ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Komisaris Utama Bluebird Group, Bayu Priawan Djokosoetono, memotivasi peserta Pesantren Kilat Ramadhan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mulai menapaki dunia kewirausahaan sejak usia muda. Ia menekankan pentingnya keberanian mencoba dan kemampuan beradaptasi di tengah perubahan zaman.
Dalam kegiatan yang digelar di Yayasan Perguruan Institut Pengembangan Pendidikan Indonesia (YP IPPI), Jakarta Timur, Bayu mengingatkan para santri agar tidak terjebak keraguan ketika hendak memulai usaha. Menurutnya, banyak calon pengusaha gagal melangkah karena terlalu lama mempertimbangkan risiko.
Ia menegaskan, kunci bertahan dalam bisnis adalah inovasi berkelanjutan. Produk atau jasa yang ditawarkan harus terus diperbaiki agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat. Bahkan saat usaha mulai menunjukkan hasil, evaluasi tetap perlu dilakukan.
“Ketika produk kita berhasil diterima pasar, justru di situlah harus diperkuat. Kalau gagal, evaluasi dan mulai lagi. Kalau berhasil pun tetap evaluasi,” jelasnya, Jumat (27/2/2026).
Bayu, yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI, berbagi pengalaman pribadinya saat masih sekolah. Ia mengaku pernah menyewakan video game miliknya kepada teman-teman untuk mendapatkan uang jajan karena saat itu hanya diberi uang makan oleh orang tua.
Baca juga: Ini Langkah Menuju Sertifikasi Halal bagi UMKM agar Produk Makin Kompetitif
Dari pengalaman sederhana tersebut, ia menilai peluang usaha bisa datang dari mana saja, termasuk dari keterampilan yang dimiliki pelajar saat ini, seperti kemampuan mengedit video atau desain digital.
Kesuksesan Tidak Instan
Menurutnya, kesuksesan tidak datang secara instan. Dunia usaha menuntut ketekunan, konsistensi, dan kesiapan menghadapi kegagalan. Setiap kegagalan, kata dia, seharusnya menjadi ruang pembelajaran untuk bangkit lebih kuat.
Ia juga mengajak para santri untuk memandang kegagalan secara positif, termasuk sebagai bagian dari rencana terbaik Tuhan yang mungkin menghindarkan seseorang dari risiko yang lebih besar.
“Jangan takut gagal. Terus eksplorasi diri agar pengetahuan bertambah dan kemampuan semakin berkembang,” pesannya.
Baca juga: Hadapi Kenaikan Harga Saat Ramadan, Ini 8 Cara Bangun Passive Income Modal Minim
Kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan MUI di YP IPPI diikuti sekitar 4.500 siswa SMP dan SMA/SMK secara hybrid, dengan 300 peserta hadir langsung di lokasi.
Sementara itu, Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI, Kartini, menegaskan pentingnya pembinaan karakter generasi muda. Ia menyebut para pelajar sebagai kader emas bangsa yang harus dibekali akhlak kuat.
Mengusung tema “Remaja Berakhlak, Bangsa Bermartabat”, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penguatan iman sekaligus wawasan bagi para peserta.
Kartini menekankan, kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekuatan materi, tetapi juga oleh kualitas moral warganya. Menurutnya, generasi muda yang tangguh dan beradab akan membawa Indonesia lebih kompetitif di tingkat global.
Baca juga: ParagonCorp Perluas Akses Pengembangan Kepemimpinan Mahasiswa Lewat Novo Club Batch 4
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.