ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Polemik soal dugaan penggelembungan harga sepatu siswa Sekolah Rakyat yang ramai diperbincangkan di media sosial ditepis tegas oleh Menteri Sosial, Saifullah Yusuf. Ia menyebut narasi yang beredar sebagai hoaks yang tidak berdasar dan cenderung membentuk opini negatif.
Gus Ipul menyampaikan, informasi yang viral telah dipelintir dari konteks sebenarnya. Salah satu sumber kesalahpahaman berasal dari foto yang beredar di media sosial. Dalam gambar tersebut, terlihat Gus Ipul bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyerahkan sepatu kepada siswa Sekolah Rakyat. Namun, ia menegaskan bahwa sepatu tersebut merupakan bantuan pribadi dari Khofifah yang bersumber dari APBD Jawa Timur, bukan bagian dari pengadaan Kemensos.
“Sepatu itu adalah hadiah dari Bu Khofifah untuk siswa, bukan dari program pengadaan Kemensos,” jelasnya.
Gus Ipul juga mengingatkan bahwa membandingkan satu jenis sepatu bermerek dengan keseluruhan pengadaan adalah tidak relevan. Setiap sepatu memiliki fungsi, spesifikasi, dan harga yang berbeda sesuai kebutuhan siswa.
Pagu Anggaran
Baca juga: Jelang Wajib Halal Oktober 2026, Kemenag Gencarkan Gerakan Halal Lifestyle untuk UMKM dan Masyarakat
Untuk meluruskan informasi, Kemensos membuka detail proses pengadaan sepatu secara transparan. Ia menjelaskan bahwa angka Rp700 ribu yang ramai diperbincangkan bukanlah harga beli, melainkan pagu anggaran atau batas maksimal. Dalam praktiknya, harga realisasi berada di bawah angka tersebut. Proses pengadaan dilakukan melalui mekanisme yang sesuai aturan, dengan sistem kompetitif untuk mendapatkan penawaran terbaik.
“Pemenangnya adalah yang menawarkan harga paling efisien dan memenuhi spesifikasi,” tegasnya.
Dalam program tahun 2025, setiap siswa Sekolah Rakyat mendapatkan beberapa jenis sepatu sekaligus untuk menunjang aktivitas harian, mulai dari sepatu lapangan, sepatu sekolah, sepatu olahraga, hingga sepatu santai. Seluruh paket tersebut juga sudah termasuk kaos kaki, sehingga tidak membebani siswa dengan biaya tambahan.
Harga sepatu pun bervariasi. Selain sepatu lapangan dengan pagu tertinggi, jenis lainnya berada di kisaran Rp200 ribu hingga Rp300 ribu, tergantung fungsi dan spesifikasinya.
Di tengah polemik yang terjadi, Gus Ipul tetap mengapresiasi masyarakat yang aktif mengawasi program pemerintah. Ia menilai kritik publik merupakan bagian penting dari transparansi.
Baca juga: Melalui Aplikasi Reviu MBG, Penerima Manfaat Kini Bisa Nilai Kualitas Makanan Secara Langsung
Namun demikian, ia menegaskan bahwa seluruh proses pengadaan di Kemensos dilakukan secara terbuka dan diawasi ketat. Bahkan, dirinya memastikan tidak ada intervensi dari pimpinan dalam proses tersebut.
“Kami berkomitmen tidak ikut campur dalam proses pengadaan. Semua berjalan sesuai aturan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa jika ditemukan bukti pelanggaran, pihaknya tidak akan ragu untuk menyerahkan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.