600 Peserta Berebut 50 Kuota Beasiswa Maroko 2026, Kemenag Gelar Seleksi Nasional Berbasis Komputer

Pendidikan
By Ariyani  —  On Jun 07, 2026
Caption Foto : Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag), Amien Suyitno. (Foto ; Dok. Kemenag).

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Persaingan memperebutkan Beasiswa Kerajaan Maroko 2026 berlangsung ketat. Sebanyak 600 peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Computer Based Test (CBT) yang menjadi pintu awal seleksi program beasiswa luar negeri tersebut, Minggu (7/6/2026).

Dalam seleksi tahun ini, para peserta bersaing untuk mendapatkan 50 kuota beasiswa yang disediakan oleh Moroccan Agency for International Cooperation (AMCI). Kuota tersebut terdiri atas 30 beasiswa jenjang sarjana (S1), 10 magister (S2), dan 10 doktor (S3).

Pelaksanaan CBT digelar secara daring oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama dan dipusatkan di Pusat Pengembangan Bahasa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ciputat. Seleksi berlangsung serentak melalui jaringan Konsorsium Pusat Bahasa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag), Amien Suyitno mengatakan, program beasiswa ke Maroko menjadi salah satu jalur strategis untuk membuka akses pendidikan internasional bagi generasi muda Indonesia, khususnya lulusan madrasah, pendidikan diniyah formal, satuan pendidikan muadalah, hingga SMA dan SMK sederajat.

Menurutnya, beasiswa ini tidak hanya memberikan kesempatan menempuh pendidikan tinggi di luar negeri, tetapi juga menjadi sarana mencetak generasi intelektual muslim yang memiliki kemampuan akademik, penguasaan bahasa Arab, serta wawasan keislaman yang moderat.

Baca juga: SPMB Jateng 2026 Buka Akses Pendidikan Gratis, Lebih dari 231 Ribu Siswa Bakal Nikmati Sekolah Tanpa Biaya

“Beasiswa Kerajaan Maroko bukan sekadar kesempatan melanjutkan studi di luar negeri, tetapi juga ruang pembentukan kader intelektual muslim Indonesia yang memiliki kompetensi akademik, penguasaan bahasa Arab, serta wawasan keislaman yang moderat dan berdaya saing global,” kata Amien.

Ia menegaskan, proses seleksi dilakukan secara berlapis guna memastikan kandidat yang direkomendasikan benar-benar siap mengikuti pendidikan tinggi di Maroko. Tahun ini, sebanyak 50 kuota beasiswa disediakan AMCI melalui Kementerian Agama.

Kemampuan Bahasa Arab

Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), Sahiron, menjelaskan bahwa CBT menjadi instrumen penting untuk mengukur kemampuan bahasa Arab peserta. Kemampuan tersebut dinilai sebagai modal utama untuk mengikuti perkuliahan di berbagai perguruan tinggi di Maroko.

“Seleksi ini merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas mahasiswa Indonesia yang akan belajar di Timur Tengah. Kemampuan bahasa Arab menjadi aspek fundamental karena akan menentukan keberhasilan mereka dalam mengikuti proses akademik di kampus tujuan,” kata Sahiron.

Baca juga: Mahasiswa MKM Unsoed Edukasi Pencegahan Sarkopenia, Dorong Lansia Tetap Sehat, Aktif, dan Mandiri

Peserta yang berhasil lolos pada tahap CBT akan melanjutkan ke seleksi wawancara. Pada tahap ini, panitia akan menilai kemampuan hafalan Al-Qur’an, qiraatul kutub, wawasan keislaman, serta wawasan kebangsaan. Penentuan hasil akhir dilakukan berdasarkan akumulasi nilai CBT sebesar 60 persen dan wawancara sebesar 40 persen.

Kepala Pusat Pengembangan Bahasa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kustiawan, memastikan seluruh rangkaian seleksi telah dipersiapkan secara matang. Bersama Konsorsium Pusat Bahasa PTKI, pihaknya menyiapkan sistem CBT yang dirancang untuk menjamin transparansi, keamanan, dan akuntabilitas proses seleksi.

“Seluruh peserta mengikuti ujian berbasis komputer dengan mekanisme pengawasan yang telah ditetapkan panitia. Kami berupaya memastikan setiap peserta memperoleh kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa ujian tahun ini memanfaatkan aplikasi Safe Exam Browser (SEB) untuk menjaga keamanan pelaksanaan tes. Selain itu, pengawasan dilakukan melalui platform konferensi video sehingga peserta dari berbagai daerah tetap dapat mengikuti seleksi secara efektif tanpa mengurangi integritas ujian.

Program Beasiswa Kerajaan Maroko selama ini menjadi salah satu program studi luar negeri yang banyak diminati pelajar Indonesia. Selain menawarkan kesempatan belajar di sejumlah perguruan tinggi ternama di Maroko, program tersebut juga berkontribusi dalam memperkuat kerja sama akademik dan hubungan pendidikan antara Indonesia dan Maroko. Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, hasil CBT akan diumumkan pada 9 Juni 2026. Tahap wawancara dijadwalkan berlangsung pada 10 Juni 2026, sedangkan pengumuman akhir calon penerima Beasiswa Kerajaan Maroko 2026 akan disampaikan pada 12 Juni 2026. (*)

Baca juga: Paragon Wardah Buka Beasiswa Ri'aya 2026, Kesempatan Perempuan Muda Indonesia Belajar Kepemimpinan Global di Qatar

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: