KPID Jateng Ingatkan Bahaya Hoaks di Media Sosial

Masyarakat Diminta Cek Informasi Sebelum Share
Banyumas Raya
By Hermiana E. Effendi  —  On Sep 15, 2026
Caption Foto : Dialog Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah di Mitra FM Purwokerto.(Foto : Dok.Redaksi Orbit-News.com).

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Perkembangan media sosial membuat informasi menyebar semakin cepat. Hanya dengan satu sentuhan jari, sebuah pesan, foto, maupun video dapat diteruskan kepada banyak orang dalam hitungan detik. Namun, kemudahan tersebut juga menyimpan risiko. Informasi yang belum teruji kebenarannya dapat ikut tersebar luas dan berubah menjadi hoaks apabila pengguna tidak terlebih dahulu melakukan pemeriksaan.

Karena itu, masyarakat diminta tidak terburu-buru membagikan informasi yang diterima melalui media sosial. Kebiasaan mengecek sumber dan memastikan kebenaran informasi menjadi bagian penting dari literasi digital.

Komisioner Bidang Isi Siaran Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah, Muhammad Nur Huda, mengingatkan masyarakat agar lebih kritis ketika menerima maupun menyebarkan informasi di tengah derasnya arus konten digital. Menurutnya, literasi media bukan hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan smartphone atau mengakses media sosial. Literasi juga mencakup kemampuan memahami, menganalisis, mengevaluasi, serta menggunakan informasi secara bijak dan bertanggung jawab.

Saat ini, setiap orang memiliki kesempatan untuk menjadi penyampai informasi. Sebuah kabar dapat dibuat, diunggah, kemudian disebarkan tanpa harus melalui proses pemeriksaan seperti yang dilakukan lembaga media. Persoalannya, kecepatan penyebaran tersebut tidak selalu diikuti dengan verifikasi.

“Tidak semuanya informasi yang tersebar itu benar. Tidak semuanya akurat dan tidak semuanya bisa dipercaya,” ujar Muhammad Nur Huda dalam dialog bertema “Melek Informasi, Kendalikan Jari” di Mitra FM.

Baca juga: ABK KMN Barokah Anak Mas 03 Meninggal di Laut

Nur Huda mengingatkan masyarakat untuk melihat siapa yang menyampaikan informasi, dari mana kabar tersebut berasal, serta apakah terdapat sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sementara itu, Komisioner Bidang Isi Siaran KPID Jawa Tengah, Anas Syairul Alim, mengatakan pengguna media sosial perlu mengenali sejumlah tanda yang patut dicurigai dari sebuah informasi. Informasi dengan judul sangat provokatif, sumber tidak jelas, ajakan untuk segera menyebarkan pesan, maupun penggunaan foto dan video lama dengan konteks baru perlu diperiksa lebih lanjut.

“Jangan mudah kita repost, jangan mudah men-share sebelum kita teliti terlebih dahulu,” kata Anas Syairul Alim.

Menurutnya, menahan diri beberapa saat sebelum menekan tombol share merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap pengguna media sosial untuk mencegah penyebaran hoaks. Sikap tersebut sekaligus menjadi bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga ruang digital agar tidak dipenuhi informasi palsu maupun konten yang sengaja dibuat untuk memanipulasi masyarakat.

Algoritma Media Sosial Bisa Membentuk Ruang Informasi yang Sempit

Baca juga: Curanmor di Purwokerto Selatan Terungkap Kurang dari 1 Jam

Tantangan literasi digital tidak berhenti pada kemampuan membedakan berita benar dan palsu. Pengguna media sosial juga perlu memahami bagaimana algoritma bekerja. Platform digital umumnya menyajikan konten berdasarkan minat dan kebiasaan penggunanya. Akibatnya, seseorang dapat lebih sering mendapatkan informasi yang sesuai dengan pandangan atau keyakinannya sendiri.

Kondisi tersebut dapat membuat sebuah informasi terasa benar hanya karena terus muncul di beranda dan sesuai dengan apa yang ingin dipercayai. Karena itu, masyarakat perlu membiasakan diri mencari pembanding, melihat sumber lain, serta tidak langsung mempercayai informasi hanya karena banyak orang telah membagikannya.

Di tengah popularitas TikTok, Instagram, YouTube, WhatsApp, dan berbagai platform digital, radio dinilai masih memiliki peran penting sebagai salah satu sumber informasi bagi masyarakat. Anas mengatakan lembaga penyiaran memiliki mekanisme dan regulasi yang mengatur proses produksi hingga penyampaian informasi kepada publik.

“Radio sangat relevan untuk menjadi pemberi informasi yang benar. Ada kecepatan, tetapi juga ada akurasi, keberimbangan, edukasi, dan tanggung jawab kepada publik,” ujarnya.

Persoalan penggunaan media digital juga menjadi perhatian ketika berkaitan dengan anak-anak. Saat ini, anak semakin akrab dengan smartphone, YouTube, TikTok, gim, dan berbagai platform digital lainnya. Anas mengatakan orang tua tidak harus menjadi ahli teknologi untuk mendampingi anak menggunakan internet. Hal yang lebih penting adalah membangun komunikasi dan menciptakan ruang dialog.

Baca juga: Kebakaran Lahan Perhutani di Buayan Kebumen Meluas hingga 2 Hektare

“Kuncinya dialog. Kuncinya komunikasi dengan anak,” tutur Anas.

Orang tua dapat mulai dengan mengetahui platform yang digunakan anak, jenis konten yang mereka konsumsi, serta potensi risiko yang mungkin muncul. Pendampingan juga dapat dilakukan melalui penggunaan akun khusus anak maupun pemantauan aktivitas digital secara proporsional.

Selain mendorong masyarakat meningkatkan literasi media, KPID Jawa Tengah juga mengajak publik ikut mengawasi isi siaran radio dan televisi. Masyarakat dapat menyampaikan aduan melalui kanal resmi KPID Jawa Tengah apabila menemukan konten siaran yang dinilai bermasalah.

Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem informasi yang sehat. Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan untuk berhenti sejenak, memeriksa sumber, membandingkan informasi, dan memastikan kebenarannya menjadi semakin penting.

Sebab, satu kali menekan tombol share bukan hanya membuat informasi berpindah kepada orang lain, tetapi juga ikut menentukan apakah sebuah kabar yang belum terverifikasi akan semakin luas beredar di ruang digital. (*)

Baca juga: 5 Cafe Kekinian yang Ramai di Purwokerto, Cocok untuk Nongkrong dan Ngopi

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

■ ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Kemarau, Harga Beras Naik, Belanja Dapur Makin Berat
VOX

Kemarau, Harga Beras Naik, Belanja Dapur Makin Berat

Redaksi Orbit-News.com | 17 Sep 2026

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: