52 Bencana Terjadi di Purbalingga hingga Oktober 2026, Kerugian Capai Rp1,3 Miliar

Banyumas Raya
By Hervina  —  On Oct 31, 2026
Caption Foto : Sima’an Al-Qur’an, Khotmil Qur’an, Istighosah, dan Pengajian memperingati Hari Santri 2026 di Pendopo Dipokusumo.(Foto : Dok.Prokompim Purbalingga).

ORBIT-NEWS.COM, PURBALINGGA – Kabupaten Purbalingga menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi seiring perubahan cuaca dari musim kemarau menuju musim hujan. Hingga 30 Oktober 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga mencatat sebanyak 52 kejadian bencana dengan total perkiraan kerugian mencapai Rp1,3 miliar.

Berbagai bencana tersebut meliputi tanah longsor, cuaca ekstrem, banjir, kekeringan, hingga kebakaran. Pemkab Purbalingga pun mengingatkan masyarakat agar tidak lengah menghadapi perubahan cuaca yang berpotensi memicu bencana.

Ajakan meningkatkan kewaspadaan sekaligus memohon keselamatan tersebut disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Purbalingga, Suroto dalam kegiatan Sima’an Al-Qur’an, Khotmil Qur’an, Istighosah, dan Pengajian memperingati Hari Santri 2026 di Pendopo Dipokusumo.

Suroto mengatakan, turunnya hujan setelah hampir empat bulan masyarakat menghadapi kekeringan patut disyukuri. Namun, kondisi tersebut juga harus disikapi dengan kesiapsiagaan karena perubahan cuaca dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi.

Baca juga: Hujan Deras Picu Longsor di Tiga Lokasi Somagede Banyumas

Menurutnya, doa bersama dalam rangkaian peringatan Hari Santri menjadi salah satu ikhtiar spiritual untuk memohon perlindungan dan keselamatan bagi seluruh masyarakat Purbalingga.

“Oleh karenanya dalam Khotmil Qur’an dan Istighosah ini kita semuanya berdo’a memohon pertolongan Allah agar Kabupaten Purbalingga senantiasa diberikan keselamatan, dijauhkan dari musibah serta masyarakatnya hidup aman, tentram dan sejahtera,” katanya.

Selain menjadi momentum untuk berdoa, peringatan Hari Santri 2026 juga dimanfaatkan untuk mengingat kembali kontribusi ulama dan santri dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Suroto menyinggung Resolusi Jihad sebagai salah satu tonggak sejarah yang memperlihatkan besarnya peran kalangan pesantren dalam menjaga kedaulatan bangsa.

“Peristiwa tersebut mengajarkan kepada kita bahwa santri bukan hanya penjaga nilai-nilai agama melainkan bagian penting dari perjalanan Indonesia,” ujar Suroto.

Baca juga: Inovasi Halal Center UIN Saizu Tarik Perhatian Menag di Expo Ekonomi Syariah Istiqlal

Ia menilai, semangat perjuangan para ulama dan santri perlu diteruskan melalui tindakan nyata. Mengingat jasa mereka tidak cukup hanya dengan seremoni maupun upacara peringatan, tetapi harus diwujudkan dalam pengabdian, karya, serta kontribusi positif bagi bangsa dan negara.

Suroto juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mendukung pembangunan Kabupaten Purbalingga.

Rangkaian Hari Santri

Sementara itu, rangkaian peringatan Hari Santri di Pendopo Dipokusumo berlangsung melalui sejumlah kegiatan keagamaan. Acara diawali dengan Sima’an Al-Qur’an, kemudian Khotmil Qur’an yang dipimpin KH Masyhudi Munir Al-Khafidz, Pengasuh Pondok Pesantren Al Mushafiyyah Desa Karanganyar.

Kegiatan dilanjutkan dengan istighosah yang dipimpin Ahmad Muntaqo dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, sebelum memasuki sesi tausiyah oleh Kyai Sonhaji.

Baca juga: Razia Miras Ilegal di Sokaraja Banyumas, Polisi Sita 59 Liter dari Sebuah Warung

Dalam ceramahnya, pimpinan Panti Asuhan Al Khoerot Majasari, Bukateja tersebut mengangkat pentingnya peran berbagai elemen masyarakat dalam menjaga keselamatan dan keberlangsungan kehidupan suatu daerah.

Mengutip pandangan mufasir Al-Qur’an Imam Al-Qurthubi, Kyai Sonhaji menjelaskan empat unsur yang perlu mendapat perhatian. Keempatnya meliputi pemimpin yang menjalankan amanah dan kewajibannya dengan baik, para alim yang mengajarkan kebaikan, tokoh masyarakat dan tokoh agama yang menegakkan amar makruf nahi mungkar, serta perempuan yang menjaga aurat dan kehormatannya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), unsur kecamatan dan kelurahan, serta perwakilan organisasi keagamaan, yakni PCNU, PD Muhammadiyah, dan LDII Kabupaten Purbalingga.

Melalui momentum Hari Santri, Pemkab Purbalingga berharap semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan penguatan nilai-nilai keagamaan dapat terus tumbuh, termasuk dalam menghadapi ancaman bencana dan membangun daerah. (*)

Baca juga: Viral Video Dugaan Penculikan Anak di Cilongok, Polresta Banyumas Ungkap Fakta Sebenarnya

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

■ ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami:

Tidak ada event.