastikan distribusinya dapat terus menjangkau masyarakat hingga akhir tahun.
“Saat ini pemerintah fokus penyerapan panen petani kita untuk CBP. Ini juga diiringi dengan pelaksanaan program penyaluran ke masyarakat sampai akhir tahun nanti. Tentunya upaya ini harus kontinyu diimplementasikan agar hulu dan hilir selalu terjaga kestabilannya,” katanya.
Hingga 18 Juni 2026, realisasi penyaluran CBP telah mencapai 946,8 ribu ton. Rinciannya terdiri atas bantuan pangan beras sebanyak 550,1 ribu ton, SPHP sebesar 348,5 ribu ton, golongan anggaran 36,8 ribu ton, serta tanggap darurat 11,3 ribu ton.
Baca juga: Kemenag Matangkan Persiapan MTQ Nasional XXXI 2026 di Jawa Tengah
Pemerintah juga telah memutuskan untuk menambah alokasi bantuan pangan beras selama tiga bulan pada semester kedua tahun 2026 guna memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Di sisi lain, stok beras yang tersimpan di gudang Perum Bulog hingga 18 Juni 2026 tercatat mencapai 5,2 juta ton. Jumlah tersebut menjadi salah satu yang tertinggi dalam sejarah pengelolaan cadangan beras nasional.
Stok tersebut ditopang oleh pengadaan setara beras hasil produksi dalam negeri sepanjang 2026 yang telah mencapai 3,18 juta ton, ditambah sisa stok akhir 2025 sebesar 3,24 juta ton. Selama 2025, pemerintah juga berhasil melakukan pengadaan beras domestik sebanyak 3,43 juta ton tanpa melakukan impor. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.