ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Memiliki berat badan berlebih sering kali hanya dikaitkan dengan persoalan penampilan. Padahal, kondisi ini dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius yang berpengaruh terhadap kualitas hidup. Ketika lemak tubuh menumpuk secara berlebihan, berbagai organ harus bekerja lebih keras sehingga memicu gangguan kesehatan dalam jangka panjang.
Para ahli kesehatan menyebut obesitas sebagai salah satu faktor risiko utama berbagai penyakit tidak menular yang kini semakin banyak dialami masyarakat.
Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung
Berat badan yang terlalu gemuk dapat menyebabkan tekanan darah, kadar kolesterol, dan kadar trigliserida meningkat. Kombinasi kondisi tersebut membuat risiko penyakit jantung dan stroke menjadi lebih tinggi.
Semakin lama obesitas tidak ditangani, semakin besar pula beban yang harus ditanggung oleh jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh.
Baca juga: Jangan Hanya Jalan Kaki, Latihan Otot Penting Saat Memasuki Usia Tua
Rentan Mengalami Diabetes Tipe 2
Penumpukan lemak, terutama di area perut, dapat mengganggu kerja insulin dalam mengatur kadar gula darah. Kondisi ini dikenal sebagai resistensi insulin yang menjadi penyebab utama diabetes tipe 2.
Jika tidak dikendalikan, diabetes dapat memicu komplikasi seperti gangguan ginjal, kerusakan saraf, hingga gangguan penglihatan.
Nyeri Sendi dan Gangguan Tulang
Kelebihan berat badan memberikan tekanan lebih besar pada sendi, terutama lutut, pinggul, dan pergelangan kaki. Akibatnya, seseorang lebih mudah mengalami nyeri sendi hingga osteoartritis.
Baca juga: Tak Perlu Mahal, Masakan Rumahan Sederhana Ini Bisa Bikin Nasi Nambah
Aktivitas sederhana seperti berjalan atau naik tangga pun bisa terasa lebih berat ketika berat badan terus meningkat.
Gangguan Pernafasan Saat Tidur
Orang dengan obesitas memiliki risiko lebih tinggi mengalami sleep apnea, yaitu gangguan pernapasan saat tidur yang ditandai dengan berhentinya napas selama beberapa detik secara berulang.
Kondisi ini dapat menyebabkan kualitas tidur menurun, tubuh mudah lelah, sulit berkonsentrasi, bahkan meningkatkan risiko penyakit jantung.
Hati Berlemak
Baca juga: Weton Wage Disebut Keramat, Ini Makna dan Kepercayaan yang Hidup dalam Tradisi Jawa
Lemak berlebih juga dapat menumpuk di organ hati dan memicu penyakit hati berlemak non-alkohol (NAFLD). Pada tahap tertentu, kondisi ini dapat berkembang menjadi peradangan, jaringan parut pada hati, hingga gagal hati bila tidak ditangani.
Karena sering tidak menimbulkan gejala pada awalnya, banyak orang baru menyadari kondisi tersebut setelah menjalani pemeriksaan kesehatan.
Meningkatkan Risiko Beberapa Jenis Kanker
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa obesitas berkaitan dengan meningkatnya risiko beberapa jenis kanker, seperti kanker usus besar, kanker payudara setelah menopause, kanker rahim, kanker ginjal, hingga kanker hati.
Meski obesitas bukan satu-satunya penyebab, menjaga berat badan ideal merupakan salah satu langkah penting untuk membantu menurunkan risiko tersebut.
Baca juga: Hukum Tabur Tuai dalam Merawat Orangtua, Benarkah Kebaikan Akan Kembali Saat Kita Tua?
Menjaga berat badan tetap ideal bukan berarti harus menjalani diet ekstrem. Langkah yang lebih dianjurkan adalah menerapkan pola makan bergizi seimbang, memperbanyak konsumsi buah dan sayur, rutin berolahraga setidaknya 150 menit per minggu, tidur yang cukup, serta menghindari konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak jenuh secara berlebihan.
Dengan menerapkan gaya hidup sehat secara konsisten, risiko berbagai penyakit akibat obesitas dapat ditekan, sehingga tubuh tetap bugar dan kualitas hidup pun terjaga. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.