ORBIT-NEWS.COM, SEMARANG — Pemerintah memastikan kesiapan infrastruktur jalan nasional di Jawa Tengah menjelang arus mudik Lebaran 2026. Hingga akhir Februari, tingkat kemantapan jalan nasional di provinsi tersebut telah mencapai 93,47 persen.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta, Moch Iqbal Tamher, menegaskan penanganan saat ini diprioritaskan pada Jalur Pantura yang menjadi koridor utama pergerakan kendaraan lintas barat–timur Pulau Jawa.
Ia menyebut pekerjaan perbaikan seperti penambalan dan pemeliharaan jalan terus dikebut dan ditargetkan rampung paling lambat H-10 Lebaran agar jalur mudik dalam kondisi aman dan nyaman.
“Kegiatan penambalan dan perbaikan kita lakukan sampai H-10 Lebaran. Targetnya sebelum puncak arus mudik, kondisi jalan sudah siap dilintasi,” kata Iqbal saat di Kabupaten Semarang.
Selain perawatan rutin, BBPJN juga menggarap peninggian ruas Kaligawe, Kota Semarang, sepanjang 700 meter. Proyek ini mencakup jalur cepat dan jalur lambat mulai perbatasan jembatan tol hingga depan pintu masuk rumah sakit di kawasan tersebut.
Baca juga: D’Modifest 2026 Semarang Menggelegar, Panggung Modest Fashion Jateng Siap Tembus Pasar Dunia
Iqbal menargetkan ruas tersebut sudah dapat difungsikan pada 11 Maret mendatang. Kaligawe sendiri dikenal sebagai salah satu titik dengan volume lalu lintas tertinggi karena menjadi jalur utama Jakarta–Surabaya sekaligus penghubung aktivitas lokal Semarang–Demak.
Pihaknya sempat mempertimbangkan penutupan total ruas untuk mempercepat pekerjaan. Namun opsi itu dibatalkan setelah koordinasi dengan kepolisian lalu lintas karena tingginya arus kendaraan.
“Kalau ditutup total memang bisa lebih cepat, tetapi volume kendaraan di sana sangat tinggi sehingga tidak memungkinkan,” ujarnya.
Jalan Pantura
Di luar Kaligawe, BBPJN juga memprioritaskan penanganan di sejumlah wilayah Pantura seperti Pekalongan, Pemalang, Batang, dan Kendal. Beberapa ruas di daerah tersebut sebelumnya mengalami kerusakan akibat tingginya curah hujan pada Januari hingga awal Februari. Adapun pekerjaan preservasi meliputi patching, perbaikan rigid pavement, overlay aspal, hingga penanganan lubang jalan yang berpotensi membahayakan pengguna.
Baca juga: Siswa Difabel Unjuk Bakat di D’Modifest 2026, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Data per 27 Februari 2026 mencatat terdapat 256 ruas jalan nasional di Jawa Tengah dengan total panjang mencapai 1.581,45 kilometer. Tak hanya jalan, kondisi jembatan nasional juga dipastikan siap mendukung arus mudik. Dari total 852 unit jembatan sepanjang 33.075,32 meter, tingkat kemantapan tercatat 97,41 persen berdasarkan unit dan 95,67 persen berdasarkan panjang.
Iqbal mengakui faktor cuaca masih menjadi tantangan utama. Namun seluruh satuan kerja telah diminta tetap responsif terhadap perubahan kondisi lapangan.
“Kalau hujan malam, pagi harus sudah siap kerja. Persiapan alat, bahan, dan tenaga harus selalu standby,” tegasnya.
Ia menambahkan intensitas hujan di Pantura mulai menurun dibandingkan periode akhir Januari dan awal Februari, sehingga target perbaikan sebelum H-10 Lebaran dinilai realistis tercapai.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sebelumnya menyatakan kesiapan daerahnya menyambut lonjakan pemudik. Ia menekankan percepatan perbaikan infrastruktur menjadi kunci karena Jawa Tengah merupakan wilayah perlintasan utama nasional.
Berdasarkan proyeksi Kementerian Perhubungan, sekitar 17,7 juta orang diperkirakan masuk ke Jawa Tengah selama periode Lebaran 2026. Secara nasional, provinsi ini juga menjadi tujuan favorit dengan potensi pergerakan mencapai 38,71 juta orang. Untuk mendukung mobilitas tersebut, Pemprov Jawa Tengah terus memantapkan jalan provinsi sepanjang hampir 2.200 kilometer. Tingkat kemantapannya saat ini mencapai 94 persen, dengan fokus program 2026 pada aspek pemeliharaan.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.