Caption Foto : Kartika Widjaya memaparkan tentang pentingnya investasi untuk keberlangsungan hidup di acara Glory Family, Minggu (5/7/2026). (Foto : HermianaE. Effendi).
ORBIT-NEWS.COM, BANYUMAS – Keuskupan Purwokerto memperkuat kualitas pembekalan pranikah dengan membekali para pengampu dari 27 paroki mengenai literasi keuangan dan pengelolaan ekonomi rumah tangga. Melalui program Glory Family bertema "Bagaimana Mengelola Ekonomi Rumah Tangga", para pengampu diharapkan mampu memberikan edukasi finansial yang lebih komprehensif kepada pasangan yang akan menikah.
Penggagas kegiatan, Kartika Widjaya mengatakan, pembekalan tersebut dilatarbelakangi oleh banyaknya persoalan ekonomi yang menjadi pemicu konflik hingga berujung pada keretakan rumah tangga. Karena itu, ia menilai pemahaman mengenai pengelolaan keuangan perlu menjadi bagian penting dalam materi pembekalan pranikah.
"Saya mendatangi para romo dan berdiskusi panjang, sampai akhirnya terwujud program ini. Di sini hadir dari 27 paroki, setiap paroki ada pengampu yang biasa memberikan pembekalan kepada anak-anak muda yang akan menikah. Jika mereka sudah diberikan pemahaman tentang keuangan, maka bekal untuk para calon pengantin ini juga akan lebih mantap,"kata Kartika, Minggu (5/7/2026).
Menurutnya, memilih jalur gereja sebagai media edukasi merupakan langkah yang efektif karena gereja memiliki struktur organisasi yang tertata hingga tingkat paroki. Dengan demikian, materi yang diberikan kepada para pengampu dapat diteruskan secara berkelanjutan kepada calon pengantin di masing-masing wilayah pelayanan.
Kartika berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kualitas pembekalan pranikah, sehingga pasangan muda memiliki bekal yang lebih matang dalam mengelola keuangan keluarga sejak awal pernikahan.
"Dalam ajaran kami, pasangan hidup itu tidak boleh bercerai, sehingga setiap keluarga harus memiliki pondasi ekonomi yang sehat," ungkapnya.
Kegiatan Glory Family berlangsung selama dua hari, mulai Sabtu (4/7/2026) hingga Minggu (5/7/2026), di Griya Hening Baturraden, Kabupaten Banyumas.
Selama pelatihan, para pengampu mengikuti enam sesi yang membahas berbagai aspek kehidupan keluarga. Materi diawali dengan sesi Glory Family Sukses Sejati yang mengulas kehidupan berumah tangga, kebutuhan keluarga, peningkatan keterampilan untuk memperkuat ekonomi keluarga, hingga membangun kepedulian sosial.
Selanjutnya, peserta mendapatkan materi mengenai pola pikir keuangan, perencanaan finansial keluarga, serta strategi mengelola ekonomi rumah tangga agar tetap sehat dan berkelanjutan. Bekal tersebut nantinya akan menjadi materi pendamping dalam pembekalan pranikah yang diberikan kepada calon pengantin di 27 paroki Keuskupan Purwokerto.
Caption : Caption Foto : Glory Family juga menghadirkan berbagai pengalaman keuangan yang disampaikan langsung oleh pelaku. (Foto : Hermiana E. Effendi).
Bahas Tantangan Hidup, Pengelolaan Utang hingga Investasi
Pada hari terakhir, peserta mengikuti sesi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam kehidupan berkeluarga, termasuk cara keluar dari jeratan utang. Dalam sesi tersebut, Toni Hartono membagikan pengalaman pribadinya saat menghadapi masalah utang hingga akhirnya bangkit, bertobat, dan memulai kehidupan baru dengan pengelolaan keuangan yang lebih baik.
Sesi penutup disampaikan Kartika Widjaya yang mengulas pentingnya investasi sebagai bagian dari perencanaan keuangan keluarga. Ia menegaskan, waktu merupakan faktor utama dalam investasi, sehingga semakin dini seseorang memulai, semakin besar manfaat yang dapat diperoleh pada masa depan.
Kartika juga menjelaskan, bahwa sebelum mulai berinvestasi, setiap keluarga perlu memastikan kebutuhan pokok, dana darurat, dan perlindungan melalui asuransi telah dipenuhi.
"Investasi penting untuk mengantisipasi kebutuhan masa depan saat sudah masuk masa pensiun. Namun, ada hal-hal yang harus dipenuhi terlebih dahulu, yaitu kebutuhan hidup, dana darurat, serta asuransi sebagai instrumen proteksi terhadap aset dan pendapatan keluarga. Investasi tidak selalu harus dimulai dari nilai yang besar, tetapi lebih penting untuk segera memulai dan konsisten," jelasnya.
Menurut Kartika, investasi bukan sekadar mengejar keuntungan, melainkan bentuk tanggung jawab dalam mempersiapkan masa depan keluarga. Melalui investasi yang terencana, keluarga dapat mempersiapkan biaya pendidikan anak, dana kesehatan, dana pensiun, tujuan jangka panjang, hingga warisan bagi generasi berikutnya.
"Ketika kita berinvestasi, sebenarnya kita sedang berkata, 'Saya peduli terhadap masa depan keluarga saya'. Karena itu, mulailah berinvestasi sesuai kemampuan, jangan menunggu kaya untuk mulai berinvestasi. Justru investasi yang konsisten membantu kita membangun kekayaan. Namun yang perlu dipastikan adalah berinvestasi di tempat yang resmi, yang sudah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," pungkasnya. (*)