ORBIT-NEWS.COM, KEBUMEN – Upaya menjaga kelestarian ekosistem pesisir di Pantai Lembupurwo, Desa Lembupurwo, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen, terus diperkuat. Bertepatan dengan peringatan Hari Konservasi Nasional, ratusan bibit tanaman pesisir ditanam dan 100 tukik penyu dilepasliarkan ke laut.
Aksi konservasi tersebut digelar PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Kebumen dan Kelompok Tani Hutan (KTH) Cemara, Rabu (19/8/2026).
Selain melepas 100 tukik, kegiatan tersebut juga ditandai dengan penanaman 900 bibit mangrove dan 100 pohon cemara laut. Penanaman dilakukan untuk memperkuat vegetasi pantai sekaligus menjaga kawasan dari ancaman abrasi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam mempertahankan ekosistem pesisir sekaligus mendorong penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam kegiatan perusahaan.
Supervisor HSSE Fuel Terminal Lomanis, Ahsanul Khalis, mengatakan keterlibatan Pertamina dalam kegiatan konservasi merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap kelestarian lingkungan, khususnya ekosistem pesisir di sekitar wilayah operasional. Menurutnya, keberadaan penyu di Pantai Lembupurwo perlu terus dijaga mengingat satwa tersebut menghadapi berbagai ancaman terhadap keberlangsungan populasinya.
Baca juga: Pelemparan Kereta Api di Daop 5, KAI Soroti Aksi Berbahaya yang Masih Terjadi
“Pelepasan tukik dilakukan untuk mencegah kelangkaan populasi penyu yang saat ini sudah dikategorikan hewan langka. Penanaman cemara dan mangrove diharapkan mampu membantu menahan abrasi di pantai sekaligus mendukung penyerapan karbon,” ujar Ahsanul.
Tak hanya melakukan penanaman dan pelepasliaran tukik, Pertamina juga mendorong pengembangan Pantai Lembupurwo sebagai destinasi wisata berbasis konservasi.
Konsep tersebut diharapkan mampu menggabungkan fungsi wisata, edukasi, dan pelestarian lingkungan. Dengan demikian, wisatawan tidak hanya menikmati keindahan pantai, tetapi juga dapat memahami pentingnya menjaga habitat penyu serta keberadaan mangrove dan cemara laut.
Dukungan Pertamina terhadap kelompok konservasi di Lembupurwo sendiri telah berlangsung selama sekitar dua tahun. Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa dukungan terhadap kegiatan pelepasliaran tukik dan penghijauan, tetapi juga pembangunan balai kelompok konservasi, fasilitas sanitasi, hingga dukungan modal untuk menunjang aktivitas pelestarian penyu.
Dulu Gersang, Kini Jadi Hutan Pesisir
Baca juga: Meresahkan Warga, Polisi Evakuasi ODGJ di Buayan ke Rumah Sakit
Perubahan wajah Pantai Lembupurwo menjadi kawasan hijau tidak terjadi dalam waktu singkat. Ketua KTH Cemara Desa Lembupurwo, Munadi, menceritakan kawasan tersebut dahulu didominasi pasir tanpa banyak vegetasi. Kondisi tersebut membuat kawasan pantai terasa sangat panas ketika musim kemarau. Selain itu, permukiman warga juga lebih terbuka terhadap terpaan angin laut.
Upaya penghijauan mulai dilakukan pada 2008. Inisiatif tersebut diprakarsai perangkat desa bernama Cokroaminoto dan kemudian berkembang dengan melibatkan masyarakat serta mahasiswa KKN Universitas Gadjah Mada.
Penanaman dilakukan secara bertahap hingga kawasan pesisir Lembupurwo kini berubah menjadi hamparan hutan cemara dan mangrove. Saat ini, luasan mangrove di kawasan tersebut diperkirakan mencapai 20 hektare. Sementara hutan cemara laut telah berkembang hingga sekitar 50 hektare.
“Tujuan kami selain melestarikan lingkungan, manfaat cemara bagi pantai sangat besar, terutama untuk penanggulangan abrasi, menahan angin yang membawa kadar garam, dan menahan angin puting beliung,” kata Munadi.
Menurutnya, vegetasi pesisir memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat. Cemara laut tidak hanya membantu mengurangi abrasi, tetapi juga berfungsi sebagai pelindung alami dari angin laut yang membawa kadar garam.
Baca juga: Polresta Banyumas Bongkar Penggelapan Uang ATM BRI, Dua Karyawan Jadi Tersangka
Sebelum kawasan tersebut dipenuhi pepohonan, angin kencang bahkan kerap menerjang hingga ke permukiman warga. Kini, keberadaan hutan cemara membuat kekuatan angin yang mencapai permukiman menjadi lebih rendah.
Konservasi di Pantai Lembupurwo tidak berhenti pada penghijauan. Masyarakat bersama kelompok konservasi juga terus menjaga kawasan tersebut sebagai habitat penyu untuk bertelur. Sejak akhir 2022, kelompok konservasi mencatat sekitar 25 indukan penyu telah mendarat dan bertelur di Pantai Lembupurwo. Aktivitas perlindungan penyu kemudian semakin intensif dilakukan sejak 2023. Dari upaya tersebut, sekitar 1.500 tukik telah berhasil ditetaskan dan dilepasliarkan ke laut.
Pelepasan 100 tukik dalam rangka Hari Konservasi Nasional menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga regenerasi populasi penyu di kawasan pesisir Kebumen.
Keberadaan kelompok konservasi masyarakat menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga habitat penyu. Di sisi lain, kegiatan tersebut juga membuka ruang edukasi bagi generasi muda dan wisatawan agar semakin memahami bahwa kelestarian pantai tidak hanya bergantung pada keindahan alam, tetapi juga pada keberadaan ekosistem yang sehat. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.