ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Kabar baik bagi santri berprestasi yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali membuka Beasiswa Santri 2026 dengan sasaran 2.500 santri kelas 12 Madrasah Aliyah (MA) atau sederajat di berbagai daerah di Indonesia. Selain memberikan bantuan biaya, program ini juga membekali santri dengan pendampingan untuk menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi.
Beasiswa Santri BAZNAS menjadi salah satu program prioritas untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi santri, terutama mereka yang memiliki prestasi tetapi berasal dari keluarga kurang mampu.
Ketua BAZNAS, Sodik Mudjahid mengatakan, program yang berjalan sejak 2021 tersebut telah memberikan manfaat kepada puluhan ribu santri dari berbagai wilayah Indonesia.
"Hingga kini, program Beasiswa Santri BAZNAS ini, kami telah bermitra dengan ribuan pesantren dan merangkul 32.418 santri dari berbagai latar belakang di seluruh Indonesia untuk melangkah ke perguruan tinggi," kata Sodik.
Menurutnya, program tersebut juga menunjukkan hasil yang cukup signifikan. Pada 2025, lebih dari 7.300 santri berhasil diterima di berbagai perguruan tinggi, mulai dari PTN, PTKIN, PTS unggulan hingga perguruan tinggi kedinasan. Dari 10.000 penerima manfaat pada 2025, sebanyak 4.779 santri tercatat sebagai generasi pertama di keluarganya yang memiliki kesempatan menempuh pendidikan hingga jenjang sarjana.
Baca juga: Rumput Laut Diolah Jadi Camilan, FPIK Unsoed Dorong KWT Desa Beji Raup Penghasilan Tambahan
BAZNAS Dorong Santri Kuasai IPTEK
Sodik menegaskan, tujuan Beasiswa Santri BAZNAS bukan sekadar mengantarkan santri masuk perguruan tinggi. Program tersebut juga diarahkan untuk mendorong transformasi pesantren agar mampu melahirkan generasi yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa meninggalkan karakter serta nilai-nilai keislaman.
"Dari pesantren, kita berharap lahir dokter, insinyur, akademisi, profesional, pengusaha, birokrat, dan pemimpin yang memberikan kontribusi nyata bagi bangsa menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.
Ia pun mengingatkan para santri agar tidak hanya mendalami ilmu agama. Menurut Sodik, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, ekonomi, serta politik juga penting sebagai bagian dari perjuangan santri di era modern.
Sementara itu, Pimpinan BAZNAS Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad menjelaskan, setiap penerima Beasiswa Santri BAZNAS 2026 akan mendapatkan bantuan sebesar Rp4 juta. Dana tersebut bersumber dari Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Selain bantuan finansial, penerima juga mendapatkan pembinaan, sementara pesantren yang terlibat memperoleh dukungan peningkatan kapasitas dalam pelaksanaan program.
Baca juga: 4,1 Juta Anak Indonesia Belum Mendapatkan Akses Pendidikan
Idy mengatakan, program tersebut dirancang untuk menjawab kesenjangan akses pendidikan tinggi yang masih dihadapi santri, khususnya mereka yang tinggal di daerah pelosok.
"Program ini kami hadirkan karena kesempatan para santri, khususnya di kawasan pelosok untuk mengakses perguruan tinggi negeri ternama masih sangat terbatas. Jadi melalui program ini, BAZNAS memfasilitasi pendampingan semacam bimbingan belajar agar mereka memiliki kesempatan yang sama untuk menembus perguruan tinggi negeri favorit, baik umum maupun agama," jelasnya.
Dengan skema tersebut, bantuan BAZNAS tidak berhenti pada pemberian dana. Santri juga mendapat bekal akademik agar lebih siap menghadapi persaingan masuk perguruan tinggi. BAZNAS menargetkan para penerima beasiswa tidak hanya mampu menembus perguruan tinggi favorit, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang memiliki kompetensi akademik, wawasan luas, karakter kuat, serta mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat dan bangsa. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.