Di Tengah Ketidakpastian Global, Investasi Jawa Tengah Tembus Rp. 48.54 Triliun

Daerah Ekonomi
By Vivin  —  On Jul 30, 2026
Caption Foto : Kepala Dinas Penanganan Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Jawa Tengah, Sakina Rosellasari Bersama Rekan ( Foto : Dok. Diskomdigi Jateng )

ORBIT-NEWS.COM, SEMARANG – Di tengah situasi ekonomi dan geopolitik dunia yang masih penuh tantangan, iklim investasi di Jawa Tengah justru menunjukkan tren positif. Sepanjang semester I 2026, nilai investasi yang masuk ke provinsi ini mencapai Rp48,54 triliun, dengan total 55.989 proyek yang berhasil menyerap 213.217 tenaga kerja.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengatakan capaian tersebut berasal dari realisasi investasi triwulan I sebesar Rp23,02 triliun dan meningkat menjadi Rp25,53 triliun pada triwulan II.

Menurutnya, kenaikan sebesar 10,88 persen menjadi bukti bahwa Jawa Tengah masih mampu menarik minat investor meski kondisi global sedang bergejolak.

"Alhamdulillah, di tengah kondisi geopolitik yang tidak baik-baik saja, investasi di Jawa Tengah tetap tumbuh. Dari Rp23,02 triliun pada triwulan pertama meningkat menjadi Rp25,53 triliun di triwulan kedua, sehingga total semester I mencapai Rp48,54 triliun," ujar Sakina, Rabu (29/7/2026).

Baca juga: Rp. 19,07 Triliun Mengarah ke Jateng, CJIBF 2026 Buka Jalan Investasi Baru

PMA Masih Mendominasi

Dari total investasi tersebut, Penanaman Modal Asing (PMA) masih menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp25,92 triliun atau sekitar 53,40 persen. Sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menyumbang Rp22,62 triliun atau 46,60 persen.

Hingga pertengahan tahun, realisasi investasi Jawa Tengah telah mencapai 48,99 persen dari target tahun 2026 yang dipatok sebesar Rp99,09 triliun.

Hong Kong menjadi negara asal investasi terbesar dengan nilai Rp7,67 triliun, disusul Singapura (Rp6,19 triliun), Tiongkok (Rp4,55 triliun), Jepang (Rp2,20 triliun), dan Korea Selatan (Rp1,10 triliun).

Berdasarkan wilayah, Kota Semarang mencatat realisasi investasi tertinggi sebesar Rp6,57 triliun, diikuti Kabupaten Kendal (Rp6,56 triliun), Kabupaten Batang (Rp6,11 triliun), Kabupaten Temanggung (Rp4,58 triliun), dan Kabupaten Demak (Rp3,34 triliun).

Baca juga: DPU Banyumas Ingatkan Pentingnya PBG dan SLF, Legalitas Bangunan Dukung Keamanan dan Kenyamanan

Sementara dari sisi sektor usaha, industri manufaktur masih menjadi tulang punggung investasi di Jawa Tengah. Industri barang dari kulit dan alas kaki menjadi sektor dengan investasi terbesar mencapai Rp5,85 triliun, disusul industri karet dan plastik, industri kayu, industri mesin dan elektronik, serta industri tekstil.

Serap Lebih dari 213 Ribu Tenaga Kerja

Besarnya investasi yang masuk turut berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Kota Semarang menjadi daerah dengan jumlah pekerja terserap terbanyak, yakni 33.900 orang, terutama dari sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka).

Di bawahnya terdapat Kabupaten Kendal dengan 19.386 tenaga kerja, Kabupaten Brebes 18.203 orang, Kabupaten Jepara 17.338 orang, dan Kabupaten Semarang 15.854 orang.

Untuk menjaga tren investasi tetap positif, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong pengembangan kawasan industri di berbagai daerah. Langkah ini diharapkan mampu memberikan kepastian lokasi usaha sekaligus mempermudah investor dalam menanamkan modal.

Baca juga: DPU Banyumas Kawal Infrastruktur Pengajuan Bantuan Pembangunan 15 TPST, Dukung Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Pemprov menargetkan pembentukan 12 kawasan industri baru yang tersebar di Rembang, Demak, Kota Semarang, Kendal, Batang, Brebes, Kabupaten Semarang, Grobogan, Boyolali, Kebumen, Banyumas, dan Cilacap.

Sakina menambahkan, sesuai arahan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, DPMPTSP telah melakukan pemetaan potensi di seluruh kabupaten/kota. Hasilnya, terdapat enam wilayah yang sudah menarik minat investor untuk dikembangkan menjadi kawasan industri, yakni Rembang, Kendal, Pemalang, Demak wilayah Pantura, Sukoharjo, dan Grobogan.

"Kami akan terus mengawal seluruh prosesnya agar rencana pengembangan kawasan industri ini bisa segera terealisasi dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah," tutupnya. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: