Ekspor Banyumas Melonjak 45 Persen, UMKM Lokal Makin Berani Tembus Pasar Global

Berita Advertorial
Caption Foto : Kabid Pengembangan Perdagangan dan Pengendalian Bahan Pokok dan Penting DKUKMP Kabupaten Banyumas, Wiwid Wijayadi menunjukan Minyak Atsiri, produk ekspor Banyumas yang nilainya terbesar saat ini. (Foto : Hermiana E.Effendi).

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat dan pelaku usaha, Kabupaten Banyumas justru menunjukkan kabar positif dari sektor perdagangan. Nilai ekspor Banyumas sepanjang Januari hingga Juni 2026 tercatat mencapai 59.916.405,36 dolar AS atau hampir 60 juta dolar AS. Capaian tersebut meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Berdasarkan data Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Banyumas, nilai ekspor Banyumas mengalami pertumbuhan hingga 45,12 persen. Pertumbuhan ini menjadi sinyal positif bagi perekonomian daerah, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mulai mampu memperluas pasar hingga ke mancanegara.

Kabid Pengembangan Perdagangan dan Pengendalian Bahan Pokok dan Penting DKUKMP Kabupaten Banyumas, Wiwid Wijayadi ST, MSi mengatakan, tren peningkatan ekspor Banyumas sebenarnya sudah terlihat sejak 2024.

Pada 2024, total nilai ekspor Banyumas tercatat sebesar 93.349.422,49 dolar AS. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 98.983.053,20 dolar AS pada 2025.

“Terlebih saat ini Pak Bupati Banyumas sangat konsen terhadap ekspor, dimana pelaku UMKM diberikan support agar bisa naik kelas dan merambah pasar ekspor,” ujar Wiwid dalam perbincangan bersama Orbit-News.com, Senin (17/8/2026).

Baca juga: Pelemparan Kereta Api di Daop 5, KAI Soroti Aksi Berbahaya yang Masih Terjadi

Dengan capaian ekspor yang sudah mendekati 60 juta dolar AS hanya dalam enam bulan pertama 2026, DKUKMP Banyumas optimistis nilai ekspor hingga akhir tahun dapat menembus angka 100 juta dolar AS.

Caption : Caption Foto : Secara berkala, petugas DKUKMP Banyumas mengunjungi pelaku eksportir untuk menyampaikan informasi ataupun edukasi. (Foto : Dok. DKUKMP Banyumas).

Minyak Atsiri dan Gula Kelapa Jadi Andalan Ekspor Banyumas

Dari berbagai komoditas yang diekspor Banyumas, Minyak Atsiri menjadi salah satu penyumbang terbesar. Nilai ekspor komoditas ini mencapai lebih dari 40 juta dolar AS hingga Juni 2026. Selain minyak atsiri, komoditas kayu olahan juga memiliki kontribusi besar dengan nilai sekitar 10 juta dolar AS. Sementara gula kelapa menyumbang sekitar 7 juta dolar AS.

Beragam produk khas dan unggulan Banyumas lainnya juga telah berhasil menembus pasar internasional. Di antaranya bulu mata, wig, jelly grass, climbing equipment, kerupuk, sapu glagah, emping melinjo dan berbagai produk lainnya.

Baca juga: Meresahkan Warga, Polisi Evakuasi ODGJ di Buayan ke Rumah Sakit

Keberagaman komoditas tersebut menunjukkan bahwa potensi ekspor Banyumas tidak hanya bertumpu pada satu jenis produk. Produk UMKM dan komoditas lokal dengan nilai tambah juga memiliki peluang besar untuk bersaing di pasar global.

Pertumbuhan ekspor Banyumas juga tidak terlepas dari kemudahan layanan bagi para pelaku usaha. Salah satunya melalui pelayanan Surat Keterangan Asal (SKA) yang kini dapat dilakukan di kantor DKUKMP Kabupaten Banyumas.

Sebelumnya, pengurusan SKA harus dilakukan di luar kota sehingga membutuhkan waktu dan biaya akomodasi lebih besar. Kini, pelaku usaha dapat mengajukan SKA secara online dan mengunggah berbagai persyaratan dari tempat mereka menjalankan usaha. Setelah proses selesai, dokumen dapat diambil di kantor DKUKMP Banyumas. Yang lebih menarik, layanan tersebut diberikan secara gratis.

“Sekarang membuat SKA bisa dilakukan di sini, pengajuan melalui aplikasi online, termasuk mengunggah berbagai persyaratannya, kemudian tinggal mengambil di kantor DKUKMP Banyumas dan gratis,” jelas Wiwid.

Kemudahan tersebut turut mendorong bermunculannya eksportir baru di Banyumas. Beberapa di antaranya bergerak di sektor sapu glagah, live reptiles dan peralatan olahraga. Untuk komoditas live reptiles, misalnya, berasal dari wilayah Lumbir berupa kura-kura dan ular. Sementara peralatan olahraga berupa perlengkapan climbing berasal dari Kecamatan Sumbang.

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini Jumat 28 Agustus 2026 Turun Rp5.000

Produk-produk Banyumas kini tidak hanya beredar di pasar domestik, tetapi telah menjangkau puluhan negara. Hingga Juni 2026, tercatat ada 53 negara yang menjadi tujuan ekspor Banyumas.

