ORBIT-NEWS.COM, BANYUMAS – Upaya pencegahan bayi lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR) terus dilakukan melalui edukasi kesehatan ibu hamil. Salah satunya melalui kegiatan Kelas Ibu Hamil yang digelar di PKD Ngundi Waras, Desa Linggasari, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, pada Kamis (4/6/2026).
Kegiatan yang berada di bawah binaan Puskesmas Kembaran 1 ini mengusung tema “Rembug Menu Bumil: Permainan Susun Kartu Menu Gizi Seimbang” sebagai sarana edukasi sekaligus pemberdayaan ibu hamil agar lebih memahami pentingnya pemenuhan gizi selama masa kehamilan. Program ini dilaksanakan oleh para fasilitator Fitri Nuraeny, Razin Alifahrezy, dan Sasi Kirana di bawah bimbingan Dr. Elviera Gamelia dari Program Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).
Kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh masih tingginya perhatian terhadap kasus BBLR dan masalah gizi ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kembaran 1. Berdasarkan analisis prioritas masalah kesehatan, kondisi tersebut menjadi fokus utama karena berkaitan erat dengan risiko kematian bayi, gangguan tumbuh kembang, stunting, gizi buruk, hingga rendahnya daya tahan tubuh anak.
Sebagai langkah pencegahan, edukasi mengenai gizi seimbang bagi ibu hamil dinilai menjadi intervensi yang efektif. Selain itu, pemantauan kunjungan kehamilan, kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (Fe), serta dukungan keluarga juga menjadi faktor penting dalam menekan risiko BBLR.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya mengonsumsi makanan yang beragam, bergizi seimbang, dan sesuai dengan kebutuhan selama kehamilan. Materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami agar dapat diterapkan langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Turnamen Bulutangkis Kapolsek Kuwarasan Cup 2026 Diikuti 78 Peserta
Edukasi mencakup pentingnya konsumsi sumber karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayuran, buah-buahan, serta konsumsi tablet tambah darah secara rutin. Selain itu, ibu hamil juga diajak mengenali berbagai bahan pangan lokal yang mudah ditemukan di sekitar rumah, seperti telur, tempe, tahu, ikan, ayam, kacang hijau, bayam, daun kelor, pepaya, pisang, ubi, hingga singkong.
Agar suasana pembelajaran lebih interaktif dan menyenangkan, peserta diajak mengikuti permainan susun kartu menu gizi seimbang. Melalui permainan ini, ibu hamil diminta menyusun contoh menu harian yang terdiri atas makanan pokok, lauk-pauk, sayur, buah, dan berbagai sumber zat gizi penting lainnya.
Metode permainan tersebut membantu peserta memahami bahwa menu sehat untuk ibu hamil tidak harus mahal. Dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang bergizi, terjangkau, dan mudah diperoleh di lingkungan sekitar, kebutuhan nutrisi selama kehamilan tetap dapat terpenuhi secara optimal.
Menurut Fitri Nuraeny, kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan, tetapi juga mendorong ibu hamil untuk aktif berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi selama kehamilan.
“Melalui aktivitas ini, ibu hamil dapat berdiskusi tentang kebiasaan makan sehari-hari, pantangan makanan, kendala biaya, mual muntah, nafsu makan, beban kerja, hingga dukungan keluarga. Dengan suasana rembug yang hangat dan guyub, peserta dapat saling berbagi pengalaman sekaligus mencari solusi bersama agar pemenuhan gizi selama kehamilan lebih mudah diterapkan di rumah,” ujar Fitri Nuraeny.
Tingkatkan Kepatuhan Ibu Hamil
Selain meningkatkan pemahaman tentang gizi seimbang, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet Fe serta memperkuat peran keluarga dalam mendukung kesehatan ibu selama masa kehamilan. Dukungan keluarga dinilai sangat penting, tidak hanya dalam menyediakan makanan bergizi, tetapi juga membantu mengurangi beban kerja ibu hamil agar kondisi fisik dan kesehatannya tetap terjaga.
Salah satu peserta, Ibu Ani, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan tersebut. Menurutnya, kelas ibu hamil menjadi wadah yang efektif untuk menambah wawasan sekaligus berbagi pengalaman dengan sesama peserta.
“Dengan adanya kelas ibu hamil ini, pencegahan BBLR tidak hanya menjadi tanggung jawab ibu hamil saja, tetapi menjadi gerakan bersama yang melibatkan keluarga, kader kesehatan, bidan desa, dan Puskesmas Kembaran 1,” ungkapnya.
Melalui kegiatan “Rembug Menu Bumil: Permainan Susun Kartu Menu Gizi Seimbang”, diharapkan para ibu hamil di Desa Linggasari semakin mampu memilih, menyusun, dan menerapkan menu sehat dalam kehidupan sehari-hari. Langkah sederhana ini menjadi investasi penting untuk melahirkan generasi yang sehat, kuat, dan bebas dari risiko stunting sejak dini.
Dengan kolaborasi antara ibu hamil, keluarga, tenaga kesehatan, kader, dan pemerintah desa, upaya pencegahan BBLR diharapkan semakin optimal. Sebab, kehamilan yang sehat bukan hanya tentang menjaga kondisi ibu, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam mewujudkan masa depan anak yang lebih berkualitas, cerdas, dan tumbuh optimal sebagai generasi penerus bangsa. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.