ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir membawa agenda besar pembangunan generasi muda Indonesia dalam ASEAN Ministerial Meeting on Youth ke-14 atau AMMY XIV 2026 yang digelar secara virtual. Dalam forum para menteri yang membidangi kepemudaan di kawasan ASEAN tersebut, Erick Thohir menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi antarnegara untuk menghadapi perubahan global yang semakin cepat dan kompleks.
Perkembangan kecerdasan buatan (AI), transformasi teknologi, perubahan kebutuhan dunia kerja, persoalan sosial, hingga isu kesehatan mental menjadi sejumlah tantangan besar yang akan dihadapi generasi muda ASEAN.
“Generasi muda kita sedang menghadapi dunia yang berubah lebih cepat dibandingkan sebelumnya,” ujar Erick Thohir.
Menurut Erick, perubahan tersebut harus dijawab dengan kebijakan dan kerja sama yang mampu mempersiapkan pemuda agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam perkembangan ekonomi, teknologi, dan kehidupan sosial di masa depan.
Indonesia sendiri memiliki modal besar dalam menghadapi era tersebut. Saat ini, jumlah pemuda Indonesia mencapai sekitar 66,8 juta orang. Jumlah tersebut menjadi kekuatan penting bagi Indonesia dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Baca juga: Logo Mandiri Hilang dari Gedung Thamrin, Ada Apa??
Desain Besar Kepemudaan Nasional
Untuk mempersiapkan generasi muda tersebut, pemerintah telah mengadopsi Desain Besar Kepemudaan Nasional untuk Karakter Pemuda Indonesia. Kebijakan ini dibangun berdasarkan tiga nilai utama, yakni patriotik, tangguh, dan empati.
Nilai-nilai tersebut kemudian diterapkan melalui berbagai program pengembangan kepemudaan, di antaranya Pertukaran Pemuda Wirasena, Kemah Pemuda Wirasena, Forum Kepemudaan Nasional, serta Kompetisi Debat dan Pidato Nasional.
Erick mengatakan berbagai program tersebut dirancang untuk memperluas ruang interaksi, pembelajaran, dan kolaborasi bagi generasi muda Indonesia.
“Ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk saling terhubung, belajar, sekaligus membangun proyek berdampak sosial dan inovasi digital,” jelasnya.
Baca juga: Haedar Nashir Raih Penghargaan Achmad Bakrie 2026
Dalam AMMY XIV 2026, Erick Thohir juga menyatakan dukungannya terhadap ASEAN Work Plan on Youth 2026-2030. Rencana kerja tersebut memberikan perhatian pada sejumlah isu strategis, mulai dari transformasi digital dan kecerdasan buatan, ketahanan terhadap perubahan iklim, kesehatan mental, hingga pengembangan kewirausahaan. Agenda tersebut dinilai sejalan dengan komitmen yang tertuang dalam Bali Declaration, yang diadopsi dalam Southeast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports di Bali pada Mei 2026.
Sebagai bagian dari penguatan kerja sama kepemudaan di kawasan, Indonesia juga menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah ASEAN Youth Interfaith Camp 2027. Forum tersebut diharapkan dapat menjadi ruang pertemuan generasi muda dari berbagai negara ASEAN untuk memperkuat dialog, toleransi, persahabatan, dan kerja sama lintas budaya serta lintas agama.
Erick menegaskan, masa depan ASEAN tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi dan kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kualitas investasi yang diberikan negara-negara anggota kepada generasi mudanya.
“Ini adalah investasi jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia di kawasan dan masa depan kita bersama. Indonesia siap memperkuat kerja sama tidak hanya dengan seluruh negara anggota ASEAN, namun juga kerja sama melalui kerangka ASEAN Outlook on the Indo-Pacific untuk membangun generasi muda,” pungkasnya. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.