Penantian 4 Tahun Berakhir, Jembatan Permanen Cibun di Banyumas Mulai Dibangun

Banyumas Raya
By Vivin  —  On Aug 24, 2026
Caption Foto : Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono di acara peletakan batu pertama pembangunan jembatan permanen di Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Senin (24/8/2026). (Foto : Dok. Prokompim Banyumas).

ORBIT-NEWS.COM, BANYUMAS – Penantian panjang warga Grumbul Cibun, Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas untuk memiliki jembatan permanen akhirnya kembali menemukan titik terang. Setelah pembangunan sempat terhenti selama beberapa tahun, proyek jembatan di atas Sungai Logawa pada ruas Baseh–Sunyalangu kini kembali dilanjutkan.

Pembangunan jembatan permanen tersebut memasuki tahap keempat dan secara resmi dimulai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, Senin (24/8/2026).

Bagi warga Grumbul Cibun, dimulainya kembali pembangunan ini menjadi kabar yang telah lama dinantikan. Pasalnya, pembangunan jembatan permanen terakhir kali berjalan hingga tahap ketiga pada akhir 2022. Sejak saat itu, masyarakat harus kembali menunggu kelanjutan proyek yang menjadi harapan utama untuk memperlancar akses wilayah mereka.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas, Kresnawan Wahyu Kristoyo menjelaskan, pembangunan tahap keempat merupakan kelanjutan pekerjaan konstruksi jembatan. Pada tahap ini, Pemerintah Kabupaten Banyumas juga mendapatkan dukungan berupa bantuan gelagar dari pemerintah pusat. Bantuan tersebut memiliki nilai sekitar Rp5 miliar dan diharapkan dapat mempercepat penyelesaian konstruksi jembatan.

"Kami ucapkan terima kasih kepada Pak Yanuar yang telah ikut mengawal kegiatan ini sehingga mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat senilai sekitar Rp5 miliar," ujar Kresnawan.

Selain bantuan dari pemerintah pusat, pembangunan jembatan permanen Grumbul Cibun juga didukung anggaran dari APBD Kabupaten Banyumas sebesar Rp2,1 miliar.

Baca juga: Pelemparan Kereta Api di Daop 5, KAI Soroti Aksi Berbahaya yang Masih Terjadi

Menurut Kresnawan, pembangunan jembatan ini belum menjadi akhir dari pekerjaan. Pemerintah masih perlu melanjutkan pembangunan infrastruktur jalan di sisi seberang jembatan agar akses yang dibuka benar-benar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

"Bantuan dari pemerintah pusat melengkapi itu. Kami berharap pekerjaan ini tidak berhenti sampai di sini. Masih ada tahapan berikutnya, yaitu meneruskan jalan yang berada di seberang jembatan," tuturnya.

Sadewo Janji Perjuangkan Kelanjutan Jalan

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono mengatakan, pemerintah daerah akan terus berupaya memperjuangkan pembangunan lanjutan ruas jalan setelah jembatan permanen selesai.

Keberadaan jalan yang memadai dinilai sangat penting karena jembatan baru tersebut nantinya diharapkan mampu membuka akses yang lebih luas serta mempercepat mobilitas warga di kawasan Sunyalangu dan sekitarnya.

Baca juga: Meresahkan Warga, Polisi Evakuasi ODGJ di Buayan ke Rumah Sakit

Saat ini, kondisi akses di wilayah tersebut masih terbatas. Jalur yang tersedia baru memungkinkan dilalui kendaraan roda dua sehingga manfaat jembatan belum dapat dirasakan secara maksimal oleh kendaraan yang lebih besar.

"Kalau tahun 2027 sepertinya agak susah. Mudah-mudahan nanti 2028 bisa jalan," kata Sadewo mengenai kemungkinan kelanjutan pembangunan jalan.

Ia juga mengungkapkan adanya dukungan besar dari masyarakat untuk pembangunan akses tersebut. Warga yang memiliki lahan di sekitar rencana pelebaran jalan disebut telah menyatakan kesediaannya memberikan lahan tanpa meminta ganti rugi.

"Saya tadi menanyakan kepada warga terkait lahan mereka, mereka siap tanpa meminta ganti rugi," ucapnya. 

Bagi masyarakat Grumbul Cibun, jembatan bukan sekadar proyek infrastruktur. Akses tersebut menjadi jalur penting yang menentukan aktivitas sehari-hari warga. Salah seorang warga Grumbul Cibun RT 8, Wartun, mengatakan pembangunan jembatan permanen telah dinantikan masyarakat sejak lama. Ia bahkan masih mengingat kondisi warga sebelum adanya jembatan gantung yang dibangun pada 2004.

Baca juga: Polresta Banyumas Bongkar Penggelapan Uang ATM BRI, Dua Karyawan Jadi Tersangka

"Sebelum ada jembatan gantung pada tahun 2004, kami menyeberang lewat sungai," ungkap Wartun.

Menurut dia, akses jembatan sangat vital bagi kehidupan masyarakat. Ketika jembatan tidak dapat digunakan akibat pekerjaan pembangunan, aktivitas warga pun ikut terganggu.

"Waktu dulu ada pekerjaan di jembatan ini, kita enggak bisa ke mana-mana. Ke pasar harus jalan ke Sokawera. Jauh banget," katanya.

Wartun menuturkan warga Grumbul Cibun sangat menggantungkan mobilitas mereka pada keberadaan jembatan. Tanpa akses tersebut, perjalanan menuju berbagai fasilitas dan wilayah lain menjadi jauh lebih sulit. 

Jembatan permanen di atas Sungai Logawa ini direncanakan memiliki panjang 60 meter dan lebar 8 meter. Pengerjaan konstruksi tahap keempat ditargetkan selesai dalam waktu lima bulan. (*)

Baca juga: Kasus Dugaan Penipuan Pensiunan di Purwokerto Disidangkan, Dika Didakwa Penipuan dan Penggelapan

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: