Komdigi Dorong Pemanfaatan AI untuk Bansos dan UMKM, Target Jangkau 50 Juta Penerima

Nasional
By Ariyani  —  On Jun 18, 2026
Caption Foto : Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid. (Foto : Dok. Komdigi)

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah terus mempercepat pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) guna memperkuat ekonomi kerakyatan dan meningkatkan kualitas layanan publik. Salah satu fokus utama yang tengah dikembangkan adalah digitalisasi penyaluran bantuan sosial (bansos) berbasis AI serta penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid menegaskan, penerapan AI di Indonesia tidak hanya ditujukan untuk mengikuti perkembangan teknologi global, tetapi harus mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Menurut Meutya, digitalisasi bansos berbasis AI ditargetkan dapat menjangkau sekitar 18 juta keluarga penerima manfaat atau setara dengan 50 juta penerima bantuan di seluruh Indonesia. Program tersebut telah diuji coba di Kabupaten Banyuwangi dan menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Pemerintah kini tengah menyiapkan langkah perluasan implementasi program ke berbagai daerah agar manfaat teknologi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Baca juga: Insentif Guru Madrasah Non ASN Cair Akhir Juni 2026, Kemenag Siapkan Transfer Langsung ke Rekening

“Kalau program ini berjalan sesuai rencana, maka ini akan menjadi salah satu program digital inclusion terbesar di kawasan,” jelasnya. 

Pengelolaan Data Lebih Akurat

Menurutnya, pemanfaatan AI memungkinkan pemerintah melakukan pengelolaan dan analisis data penerima bantuan sosial secara lebih akurat. Teknologi tersebut dapat mendukung proses verifikasi data, pembaruan informasi penerima, hingga pengambilan kebijakan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan efisien.

“AI membantu pemerintah mengelola dan menganalisis data dengan lebih baik sehingga proses verifikasi, pembaruan data penerima, hingga pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih akurat,” tuturnya.

Tak hanya berfokus pada sektor pelayanan publik, pemerintah juga melihat AI sebagai peluang besar untuk mendorong daya saing UMKM. Dengan dukungan teknologi digital, pelaku usaha dapat memperluas jangkauan pasar, meningkatkan efisiensi operasional, serta membuka peluang ekspansi bisnis hingga pasar regional.

Baca juga: Cara Membuat SIM Digital Lewat Aplikasi Digital Korlantas, Praktis dan Bisa Ditunjukkan Saat Razia

Meutya menilai, optimalisasi pemanfaatan AI akan semakin memperkuat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan mencapai 360 miliar dolar Amerika Serikat pada 2030. Proyeksi tersebut didukung oleh perkembangan pesat sektor perdagangan elektronik, tingginya penetrasi internet, serta kontribusi UMKM sebagai penggerak utama perekonomian nasional.

“Angka-angka pertumbuhan ekonomi digital harus tercermin dan berdampak bagi masyarakat. Teknologi harus menjadi alat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, memperkuat UMKM, dan memastikan transformasi digital benar-benar memberikan manfaat bagi seluruh Indonesia,” pungkas Meutya. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: