Pangkas Biaya Operasional, Bupati Banyumas Siapkan Motor Listrik untuk Kades dan Penilik Sekolah

Banyumas Raya Ekonomi
By Vivin  —  On Aug 07, 2026
Caption Foto : Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono Uji Coba Motor Listrik VinFast di Halaman Pendopo Si Panji, Purwokerto, Jumat (7/8) ( Foto : Dok. Prokompim Banyumas )

ORBIT-NEWS.COM, BANYUMAS – Pemerintah Kabupaten Banyumas mulai menunjukkan keseriusannya memasuki era kendaraan listrik. Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono bahkan turun langsung menjajal sepeda motor listrik VinFast dalam uji coba yang digelar di halaman Pendopo Si Panji Purwokerto, Jumat (7/8/2026).

Didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Hirawan Danan Putra, penilik Dinas Pendidikan, serta perwakilan Satria Praja, Sadewo mengendarai motor listrik tersebut sebagai bagian dari rencana besar transformasi kendaraan operasional pemerintah daerah.

Bukan sekadar uji coba, langkah ini menjadi sinyal dimulainya perubahan menuju sistem transportasi pemerintahan yang lebih hemat, ramah lingkungan, dan efisien. Pemkab Banyumas pun menyiapkan pengadaan kendaraan listrik bagi kepala desa dan penilik sekolah sebagai pengganti kendaraan operasional yang telah menua.

"Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen daerah dalam menekan beban BBM sekaligus mendukung akselerasi ekosistem kendaraan listrik," ujar Sadewo.

Menurutnya, penggunaan kendaraan listrik akan memangkas biaya operasional pemerintah secara signifikan. Salah satu alasan memilih VinFast adalah fasilitas pengisian daya gratis selama tiga tahun pertama yang diberikan kepada penggunanya.

Baca juga: Pelemparan Kereta Api di Daop 5, KAI Soroti Aksi Berbahaya yang Masih Terjadi

"Yang menarik, pihak VinFast memberikan fasilitas charging secara gratis selama tiga tahun pertama. Artinya, tidak ada pengeluaran untuk beli BBM maupun listrik selama tiga tahun," ungkapnya.

Tak hanya itu, kendaraan listrik tersebut juga dibekali garansi baterai hingga enam tahun sehingga dinilai mampu menekan biaya perawatan dalam jangka panjang.

Efisiensi Anggaran Sekaligus Tambah PAD

Program kendaraan listrik ini tak hanya berorientasi pada penghematan biaya operasional. Kerja sama dengan VinFast juga diproyeksikan membuka peluang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penyewaan lahan milik pemerintah sebagai lokasi pembangunan charging station.

Pemkab Banyumas bersama VinFast merencanakan pembangunan hingga 250 titik stasiun pengisian daya di berbagai lokasi strategis, mulai dari kawasan stasiun hingga pusat-pusat aktivitas masyarakat.

Baca juga: Meresahkan Warga, Polisi Evakuasi ODGJ di Buayan ke Rumah Sakit

Dari 165 titik lahan milik pemerintah yang diajukan, sebanyak 82 lokasi telah disetujui untuk disewa oleh VinFast dengan masa kerja sama selama lima tahun.

Selama tiga tahun pertama, charging station tersebut akan melayani kendaraan VinFast tanpa dipungut biaya. Memasuki tahun keempat, pengguna VinFast hanya dikenakan tarif 50 persen, sedangkan kendaraan listrik merek lain membayar tarif normal.

Puluhan Motor Listrik untuk Pelayanan Publik

Pemkab Banyumas berencana mengalokasikan sekitar 90 unit sepeda motor listrik untuk menunjang mobilitas kepala desa dan penilik sekolah. Selain itu, beberapa unit mobil listrik berukuran kecil juga akan disiapkan untuk mendukung patroli dan operasional Dinas Perhubungan.

Sadewo menilai kebijakan ini akan memangkas pengeluaran pemerintah yang selama ini digunakan untuk penggantian biaya bahan bakar kendaraan dinas.

Baca juga: UPZ LPPSLH Diluncurkan, Dana ZIS Diarahkan untuk Perkuat Kemandirian Masyarakat

"Kalau pakai BBM, operasionalnya harus sistem reimburse ke Pemda. Dengan kendaraan listrik ini, selama tiga tahun tidak ada reimburse BBM sama sekali. Ini jelas efisiensi anggaran yang lumayan," katanya.

Yang menarik, pendanaan program tersebut bukan berasal dari tambahan anggaran baru. Sadewo justru memilih mengalihkan dana yang semula disiapkan untuk pembelian mobil dinas Bupati.

"Selama masa jabatan, saya tidak mengutamakan pembelian mobil dinas baru untuk Bupati. Lebih baik anggarannya dialihkan untuk kebutuhan operasional yang langsung menyentuh pelayanan di tingkat desa dan pendidikan," tegasnya.

Meski demikian, Sadewo memastikan transformasi kendaraan dinas menuju kendaraan listrik akan dilakukan secara bertahap. Evaluasi terhadap penggunaan armada pada tahap awal akan menjadi dasar sebelum program diperluas ke seluruh kendaraan operasional Pemerintah Kabupaten Banyumas.

Dengan langkah ini, Banyumas berupaya menjadi salah satu daerah yang lebih siap menyambut transisi energi bersih, sekaligus membangun sistem pelayanan publik yang lebih efisien, modern, dan berkelanjutan. (*)

Baca juga: Polresta Banyumas Bongkar Penggelapan Uang ATM BRI, Dua Karyawan Jadi Tersangka

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: