ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Bubur jagung bukan sekadar makanan sederhana untuk mengganjal perut. Di balik teksturnya yang lembut dan rasanya yang lezat, olahan jagung ini menyimpan sejumlah nutrisi yang dapat mendukung kesehatan tubuh.
Bubur jagung cukup mudah ditemukan dan kerap disantap sebagai menu sarapan maupun camilan. Kandungan karbohidrat, serat, vitamin, mineral, serta antioksidan membuat makanan berbahan dasar jagung ini dapat menjadi pilihan menu bergizi, terutama jika diolah dengan bahan tambahan yang tepat.
Namun, cara mengolah bubur jagung turut menentukan nilai gizinya. Penambahan gula, santan, susu, mentega, keju, maupun kental manis dalam jumlah banyak dapat membuat kandungan kalori, gula, dan lemaknya meningkat.
Dalam setiap 100 gram bubur jagung terdapat sekitar 58 kalori. Jumlah tersebut berasal dari sejumlah nutrisi yang dibutuhkan tubuh, antara lain sekitar 12,5 gram karbohidrat, 0,6 gram serat, 1,1 gram protein, dan 0,3 gram lemak.
Jagung juga mengandung vitamin B kompleks, vitamin C, folat, kalium, magnesium, dan fosfor. Tidak hanya itu, jagung memiliki kandungan lutein dan zeaxanthin, dua jenis antioksidan yang dikenal berperan dalam membantu menjaga kesehatan mata.
Baca juga: Jangan Hanya Jalan Kaki, Latihan Otot Penting Saat Memasuki Usia Tua
Meski demikian, kandungan gizi dalam satu porsi bubur jagung dapat berbeda tergantung resep dan bahan yang digunakan. Bubur jagung dengan tambahan gula, santan atau kental manis tentu memiliki kalori lebih tinggi dibandingkan bubur yang dibuat lebih sederhana.
Karena itu, pemilihan bahan tambahan menjadi hal penting jika bubur jagung ingin dijadikan bagian dari pola makan sehat.
5 Manfaat Bubur Jagung bagi Kesehatan
Berikut sejumlah manfaat yang bisa diperoleh dari konsumsi bubur jagung sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang.
1. Menjadi sumber energi untuk beraktivitas
Baca juga: Kebiasaan Gigit Kuku, Sepele tapi Bisa Berdampak pada Kesehatan
Karbohidrat merupakan salah satu sumber energi utama bagi tubuh. Kandungan karbohidrat dalam jagung dapat digunakan tubuh sebagai bahan bakar untuk menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.
Mengonsumsi bubur jagung sebagai sarapan dapat membantu memenuhi kebutuhan energi pada awal hari. Agar lebih seimbang, bubur dapat dipadukan dengan sumber protein dan makanan bergizi lainnya.
2. Membantu menjaga kesehatan pencernaan
Kandungan serat dalam jagung dapat memberikan manfaat bagi sistem pencernaan. Serat membantu memperlancar proses buang air besar dan dapat membantu mengurangi risiko sembelit.
Asupan serat yang cukup juga penting untuk mendukung lingkungan saluran pencernaan yang sehat. Namun, kebutuhan serat tetap sebaiknya dipenuhi dari beragam sumber makanan, seperti sayuran, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
Baca juga: Kalori Nasi Goreng Berapa? Ini Perkiraan Tiap Varian dan Tips Membuatnya Lebih Sehat
3. Mendukung kesehatan mata
Salah satu keunggulan jagung adalah kandungan lutein dan zeaxanthin. Kedua senyawa tersebut merupakan antioksidan yang terdapat di jaringan mata dan berperan dalam membantu melindungi sel dari paparan radikal bebas.
Konsumsi makanan yang mengandung lutein dan zeaxanthin secara rutin dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan mata.
Menjaga kesehatan mata tentu tidak cukup hanya dengan mengandalkan makanan. Kebiasaan mengistirahatkan mata saat menggunakan perangkat digital dan melakukan pemeriksaan mata secara berkala juga penting.
4. Membantu mengendalikan nafsu makan
Baca juga: 3 Juta Warga Terpapar Kabut Asap Karhutla
Bubur jagung yang mengandung karbohidrat dan serat dapat membantu memberikan rasa kenyang. Rasa kenyang yang bertahan lebih lama berpotensi membantu seseorang mengurangi keinginan untuk makan secara berlebihan.
Manfaat ini akan lebih optimal apabila bubur jagung tidak dibuat dengan gula atau bahan berkalori tinggi dalam jumlah berlebihan.
Dengan pengolahan yang tepat, bubur jagung dapat menjadi salah satu pilihan menu yang mendukung pola makan terkontrol.
5. Mendukung kesehatan jantung
Jagung mengandung sejumlah mineral seperti kalium dan magnesium serta serat yang dapat menjadi bagian dari pola makan untuk mendukung kesehatan jantung.
Baca juga: Manfaat Nanas untuk Kolesterol, Bantu Jaga Jantung dan Pembuluh Darah
Kalium dan magnesium berperan dalam berbagai fungsi tubuh, sementara konsumsi serat yang cukup juga penting dalam pola makan sehat untuk menjaga kesehatan kardiovaskular.
Namun, manfaat tersebut akan lebih optimal jika diimbangi dengan kebiasaan hidup sehat, seperti rutin beraktivitas fisik, membatasi makanan tinggi garam dan lemak jenuh, serta menghindari rokok.
Bubur jagung pada dasarnya dapat menjadi pilihan makanan yang bergizi. Namun, tambahan bahan tertentu bisa mengubah kandungan kalorinya secara signifikan. Jika ingin membuat bubur jagung lebih sehat, penggunaan gula sebaiknya dibatasi. Begitu pula dengan santan, kental manis, mentega, susu, atau keju yang dapat meningkatkan kandungan kalori dan lemak.
Bubur jagung juga sebaiknya tidak menjadi satu-satunya sumber nutrisi dalam menu harian. Padukan dengan sumber protein, sayuran, buah, dan makanan bergizi lainnya agar kebutuhan nutrisi tubuh tetap terpenuhi. Dengan pengolahan yang tepat dan porsi yang sesuai, bubur jagung tak hanya lezat disantap, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pola makan yang lebih beragam dan bergizi. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.