ORBIT-NEWS.COM, SURAKARTA — Polresta Surakarta memperkuat komitmen pelayanan ramah disabilitas dengan menggelar pelatihan bahasa isyarat bagi personel yang bertugas di lini pelayanan publik. Kegiatan yang berlangsung di Aula Wirasatya ’96 Mapolresta Surakarta, Kamis (26/2/2026), ini diharapkan mampu menghilangkan hambatan komunikasi antara polisi dan masyarakat tunarungu maupun tunawicara.
Pelatihan menghadirkan dua instruktur dari Gerkatin Surakarta, yakni Faqih Annisa, M.Pd., dan Cahyo Setyono, S.Kom. Materi yang diberikan mencakup pengenalan huruf dalam bahasa isyarat, kosakata dasar, hingga simulasi percakapan yang relevan dengan situasi pelayanan kepolisian. Para peserta terlihat aktif mengikuti sesi praktik untuk memperkuat pemahaman.
Kabag SDM Polresta Surakarta, Kompol Riyadi Supriyadi menegaskan, bahwa pelatihan ini merupakan langkah konkret peningkatan kualitas layanan publik. Ia menyebut kegiatan diikuti oleh 35 personel dari Polresta dan jajaran Polsek.
“Pelatihan ini bertujuan mempermudah penyebarluasan informasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya penyandang disabilitas,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Baca juga: Perbaikan Jalan Semarang–Godong Dikebut, Target Fungsional Sebelum Arus Mudik
Menurut Riyadi, kemampuan berbahasa isyarat penting dimiliki aparat kepolisian sebagai pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat. Dengan keterampilan tersebut, personel diharapkan mampu menerima maupun menyampaikan informasi secara utuh kepada warga berkebutuhan khusus tanpa kendala komunikasi.
Ia menambahkan, program ini juga selaras dengan roadmap prioritas Kapolri dalam transformasi menuju Polri yang Presisi. Melalui pelatihan berkelanjutan, institusi menargetkan lahirnya personel yang semakin profesional sekaligus peka terhadap kebutuhan masyarakat beragam.
“Harapannya seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius sehingga ilmu yang diperoleh benar-benar bermanfaat, baik bagi diri sendiri, masyarakat, maupun institusi,” katanya.
Polresta Surakarta menegaskan akan terus mendorong inovasi pelayanan inklusif. Upaya ini diharapkan membuat kehadiran Polri semakin dirasakan seluruh masyarakat tanpa terkecuali.