Pemprov Jateng Rampungkan Bronjong Sungai Pedes Brebes

Antisipasi Longsor Saat Musim Hujan
Banyumas Raya
By Hervina  —  On Oct 20, 2026
Caption Foto : Pembangunan bronjong di Sungai Pedes, Kabupaten Brebes, untuk menekan risiko longsor tebing sungai menjelang musim hujan. (Foto : Dok. Diskomdigi Jateng).

ORBIT-NEWS.COM, BREBES – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempercepat penyelesaian pembangunan bronjong di Sungai Pedes, Kabupaten Brebes, untuk menekan risiko longsor tebing sungai menjelang musim hujan. Infrastruktur pengaman sepanjang sekitar 150 meter itu diharapkan mampu melindungi kawasan sekitar, termasuk permukiman warga serta akses jalan raya dan jalur kereta api yang berada tak jauh dari lokasi.

Proyek penanganan tebing Sungai Pedes tersebut kini telah mencapai progres sekitar 97 persen. Pengawas lapangan, Wahyudiyanto, mengatakan pemasangan bronjong telah selesai, sedangkan pekerjaan yang masih tersisa meliputi penyelesaian bagian penutup dan penataan alur sungai.

“Kalau kita lihat, hampir setiap hari terjadi longsoran. Dengan adanya bronjong ini, longsoran bisa tertahan, sehingga tidak langsung menggerus tebing sungai,” jelasnya.

Menurut dia, pembangunan bronjong diperlukan karena tebing Sungai Pedes terus mengalami penggerusan akibat arus air dan hantaman material batu yang terbawa ketika banjir. Jika kondisi tersebut dibiarkan, kerusakan tebing berpotensi semakin meluas dan meningkatkan ancaman bagi kawasan di sekitarnya.

Penanganan dilakukan dengan memasang bronjong setinggi sekitar 5,5 meter. Pada bagian ujung, ketinggiannya mencapai sekitar tujuh meter untuk memperkuat perlindungan terhadap potensi peningkatan debit air sungai.

Baca juga: Bersih dan Higienis, Begini Cara SPPG Kanding Banyumas Menjaga Kualitas Makanan MBG

Struktur pengaman tersebut juga dilengkapi sembilan krib atau bangunan pengarah arus. Fasilitas ini berfungsi membantu mengendalikan aliran air sekaligus mengurangi hantaman material batu agar tidak langsung mengenai bronjong dan memperparah kerusakan tebing.

Pelurusan Alur Sungai Pedes

Selain memperkuat tebing, pekerjaan juga mencakup pelurusan alur Sungai Pedes yang sebelumnya berbelok. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi tekanan arus terhadap sisi kanan dan kiri sungai yang selama ini berpotensi mengalami penggerusan.

Wahyudiyanto menjelaskan, penyelesaian proyek terus didorong agar tidak terkendala kondisi cuaca. Saat musim hujan tiba, peningkatan debit air dapat menyulitkan pekerjaan konstruksi di sungai, bahkan berpotensi menghambat proses penyelesaian.

“Kalau sudah musim hujan, pekerjaan di sungai seperti ini akan lebih sulit. Makanya, kemarin kami terus mendorong kontraktor, supaya pekerjaan bisa segera diselesaikan,” ungkapnya.

Baca juga: Pemkab Kebumen Pangkas Anggaran Hibah dan Bansos Rp26,96 Miliar

Percepatan pembangunan ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Jatengdalam memperkuat infrastruktur menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Penanganan kawasan rawan longsor dinilai penting untuk mengurangi dampak kerusakan yang dapat mengancam keselamatan masyarakat maupun kelancaran transportasi.

Kekhawatiran terhadap kondisi tebing Sungai Pedes juga dirasakan warga yang tinggal di dekat aliran sungai. Umayah, warga Desa Tanjung, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Brebes, mengaku lega setelah melihat pembangunan bronjong dilakukan di kawasan tersebut.

“Alhamdulillah, senang banget. Rumah saya dekat sungai, jadi takut kalau terjadi longsor,” ujar Umayah.

Ia menuturkan, material batu berukuran besar yang terbawa arus sungai sebelumnya pernah menyebabkan kerusakan pada bagian tebing. Kondisi tersebut membuat warga semakin khawatir, terlebih lokasi permukiman berdekatan dengan sungai dan tidak jauh dari jalur transportasi.

Bagi warga, keberadaan bronjong diharapkan dapat menjadi perlindungan tambahan terhadap ancaman longsor, terutama ketika curah hujan meningkat dan arus sungai semakin deras. Dengan progres pekerjaan yang telah mencapai sekitar 97 persen, penyelesaian proyek Sungai Pedes menjadi penting agar struktur pengaman tebing dapat segera difungsikan secara optimal. Infrastruktur ini diharapkan mampu mengurangi risiko penggerusan tebing sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang tinggal di sekitar sungai menjelang musim hujan. (*)

Baca juga: Peringati HUT Humas Polri ke - 75, Polres Kebumen Bantu Warga Terdampak Kekeringan

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

■ ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: