Kunjungan Wisata Banyumas Turun 36 Persen, Pemkab Siapkan Diskon hingga Tambah Wahana

Banyumas Raya Wisata
By Hervina  —  On Oct 20, 2026
Caption Foto : acara forum temu mitra usaha pariwisata se - Kabupaten Banyumas di kompleks Menara Teratai Purwokerto, Selasa ( 20/10 ) ( Foto : Dok. Pemkab Banyumas )

ORBIT-NEWS.COM, BANYUMAS – Pemerintah Kabupaten Banyumas menyiapkan sejumlah strategi untuk menggairahkan kembali sektor pariwisata setelah kunjungan wisatawan ke objek wisata milik pemerintah daerah mengalami penurunan. Mulai 1 November 2026, rombongan wisata akan mendapat diskon 30 persen di Lokawisata Baturraden dan Menara Teratai.

Kebijakan tersebut menjadi salah satu upaya untuk menarik minat masyarakat berwisata ke Banyumas. Selain potongan harga, pemerintah daerah juga mengevaluasi tren wisata, menyiapkan penambahan wahana, serta mendorong penguatan kerja sama antara pelaku usaha pariwisata.

Langkah itu dibahas dalam Forum Temu Mitra Usaha Pariwisata se-Kabupaten Banyumas di Convention Hall Putra Sang Fajar, Kompleks Menara Teratai, Purwokerto, Selasa (20/10/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pelantikan Perhimpunan Biro Perjalanan Wisata se-Eks Karesidenan Banyumas (Pebemas) periode 2026–2031.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Kusmantono, mengatakan forum tersebut menjadi wadah untuk mengidentifikasi penyebab penurunan kunjungan sekaligus merumuskan solusi bersama para pelaku usaha.

“Jadi kita ingin diskusi dengan para pelaku usaha sebenarnya permasalahannya itu ada di mana dan nanti ada dialog juga untuk mencari solusi pemecahan dari kegiatan ini,” ujarnya.

Baca juga: Pemprov Jateng Rampungkan Bronjong Sungai Pedes Brebes

Tren Wisata Berubah, Pengelola Diminta Berbenah

Berdasarkan data yang disampaikan Dinporabudpar, kunjungan wisatawan ke objek wisata milik Pemkab Banyumas turun sekitar 36 persen dibandingkan 2022 dan 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 2025.

Meski demikian, Banyumas masih berada di peringkat kelima dalam jumlah kunjungan wisatawan di Jawa Tengah. Pemerintah daerah pun berupaya mengidentifikasi faktor yang memengaruhi penurunan tersebut melalui forum yang diikuti sekitar 90 undangan.

Kusmantono menilai perubahan tren wisata, terutama di kalangan generasi Z, menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Karena itu, pengelola destinasi perlu menyesuaikan penawaran dan pengalaman wisata dengan minat pengunjung.

Berdasarkan evaluasi sementara, penataan pedagang di kawasan wisata juga menjadi perhatian. Dinporabudpar berencana melakukan pengelompokan atau zonasi pedagang agar tidak menghalangi pemandangan yang menjadi daya tarik destinasi.

Baca juga: 9 UMKM Banyumas Raya Tampil di ISEF 2026

Selain itu, penambahan wahana yang bisa dinikmati secara gratis turut dipertimbangkan untuk memberikan pengalaman lebih menarik bagi wisatawan.

Diskon 30 Persen Berlaku Mulai November

Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti menjelaskan, program diskon 30 persen bagi rombongan wisata mulai berlaku pada 1 November 2026. Program tersebut akan dievaluasi setelah berjalan selama enam bulan.

“Saya berharap kebijakan ini dapat menambah minat masyarakat untuk berkunjung,” ungkapnya.

Diskon tersebut berlaku bagi rombongan wisata yang berkunjung ke Lokawisata Baturraden dan Menara Teratai. Pemerintah berharap kebijakan ini dapat menjadi daya tarik tambahan sekaligus mendorong peningkatan kunjungan ke dua destinasi tersebut.

Baca juga: Kemenag Purbalingga Sasar 3.654 Warga Miskin Lewat Urab Mendoan

Lintarti juga mengimbau pelaku usaha pariwisata lainnya untuk mempertimbangkan penawaran khusus sesuai kemampuan dan karakter masing-masing usaha. Dengan begitu, wisatawan memiliki lebih banyak pilihan, sementara pelaku usaha berpeluang memperoleh manfaat dari peningkatan kunjungan.

Perkuat Kerja Sama Pelaku Usaha

Menurut Lintarti, kebangkitan pariwisata Banyumas tidak cukup hanya mengandalkan potongan harga. Kemitraan antara biro perjalanan, pengelola destinasi, hotel, restoran, dan pelaku usaha lainnya juga perlu diperkuat.

Komunikasi dan kesepakatan yang baik diperlukan untuk menyusun paket wisata serta membangun pola kerja sama yang saling menguntungkan.

Melalui berbagai langkah tersebut, Pemkab Banyumas berharap sektor pariwisata kembali bergairah, jumlah kunjungan meningkat, dan manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat serta pelaku usaha lokal. (*)

Baca juga: Mahasiswa Unsoed Juarai Presentasi Bahasa Jepang se-Jateng

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

■ ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: