Makan Gorengan Setiap Hari Bisa Picu Berbagai Penyakit, Ini Risiko yang Perlu Diwaspadai

Kesehatan
By Redaksi Orbit-News.com  —  On Oct 10, 2026
Caption Foto : Ilustrasi

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Gorengan yang dikonsumsi setiap hari berpotensi meningkatkan risiko kenaikan berat badan hingga penyakit jantung. Kandungan kalori dan lemak dalam makanan yang digoreng menjadi salah satu alasan kebiasaan ini perlu dibatasi.

Gorengan seperti bakwan, tahu isi, tempe goreng, dan pisang goreng sudah menjadi camilan favorit masyarakat Indonesia. Rasanya yang gurih dengan harga terjangkau membuat makanan ini mudah ditemukan dan kerap dikonsumsi setiap hari.

Namun, di balik kenikmatannya, kebiasaan makan gorengan terlalu sering, terutama dalam porsi besar, dapat berdampak pada kesehatan. Risiko tersebut semakin perlu diperhatikan jika gorengan dimasak menggunakan minyak yang telah digunakan berulang kali atau dikonsumsi bersama makanan tinggi kalori lainnya.

Salah satu masalah yang dapat muncul adalah kelebihan asupan kalori. Makanan yang digoreng cenderung menyerap minyak sehingga kandungan energinya bisa lebih tinggi dibandingkan makanan yang diolah dengan cara direbus atau dikukus.

Jika asupan kalori terus melebihi kebutuhan tubuh, berat badan dapat meningkat dan memicu obesitas.

Baca juga: 6 Manfaat Minum Air Putih Hangat Sebelum Tidur, Bantu Tubuh Lebih Rileks

Selain itu, ada sejumlah risiko kesehatan lain yang perlu diperhatikan.

1. Meningkatkan Risiko Kolesterol Tinggi

Kandungan lemak dalam gorengan bergantung pada bahan makanan dan jenis minyak yang digunakan. Jika gorengan mengandung banyak lemak jenuh, konsumsi berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat.

Kadar kolesterol LDL yang tinggi dapat menyebabkan penumpukan plak di pembuluh darah. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

2. Mengancam Kesehatan Jantung

Baca juga: ParagonCorp Borong Penghargaan di SICS Summit 2026, Angkat Isu Jerawat Punggung hingga Ketombe

Kebiasaan mengonsumsi gorengan secara berlebihan sebagai bagian dari pola makan yang tidak sehat dapat berkontribusi terhadap meningkatnya risiko penyakit jantung.

Risiko ini berkaitan dengan berbagai faktor, termasuk kenaikan berat badan, kadar kolesterol, dan tekanan darah. Karena itu, membatasi makanan yang digoreng perlu diikuti kebiasaan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan rutin beraktivitas fisik.

3. Berpotensi Meningkatkan Risiko Diabetes Tipe 2

Konsumsi gorengan dalam jumlah besar dapat menambah asupan kalori harian. Jika kebiasaan ini memicu kelebihan berat badan, risiko resistensi insulin dan diabetes tipe 2 juga dapat meningkat.

Meski demikian, diabetes tidak disebabkan oleh gorengan semata. Pola makan secara keseluruhan, aktivitas fisik, faktor genetik, dan kondisi kesehatan turut memengaruhi risiko seseorang.

Baca juga: Aliansi Musyawarah Masyarakat Banyumas Gelar Aksi Desak Layanan Kesehatan Gratis Diaktifkan Kembali

4. Waspadai Penggunaan Minyak Goreng Berulang

Penggunaan minyak secara berulang pada suhu tinggi dapat menyebabkan kerusakan minyak dan menghasilkan senyawa hasil oksidasi.

Minyak yang sudah berwarna gelap, berbau tengik, atau berbusa berlebihan menunjukkan penurunan kualitas dan sebaiknya tidak digunakan kembali.

Karena itu, konsumen perlu memperhatikan kualitas makanan serta kebersihan tempat gorengan dijual.

5. Mengurangi Kesempatan Konsumsi Makanan Bergizi

Baca juga: Ramai Protes Penonaktifan UHC di Banyumas, Banyak Pasien Terdampak

Terlalu sering mengonsumsi gorengan sebagai pengganti makanan lain juga dapat membuat pola makan kurang beragam.

Tubuh tetap membutuhkan serat, vitamin, mineral, protein, dan zat gizi lain yang diperoleh dari berbagai sumber makanan, termasuk sayuran dan buah-buahan.

Cara Mengurangi Risiko Akibat Makan Gorengan

Masyarakat tidak harus menghindari gorengan sepenuhnya. Namun, frekuensi dan porsinya perlu dikendalikan agar tidak mendominasi pola makan sehari-hari.

Pilihan makanan yang direbus, dikukus, atau dipanggang dapat menjadi alternatif. Konsumsi sayuran, buah-buahan, serta sumber protein juga perlu diperbanyak untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi.

Baca juga: 128 Ribu Peserta UHC Banyumas Dinonaktifkan, Dinkes Ungkap Alasan dan Solusi bagi Masyarakat

Selain itu, menjaga berat badan ideal dan melakukan aktivitas fisik secara rutin menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko penyakit metabolik.

Pada akhirnya, makan gorengan sesekali masih dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang. Namun, kebiasaan mengonsumsinya setiap hari dalam jumlah berlebihan sebaiknya dikurangi demi menjaga kesehatan dalam jangka panjang. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

■ ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Kemarau, Harga Beras Naik, Belanja Dapur Makin Berat
VOX

Kemarau, Harga Beras Naik, Belanja Dapur Makin Berat

Redaksi Orbit-News.com | 17 Sep 2026

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: