ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Polresta Banyumas terus mengusut penyebab ambruknya tribun penonton saat ajang Speed Round Fest 2 dan Kejurnas Drift Round 3 MLD Spot Autokhana Championship 2026 di GOR Satria Purwokerto, Minggu (26/7/2026). Sejauh ini, sebanyak 13 saksi telah dimintai keterangan untuk mengungkap kronologi dan dugaan penyebab insiden yang mengakibatkan puluhan penonton mengalami luka-luka.
Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Petrus P. Silalahi menegaskan, proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dengan memeriksa seluruh pihak yang memiliki keterkaitan dengan penyelenggaraan acara, termasuk saksi korban.
"Penyidik hingga hari ini telah memeriksa 13 orang saksi. Sebanyak 12 orang berasal dari unsur penyelenggara, mulai dari event organizer atau penanggung jawab kegiatan, pemesan tribun, kru panggung, kepala vendor, bagian properti, vendor ticketing, vendor perizinan, chief steward, kru rigging, pemimpin perlombaan, hingga satu orang saksi korban yang berada di tribun VIP saat kejadian," jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh hasil pemeriksaan masih merupakan bagian dari proses penyelidikan awal. Karena itu, setiap temuan akan didalami kembali melalui tahapan penyidikan untuk memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian maupun pelanggaran hukum dalam peristiwa tersebut.
Pembagian Merchandise
Baca juga: Pelemparan Kereta Api di Daop 5, KAI Soroti Aksi Berbahaya yang Masih Terjadi
Insiden ambruknya tribun terjadi sekitar pukul 14.16 WIB, tidak lama setelah seremoni pembukaan acara dan sesi foto bersama Bupati Banyumas. Saat itu, perhatian penonton terpusat pada pembagian merchandise yang dilempar ke arah tribun. Dalam hitungan detik, konstruksi tribun VIP yang dipenuhi penonton mendadak runtuh sehingga ratusan orang terjatuh dari ketinggian sekitar 3,8 meter.
Petugas gabungan dari Polresta Banyumas, panitia penyelenggara, tenaga medis, dan relawan langsung bergerak melakukan evakuasi korban serta mengamankan area lokasi kejadian agar proses penyelamatan dapat berlangsung dengan cepat.
Menurut Kapolresta, total terdapat 90 orang yang menjadi korban dalam insiden tersebut. Sebagian besar korban mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis.
"Dari total 90 korban, sebanyak 54 orang telah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan. Sementara korban lainnya masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di wilayah Kabupaten Banyumas," katanya.
Hingga kini, Satreskrim Polresta Banyumas masih terus mengembangkan penyelidikan. Sejumlah langkah yang dilakukan meliputi olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama Tim Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah, pemeriksaan saksi tambahan, pengumpulan rekaman video dari berbagai sumber, hingga pelaksanaan gelar perkara sebagai dasar untuk menentukan langkah hukum berikutnya.
Baca juga: Meresahkan Warga, Polisi Evakuasi ODGJ di Buayan ke Rumah Sakit
Polresta Banyumas memastikan proses penanganan kasus ambruknya tribun Speed Round Fest dilakukan secara profesional, transparan, dan berdasarkan hasil pembuktian ilmiah agar penyebab pasti insiden dapat terungkap serta pihak yang bertanggung jawab dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.