Amerika Serikat masih menjadi pasar terbesar. Nilai ekspor Banyumas ke negara tersebut hingga Juni 2026 telah mencapai lebih dari 15 juta dolar AS. Selain Amerika Serikat, sejumlah negara lain juga menjadi tujuan ekspor, seperti China, Thailand, Kanada, India, Belanda dan negara lainnya.

Capaian tersebut memperlihatkan bahwa produk Banyumas memiliki peluang untuk terus dikembangkan dan diperluas pasarnya. Tantangannya adalah memastikan pelaku usaha mampu menjaga kualitas, kontinuitas produksi, kemasan, legalitas serta standar produk sesuai kebutuhan pasar internasional.

Caption : Caption Foto : DKUKMP Kabupaten Banyumas menggelar pelatihan untuk eksportir di Banyumas. (Foto : Dok. DKUKMP Banyumas).

DKUKMP Dorong UMKM Banyumas Naik Kelas

Baca juga: Polresta Banyumas Bongkar Penggelapan Uang ATM BRI, Dua Karyawan Jadi Tersangka

Untuk memperkuat ekosistem ekspor, DKUKMP Banyumas juga aktif memberikan edukasi dan pendampingan kepada pelaku UMKM maupun calon eksportir. DKUKMP membuka berbagai kelas pelatihan dengan menggandeng sejumlah pihak, termasuk Kementerian Perdagangan. Pendampingan tersebut diarahkan agar pelaku UMKM memahami berbagai tahapan yang diperlukan untuk memasuki pasar ekspor.

“Kita berkolaborasi dengan Kementerian Perdagangan. Jika masih ada pengusaha yang butuh bantuan pembuatan website, kita juga menggandeng kalangan perguruan tinggi di Banyumas,” kata Wiwid.

Pendampingan seperti ini menjadi penting karena ekspor tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memproduksi barang. Pelaku usaha juga perlu memahami pemasaran digital, administrasi ekspor, legalitas, pengemasan, standar produk hingga strategi mencari pembeli dari luar negeri.

Di saat nilai ekspor Banyumas mengalami pertumbuhan, kondisi berbeda terjadi pada sektor impor. Nilai impor Kabupaten Banyumas hingga Juni 2026 justru mengalami penurunan. Data DKUKMP Banyumas mencatat, nilai impor hingga Juni 2026 mencapai 18.475.187,27 dolar AS. Angka tersebut turun sekitar 4,6 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Penurunan impor ini menjadi indikasi bahwa ketergantungan terhadap produk-produk dari luar negeri secara bertahap mulai berkurang. Jika tren tersebut dapat dipertahankan, pertumbuhan ekspor yang dibarengi dengan pengendalian impor berpotensi memberikan dampak positif terhadap neraca perdagangan daerah.

Baca juga: Kasus Dugaan Penipuan Pensiunan di Purwokerto Disidangkan, Dika Didakwa Penipuan dan Penggelapan

Program Trilas Perkuat Pengembangan UMKM

Peningkatan nilai ekspor Banyumas juga tidak terlepas dari dukungan Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, melalui Program Trilas terus menegaskan komitmennya dalam mendorong kemajuan UMKM daerah.

Dukungan terhadap UMKM menjadi salah satu bagian penting dalam membangun perekonomian daerah. UMKM tidak hanya didorong untuk bertahan di pasar lokal, tetapi juga diarahkan agar mampu meningkatkan kapasitas usaha dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Dengan nilai ekspor yang telah mencapai hampir 60 juta dolar AS pada pertengahan 2026, Banyumas kini memiliki modal kuat untuk menargetkan capaian ekspor lebih dari 100 juta dolar AS hingga akhir tahun.

Lebih dari sekadar angka, pertumbuhan ekspor tersebut menunjukkan bahwa produk lokal Banyumas memiliki daya saing dan peluang besar di pasar global. Tantangan berikutnya adalah bagaimana menjaga kualitas, memperkuat inovasi, memperluas jaringan pemasaran, serta memastikan semakin banyak UMKM mampu mengikuti jejak para eksportir yang telah lebih dulu berhasil.

Baca juga: UIN Saizu Buka KIP Kuliah 2026, 315 Mahasiswa Berpeluang Dapat Bantuan Pendidikan

Bagi pelaku UMKM, pasar ekspor bukan lagi sekadar peluang yang jauh dan sulit dijangkau. Dengan dukungan pelatihan, kemudahan layanan administrasi, pemanfaatan teknologi digital dan pendampingan yang tepat, produk dari Banyumas memiliki kesempatan untuk dikenal dan digunakan oleh konsumen di berbagai belahan dunia.

Pada akhirnya, semakin banyak produk lokal yang menembus pasar internasional, semakin besar pula peluang nilai ekonomi tersebut kembali menggerakkan usaha, membuka lapangan kerja dan memperkuat perekonomian Banyumas. Dari produk desa hingga pasar dunia, ekspor dapat menjadi salah satu jalan bagi UMKM Banyumas untuk benar-benar naik kelas. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: