Banner Utama

Pembangunan 93 Sekolah Rakyat Dikebut, Kemensos Targetkan Siap Digunakan Juli 2026

Nasional Pendidikan
By Ariyani  —  On May 28, 2026
Caption Foto : Menteri Sosial, Saifullah Yusuf. (Foto : Dok. Kemensos).

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Program pembangunan Sekolah Rakyat terus dipercepat pemerintah guna mendukung akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan sebanyak 93 gedung Sekolah Rakyat permanen tahap II dapat rampung pada Juni 2026 dan mulai digunakan untuk kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru 2026/2027 yang dimulai Juli mendatang.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan percepatan pembangunan tersebut mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Berbagai langkah dilakukan agar seluruh proyek dapat selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Target penyelesaian pembangunan pada 93 titik pembangunan gedung Sekolah Rakyat telah terus diupayakan bersama Kementerian PU agar pada Juli mendatang bisa dimanfaatkan untuk pembelajaran tahun ajaran 2026/2027,” jelasnya.

Menurut Gus Ipul, pembangunan Sekolah Rakyat permanen menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat. Karena itu, koordinasi lintas kementerian terus diperkuat guna memastikan seluruh tahapan berjalan tepat waktu.

Selain menyelesaikan pembangunan tahap II, pemerintah juga telah memulai pembangunan Sekolah Rakyat permanen tahap III. Program ini dibagi menjadi tiga kategori, yakni tahap III A, III B, dan III C yang disesuaikan dengan kesiapan lahan serta pemenuhan berbagai persyaratan teknis lainnya.

Baca juga: Jelang Wajib Halal Oktober 2026, Kemenag Gencarkan Gerakan Halal Lifestyle untuk UMKM dan Masyarakat

Gus Ipul mengapresiasi komitmen Kementerian PU yang terus bekerja keras mempercepat pembangunan di berbagai daerah meskipun menghadapi sejumlah tantangan di lapangan. Ia menilai keterlibatan langsung Menteri PU dalam melakukan pemantauan menjadi faktor penting dalam menjaga progres pembangunan tetap berjalan sesuai target.

“Di lapangan tantangannya luar biasa, tetapi Pak Menteri PU turun langsung dan berusaha melakukan percepatan-percepatan agar pembangunan bisa selesai sesuai rencana,” ujarnya.

Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, Kemensos juga menggandeng Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk menyiapkan infrastruktur pembelajaran berbasis teknologi. Kerja sama tersebut mencakup penyediaan jaringan internet serta berbagai fasilitas digital yang akan mendukung proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat permanen.

Untuk mempercepat pelaksanaan program di daerah, Kemensos bersama Kementerian PU dan Kantor Staf Presiden (KSP) juga akan meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah. Langkah ini dilakukan guna memastikan sinkronisasi pembangunan berjalan efektif dan tidak terkendala persoalan administrasi maupun kesiapan lahan.

Dalam masa transisi dari Sekolah Rakyat rintisan menuju sekolah permanen, pemerintah juga menyiapkan tambahan sumber daya manusia untuk mendukung operasional sekolah. Tahun ini, Kemensos berencana merekrut lebih dari 3.000 guru serta sekitar 5.000 tenaga kependidikan. Selain itu, pemerintah menargetkan penerimaan lebih dari 32.000 siswa baru yang akan mengikuti proses pendidikan di Sekolah Rakyat pada tahun 2026.

Baca juga: Dua Sekolah Muhammadiyah Masuk SMA Unggul Garuda 2026, Bukti Mutu Pendidikan Kian Diakui Nasional

Lima Titik Masuk Zona Merah

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo optimistis sebagian besar proyek pembangunan Sekolah Rakyat permanen tahap II dapat selesai sesuai target. Dari total 93 lokasi pembangunan, saat ini terdapat lima titik yang masih menghadapi kendala sehingga masuk kategori zona merah.

Kendala tersebut antara lain terkait masalah arus kas proyek yang melambat serta keterbatasan sumber daya manusia di lapangan. Meski demikian, Dody berharap sedikitnya 88 lokasi dapat selesai tepat waktu, bahkan jika memungkinkan seluruh 93 titik dapat dituntaskan sebelum tahun ajaran baru dimulai.

Di sisi lain, pembangunan Sekolah Rakyat permanen tahap III juga terus berjalan. Tahap III A yang mencakup tujuh lokasi dan tahap III B sebanyak 11 lokasi ditargetkan rampung pada Desember 2026.

Adapun pembangunan tahap III C yang mencakup 89 titik direncanakan selesai paling lambat pada Juni 2027. Kementerian PU berharap seluruh persoalan terkait kesiapan lahan dan persyaratan pembangunan dapat segera diselesaikan sehingga proses tender dapat dipercepat dan target penyelesaian proyek bisa tercapai sesuai jadwal.

Baca juga: Melalui Aplikasi Reviu MBG, Penerima Manfaat Kini Bisa Nilai Kualitas Makanan Secara Langsung

“Harapan kami, persoalan lahan dan seluruh readiness criteria bisa segera tuntas sehingga proses tender dapat berjalan lebih cepat. Dengan begitu, 89 titik pada tahap III C dapat selesai paling lambat awal Juni 2027,” kata Dody Hanggodo. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: