ORBIT-NEWS.COM, KEBUMEN – Stasiun Gombong bukan lagi sekadar tempat kereta berhenti dan penumpang turun. Dalam beberapa tahun terakhir, stasiun yang berada di Kelurahan Wonokriyo, Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen, itu justru semakin ramai dan menjadi salah satu pintu masuk penting menuju wilayah barat Kebumen.
Dari stasiun inilah perjalanan masyarakat menuju berbagai kota di Pulau Jawa dimulai. Di sisi lain, wisatawan yang hendak menikmati destinasi Kebumen juga dapat menjadikannya sebagai titik awal perjalanan.
Tren peningkatan jumlah penumpang menunjukkan peran Stasiun Gombong yang semakin besar.
Pada 2023, rata-rata penumpang yang datang dan berangkat tercatat 33.646 orang per bulan. Jumlah itu naik menjadi 37.936 orang pada 2024, kemudian mencapai 41.338 orang per bulan pada 2025.
Hingga Agustus 2026, rata-rata volumenya kembali meningkat menjadi 44.861 penumpang per bulan. Jika dibandingkan dengan 2023, terjadi pertumbuhan sekitar 33 persen.
Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, mengatakan peningkatan tersebut menunjukkan semakin banyak masyarakat memilih kereta api sebagai moda perjalanan dari dan menuju Gombong.
“Pertumbuhan volume penumpang menunjukkan bahwa kereta api semakin menjadi pilihan masyarakat untuk melakukan perjalanan dari dan menuju Gombong. Kami melihat Stasiun Gombong bukan sekadar tempat naik dan turun kereta, tetapi juga bagian penting dari konektivitas masyarakat, termasuk untuk mendukung kegiatan ekonomi, pendidikan, maupun pariwisata di Kabupaten Kebumen,” ujarnya.
Setiap hari, sekitar 56 perjalanan kereta api penumpang dilayani di Stasiun Gombong. Kereta dengan berbagai kelas tersebut menghubungkan Gombong dengan sejumlah kota besar, mulai Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya hingga Banyuwangi.
Stasiun Tua yang Tak Kehilangan Peran
Di balik aktivitasnya yang terus meningkat, Stasiun Gombong menyimpan sejarah panjang.
Baca juga: Jateng Masuk Tiga Besar PPD 2026, Ini Program yang Jadi Andalan
Stasiun yang berada di ketinggian sekitar 18 meter di atas permukaan laut itu diresmikan pada 1887 oleh Staatsspoorwegen (SS), perusahaan kereta api Hindia Belanda. Pembangunannya menjadi bagian dari jalur kereta api lintas selatan Jawa.
Lebih dari satu abad berselang, fungsi strategisnya tetap bertahan. Stasiun Gombong menjadi penghubung perjalanan di jalur selatan, khususnya antara Kroya dan Kutoarjo serta berbagai kota lain di Pulau Jawa.
Fasilitas untuk penumpang pun terus disiapkan. Mulai ruang tunggu, toilet, musala, loket, hingga fasilitas yang mendukung kebutuhan penyandang disabilitas.
Tak hanya manusia yang bergerak dari stasiun ini. Stasiun Gombong juga melayani aktivitas logistik berupa bongkar-muat angkutan pupuk, sehingga ikut menopang pergerakan barang dan kegiatan ekonomi di wilayah sekitarnya.
Banyak Pilihan Wisata
Baca juga: Omzet Naik, UKM Jateng Corner Jadi Pintu UMKM Tembus Pasar Lebih Luas
Bagi wisatawan, Stasiun Gombong juga menawarkan keuntungan dari sisi lokasi.
Tidak jauh dari stasiun terdapat Benteng Van der Wijck, bangunan bersejarah peninggalan kolonial yang menjadi salah satu destinasi wisata populer di Gombong.
Dari Gombong, perjalanan juga dapat dilanjutkan menuju Pantai Menganti yang berjarak sekitar 30 kilometer. Ada pula Goa Jatijajar, Waduk Sempor, hingga Roemah Martha Tilaar.
Pilihan tersebut membuat kereta api menjadi salah satu alternatif menarik bagi wisatawan yang ingin mengeksplorasi Kebumen tanpa harus membawa kendaraan pribadi dari kota asal.
“ KAI terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan di Stasiun Gombong. Kami ingin stasiun ini terus tumbuh mengikuti kebutuhan masyarakat,” kata As’ad.
Baca juga: Wisuda UIN Saizu Purwokerto, 695 Lulusan Resmi Sandang Gelar Akademik
Pertumbuhan penumpang yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir menjadi sinyal bahwa Stasiun Gombong masih memiliki peran besar di tengah perkembangan transportasi.
Bukan hanya sebagai tempat transit, stasiun ini menjadi bagian dari perjalanan masyarakat, pergerakan ekonomi, dan geliat pariwisata Kebumen.
“Kami akan terus menghadirkan layanan yang selamat, nyaman, dan andal agar Stasiun Gombong semakin memberikan manfaat bagi mobilitas masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Kabupaten Kebumen,” pungkas As’ad. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.