ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyumas kembali menggalang dukungan masyarakat melalui program Bulan Dana PMI. Pada pelaksanaan tahun ini, penghimpunan dana ditargetkan mencapai Rp2,5 miliar.
Program tersebut resmi dicanangkan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI, organisasi kemasyarakatan hingga masyarakat umum. Dana yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk memperkuat berbagai pelayanan kemanusiaan PMI Banyumas.
Ketua Panitia Bulan Dana PMI Banyumas, Dandim 0701/Banyumas Letkol Inf Edward Samosir, mengatakan capaian target Rp2,5 miliar bukan menjadi batas akhir. Ia berharap partisipasi masyarakat dapat membuat penghimpunan dana tahun ini melampaui target.
“Kami berharap target Bulan Dana PMI bisa mencapai Rp2,5 miliar atau bahkan lebih,” kata Edward, Rabu (2/9/2026).
Menurutnya, Bulan Dana PMI memiliki makna yang lebih luas dibanding sekadar kegiatan pengumpulan sumbangan. Program tersebut menjadi wadah untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong masyarakat dalam membantu sesama.
Baca juga: APBD Perubahan Purbalingga 2026 Disepakati, Anggaran Rp2,05 Triliun Menyasar Kebutuhan Masyarakat
Edward pun meminta seluruh panitia menjalankan tugas secara maksimal agar pelaksanaan Bulan Dana PMI berjalan dengan baik. Masyarakat juga diajak berpartisipasi tanpa harus terbebani karena nominal sumbangan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
PMI Banyumas Dapat Kepercayaan Masyarakat
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono usai pencanangan bulan dana PMI mengatakan, PMI Banyumas selama ini telah menunjukkan peran penting dalam berbagai situasi kemanusiaan. Salah satu bentuk kepercayaan masyarakat terlihat ketika terjadi bencana dan warga memilih menyalurkan bantuan melalui PMI.
“Dan PMI memang dipercaya masyarakat. Beberapa kali pada saat ada bencana, masyarakat banyak yang dari dulu membantu lewat PMI,” ujar Sadewo.
Ia juga menyebut PMI Banyumas sebagai salah satu organisasi PMI yang memiliki kinerja baik. Bahkan, berbagai kegiatan yang dilakukan PMI Banyumas dinilai menjadi rujukan bagi PMI dari daerah lain. Karena itu, Sadewo berharap dukungan yang diberikan masyarakat melalui Bulan Dana PMI nantinya benar-benar kembali dirasakan oleh masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan pertolongan saat terjadi bencana maupun kondisi darurat lainnya.
Baca juga: Wisuda UIN Saizu Purwokerto, 695 Lulusan Resmi Sandang Gelar Akademik
“Harapannya, dana yang terkumpul bisa kembali untuk kepentingan masyarakat,” katanya.
Ketua PMI Banyumas, Nungky Harry Rahmat mengatakan Bulan Dana PMI menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial masyarakat. Dukungan dari berbagai pihak akan membantu PMI meningkatkan kapasitas pelayanan ketika masyarakat membutuhkan bantuan.
“Dengan dukungan berbagai pihak, PMI diharapkan dapat semakin optimal hadir ketika masyarakat menghadapi bencana maupun membutuhkan layanan kemanusiaan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Markas PMI Banyumas Ariono Poerwanto menjelaskan dana yang dihimpun akan diprioritaskan untuk kegiatan kebencanaan dan kesukarelawanan. Selain penanganan bencana, dukungan dana juga diarahkan untuk pembinaan generasi muda melalui Palang Merah Remaja (PMR) dan Korps Sukarela (KSR).
“Yang utama kebencanaan,” kata Ariono.
Baca juga: Rumah Warga Kebumen Terbakar, Kabel Internet Diduga Sebagai Pemicu
PMI Banyumas juga memiliki sejumlah program bantuan bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan. Salah satunya bantuan untuk para penderes berupa santunan dan paket sembako selama 10 hari dengan nilai sekitar Rp750 ribu.
Peran PMI juga terlihat dalam penanganan dampak kekeringan. Saat masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, PMI Banyumas turut mendistribusikan bantuan air. Hingga kini, dukungan distribusi air bersih yang dilakukan PMI disebut telah mencapai sekitar 1,6 juta liter.
Ariono menegaskan dana yang diperoleh melalui Bulan Dana PMI tidak digunakan untuk membayar gaji pegawai. Penggunaannya diarahkan untuk kegiatan kemanusiaan, penanganan bencana dan mendukung aktivitas para relawan. Besaran sumbangan pun tidak dipatok sama untuk seluruh masyarakat. Kontribusi dapat diberikan sesuai kemampuan, mulai dari Rp3.000, Rp5.000 hingga nominal yang lebih besar dari pejabat maupun pimpinan organisasi perangkat daerah.
“Kepala dinas sekitar Rp350 ribu,” ujar Ariono.
Dengan skema tersebut, PMI Banyumas berharap partisipasi masyarakat dapat semakin luas. Setiap sumbangan, berapa pun nilainya, diharapkan ikut menopang kegiatan kemanusiaan PMI sepanjang tahun. (*)
Baca juga: Makin Ramai, Stasiun Gombong Jadi Andalan Perjalanan dan Wisata Kebumen
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.