Banner Utama

Jangan Sepelekan! Ini Risiko Kesehatan Jika Menunda Buka Puasa

Kesehatan
By Redaksi Orbit-News.com  —  On Feb 21, 2026
Caption Foto : Ilustrasi.

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Buka puasa menjadi momen penting yang dinanti setelah tubuh menahan lapar dan dahaga seharian. Namun, sebagian orang kerap menunda berbuka karena kesibukan atau alasan tertentu. Padahal, kebiasaan ini dapat berdampak pada kondisi tubuh jika dilakukan berulang.

Saat waktu berbuka tiba, tubuh sebenarnya membutuhkan asupan makanan dan cairan untuk memulihkan energi yang hilang selama berpuasa. Jika ditunda terlalu lama, tubuh tetap berada dalam kondisi kekurangan cairan dan energi, yang berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan.

Berikut beberapa risiko yang perlu diwaspadai jika sering menunda buka puasa:

  1. Risiko dehidrasi meningkat
    Selama sekitar 12 jam berpuasa, tubuh tidak mendapatkan cairan sama sekali. Menunda berbuka membuat tubuh semakin lama berada dalam kondisi kekurangan cairan. Dampaknya bisa berupa lemas, pusing, hingga menurunnya fungsi organ.

Dalam kondisi berat, dehidrasi dapat memicu pingsan dan kejang akibat ketidakseimbangan elektrolit. Jika kehilangan cairan mencapai sekitar 15–25 persen dari volume tubuh, kondisi ini bahkan dapat mengancam jiwa. Karena itu, dianjurkan segera minum air putih saat azan magrib berkumandang. Bagi yang masih dalam perjalanan, sebaiknya menyiapkan minuman agar bisa segera berbuka tepat waktu.

Baca juga: Tips Tetap Produktif Bekerja Selama Ramadan

  1. Gula darah bisa turun drastis
    Selama puasa, tubuh menggunakan cadangan energi untuk mempertahankan fungsi normal. Ketika waktu berbuka ditunda, kadar gula darah berpotensi turun lebih jauh dari batas normal (sekitar 70–110 mg/dL).

Gula darah yang terlalu rendah membuat sel-sel tubuh kekurangan energi. Gejala awal biasanya berupa rasa lapar hebat, lemas, dan sakit kepala. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat berkembang menjadi gangguan yang lebih serius. Berbuka tepat waktu membantu menstabilkan kembali kadar gula darah.

  1. Gangguan pada sistem pencernaan
    Menunda makan saat berbuka juga dapat memengaruhi kesehatan saluran cerna. Lambung yang kosong terlalu lama berisiko mengalami kram, mual, hingga gangguan buang air besar seperti diare atau sembelit.

Selain itu, respons stres tubuh akibat menahan lapar lebih lama dapat memperlambat kerja pencernaan. Dalam jangka panjang, pola makan yang tidak teratur saat berbuka berpotensi memicu sindrom iritasi usus (IBS) serta meningkatkan risiko iritasi dan peradangan lambung.

Baca juga: Berat Badan Naik Saat Puasa? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Agar puasa tetap sehat, disarankan untuk menyegerakan berbuka dengan air putih dan makanan ringan bernutrisi, kemudian dilanjutkan makan utama secukupnya. Kebiasaan sederhana ini membantu tubuh pulih lebih cepat dan menjaga keseimbangan metabolisme selama Ramadan.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: