ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA — Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mulai mematangkan persiapan pengamanan arus mudik Lebaran 2026. Berdasarkan hasil survei dan analisis terbaru, jutaan kendaraan diperkirakan akan meninggalkan Jakarta melalui jalan tol menuju berbagai daerah, terutama ke Pulau Jawa dan Sumatra.
Kepala Korlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho mengungkapkan, lonjakan arus kendaraan di ruas tol diprediksi cukup signifikan. Dari hasil pemetaan, sekitar 3,6 juta kendaraan diperkirakan melintas di jalur tol yang terhubung dengan Trans Jawa dan Sumatra.
“Untuk jalan tol memang ada potensi bangkitan arus yang tinggi. Proyeksinya, kendaraan yang melintasi tol menuju Trans Jawa dan Sumatra mencapai 3,6 juta unit,” kata Agus.
Guna mengantisipasi lonjakan tersebut, Polri akan menggelar Operasi Ketupat 2026 secara serentak pada 13–26 Maret 2026. Operasi ini menjadi langkah utama untuk memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan masyarakat selama periode mudik.
Sejumlah skenario rekayasa lalu lintas telah disiapkan, mulai dari contraflow, sistem one way, hingga pengalihan arus di titik-titik yang berpotensi padat. Selain itu, beberapa ruas tol fungsional juga akan dimanfaatkan untuk mendukung kelancaran arus, khususnya saat arus balik.
Baca juga: Wapres RI ke-6, Try Sutrisno Wafat di Usia 90 Tahun
“Kami sudah menyiapkan berbagai skenario pengaturan lalu lintas, termasuk contraflow dan one way. Tol fungsional seperti Japek Selatan dan Japek II juga akan digunakan, terutama untuk arus balik,” jelas Agus.
Pembatasan Kendaraan Berat
Tidak hanya itu, Polri juga akan memberlakukan pembatasan operasional kendaraan angkutan berat selama periode mudik. Kendaraan yang masih diperbolehkan beroperasi hanyalah yang mengangkut kebutuhan vital masyarakat, seperti bahan bakar minyak dan bahan pokok penting.
Pengamanan, lanjut Agus, tidak hanya difokuskan pada jalur mudik, tetapi juga mencakup kawasan wisata, tempat ibadah, serta simpul transportasi publik. Pelabuhan penyeberangan, terutama lintasan Merak–Bakauheni, menjadi salah satu titik perhatian karena kerap mengalami kepadatan tinggi saat musim mudik.
Selain strategi pengaturan lalu lintas, Korlantas juga menyoroti kesiapan infrastruktur. Berdasarkan hasil survei lapangan, perbaikan jalan tol masih berlangsung di sejumlah titik, termasuk penanganan jalan berlubang akibat cuaca.
Baca juga: Komdigi Hadirkan Layanan DARA, Solusi Konsultasi untuk Atasi Adiksi Gim pada Anak
Agus menegaskan, perbaikan tersebut ditargetkan rampung menjelang puncak arus mudik. “Dari kilometer 1 sampai 188 masih ada beberapa perbaikan. Kondisi cuaca sebelumnya memang menyebabkan sebagian jalan rusak, namun kami targetkan sudah siap mendekati H-7,” pungkasnya.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.