ORBIT-NEWS.COM, KOTA PEKALONGAN — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan terus mempercepat pelaksanaan program 'kejar' imunisasi sebagai langkah strategis meningkatkan perlindungan anak dari berbagai penyakit menular berbahaya. Program ini menjadi fokus utama menyusul capaian imunisasi yang baru mencapai 76,9 persen, masih jauh dari target ideal untuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity).
Program imunisasi kejar ditujukan bagi anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal. Melalui pendekatan ini, pemerintah berupaya menutup kesenjangan cakupan imunisasi agar tidak ada anak yang luput dari perlindungan dasar kesehatan.
Programmer Imunisasi Dinkes Kota Pekalongan, Samsiyah Ratnawati, menegaskan bahwa pemerataan cakupan imunisasi menjadi kunci dalam mencegah potensi wabah penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin.
“Jika cakupan imunisasi tidak tinggi dan merata, maka kekebalan kelompok tidak akan terbentuk. Kondisi ini berisiko memicu kejadian luar biasa penyakit di masyarakat,” jelasnya, Selasa (14/4/2026).
Baca juga:
Kemenkes Terapkan Label “Nutri Level” pada Minuman Siap Saji, Dorong Masyarakat Lebih Cermat Konsumsi Gula
Lebih lanjut Samsiyah mengatakan, imunisasi kejar mencakup berbagai jenis vaksin penting seperti BCG, DPT, HB-Hib, polio, campak-rubella, rotavirus, hingga pneumokokus. Vaksin-vaksin tersebut berfungsi melindungi anak dari penyakit serius yang dapat menyebabkan komplikasi berat, kecacatan, bahkan kematian.
Pada tahun 2025, sebanyak 3.535 anak di Kota Pekalongan menjadi sasaran program ini. Dinkes menargetkan cakupan imunisasi dapat meningkat hingga 97 persen guna memastikan perlindungan kesehatan masyarakat yang lebih optimal.
Untuk mencapai target tersebut, Dinkes mengerahkan tenaga kesehatan bersama kader di tingkat masyarakat guna melakukan pendataan aktif. Petugas turun langsung ke lapangan untuk memvalidasi data anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.
“Pendataan dilakukan secara aktif agar tidak ada anak yang terlewat. Ini penting untuk memastikan seluruh sasaran terjangkau layanan imunisasi,” terangnya.
Pelaksanaan imunisasi kejar dilakukan sepanjang tahun melalui berbagai fasilitas layanan kesehatan, mulai dari puskesmas, posyandu, rumah sakit, hingga praktik bidan swasta. Seluruh layanan tersebut terintegrasi dalam sistem pelaporan Dinkes guna memastikan monitoring berjalan optimal.
Baca juga:
Kulit Dehidrasi Kerap Terabaikan, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya Sejak Dini
Dari sisi akses, masyarakat tidak perlu khawatir. Layanan imunisasi tersedia secara gratis di puskesmas dan posyandu. Sementara bagi masyarakat tanpa jaminan kesehatan, hanya dikenakan biaya administrasi pendaftaran.
Tingkatkan Kesadaran Masyarakat
Selain penguatan layanan, Dinkes juga menghadapi tantangan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya orang tua yang masih ragu terhadap imunisasi. Oleh karena itu, edukasi terus digencarkan untuk memberikan pemahaman yang benar terkait manfaat dan keamanan vaksin.
Samsiyah menuturkan, efek samping ringan seperti demam setelah imunisasi merupakan hal yang wajar sebagai bagian dari proses pembentukan kekebalan tubuh.
“Demam setelah imunisasi adalah respons normal tubuh. Orang tua tidak perlu khawatir karena kondisi ini bisa ditangani dengan perawatan sederhana,” katanya.
Baca juga:
Rutin Berolahraga, Kunci Menjaga Jantung Tetap Sehat dan Kuat
Ia juga menegaskan bahwa keterlambatan imunisasi tidak menghilangkan manfaatnya. Anak tetap dapat memperoleh perlindungan selama imunisasi dilengkapi sesegera mungkin.
Melalui program ini, Dinkes mengajak seluruh orang tua untuk berperan aktif melengkapi imunisasi anak sebagai bentuk perlindungan jangka panjang.
“Imunisasi adalah langkah pencegahan yang sangat penting. Jangan sampai anak-anak terpapar penyakit berbahaya hanya karena imunisasi tidak lengkap,” pungkasnya.