Cara Menghitung Weton Jawa untuk Pernikahan dan Maknanya

Lifestyle
By Redaksi Orbit-News.com  —  On Aug 10, 2026
Caption Foto : Ilustrasi.

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Pernikahan bagi sebagian masyarakat Jawa tidak hanya menjadi momen menyatukan dua orang, tetapi juga berkaitan dengan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

Salah satu tradisi yang masih dilakukan adalah menghitung weton Jawa sebelum pernikahan. Perhitungan ini biasanya digunakan untuk melihat kecocokan pasangan dan menentukan hari yang dianggap baik untuk menikah. Weton merupakan gabungan antara hari kelahiran dan pasaran Jawa. Setiap hari dan pasaran memiliki nilai yang disebut neptu.  

Neptu hari dalam kalender Jawa terdiri dari:

  • Minggu: 5
  • Senin: 4
  • Selasa: 3
  • Rabu: 7
  • Kamis: 8
  • Jumat: 6
  • Sabtu: 9

Sementara nilai neptu pasaran adalah:

  • Legi: 5
  • Pahing: 9
  • Pon: 7
  • Wage: 4
  • Kliwon: 8

Nilai hari dan pasaran tersebut kemudian dijumlahkan untuk mendapatkan weton seseorang.

Baca juga: Bukan Sekedar Kenyang, Ini Makanan yang Bisa Mendukung Kecerdasan Anak

Cara Menghitung Weton untuk Pernikahan

Sebagai contoh, calon pengantin laki-laki lahir pada Senin Kliwon.

Senin memiliki neptu 4 dan Kliwon 8. Jadi jumlah neptunya adalah 12.

Sementara calon pengantin perempuan lahir pada Jumat Legi. Jumat memiliki neptu 6 dan Legi 5, sehingga jumlah neptunya adalah 11.

Kemudian kedua neptu dijumlahkan:

Baca juga: Jangan Hanya Jalan Kaki, Latihan Otot Penting Saat Memasuki Usia Tua

12 + 11 = 23.

Angka 23 tersebut selanjutnya digunakan dalam hitungan tradisional Jawa untuk menentukan kategori kecocokan pasangan. 

Dalam tradisi Jawa, hasil perhitungan weton pernikahan umumnya dikenal dalam delapan kategori.

  1. Pegat: dipercaya berkaitan dengan berbagai tantangan dan masalah dalam rumah tangga.
  2. Ratu: dipercaya menggambarkan pasangan yang harmonis dan dihormati.
  3. Jodoh: dipercaya menunjukkan kecocokan dan hubungan yang saling melengkapi.
  4. Topo: menggambarkan rumah tangga yang membutuhkan perjuangan untuk mencapai kestabilan.
  5. Tinari: dipercaya berkaitan dengan keberuntungan, kebahagiaan, dan rezeki.
  6. Padu: dikaitkan dengan kemungkinan munculnya perbedaan pendapat atau pertengkaran.
  7. Sujanan: dipercaya berkaitan dengan ujian dalam hubungan, termasuk rasa curiga atau gangguan dari pihak lain.
  8. Pesthi: dipercaya memiliki makna rumah tangga yang tenteram, harmonis, dan damai.

Selain menghitung kecocokan pasangan, weton juga kerap digunakan untuk menentukan hari pernikahan atau waktu pelaksanaan sejumlah ritual adat. Meski demikian, hitungan weton merupakan bagian dari tradisi dan kepercayaan masyarakat Jawa. Weton tidak dapat menjadi ukuran pasti mengenai masa depan sebuah rumah tangga.

Keharmonisan pernikahan tetap bergantung pada komunikasi, kepercayaan, komitmen, serta kesiapan pasangan dalam menghadapi kehidupan bersama. Bagi masyarakat yang masih menjalankan adat Jawa, menghitung weton dapat menjadi bagian dari upaya melestarikan tradisi sekaligus menghormati warisan budaya leluhur. (*)

Baca juga: Hukum Tabur Tuai dalam Merawat Orangtua, Benarkah Kebaikan Akan Kembali Saat Kita Tua?

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: