ORBIT-NEWS.COM, BANJARNEGARA – Pemkab Banjarnegara resmi membuka pelaksanaan Job Fair Banjarnegara 2026 yang tahun ini digelar dengan konsep berbeda. Bursa kerja tidak hanya dipusatkan di satu lokasi, tetapi dilaksanakan secara bergilir di 20 kecamatan mulai 19 Mei hingga 18 Juni 2026 untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi dan peluang kerja.
Pembukaan kegiatan berlangsung di Aula Kecamatan Banjarnegara dengan mengusung slogan Ora Ngodhe Ora Oke. Program ini menjadi salah satu langkah Pemkab Banjarnegara untuk menekan angka pengangguran terbuka sekaligus mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara langsung.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Banjarnegara, Ir Abdul Suhendi mengatakan, pelaksanaan job fair keliling dipilih agar masyarakat di wilayah kecamatan dapat lebih mudah menjangkau layanan ketenagakerjaan.
“Tahun ini pelaksanaan job fair dilakukan di 20 kecamatan mulai 19 Mei sampai 18 Juni 2026. Tujuannya agar pencari kerja lebih mudah bertemu dengan perusahaan dan aksesnya semakin dekat,” jelasnya.
Sebanyak 27 perusahaan dari dalam maupun luar daerah ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Total tersedia 2.831 lowongan pekerjaan yang mencakup berbagai bidang, mulai operator produksi, administrasi, teknisi, pramuniaga, petugas keamanan, tutor bahasa Inggris, tutor bahasa Taiwan hingga peluang kerja ke luar negeri.
Baca juga: Polresta Banyumas Gagalkan Peredaran Setengah Kilogram Ganja, Pengedar Asal Wangon Dibekuk
Upaya Turunkan Angka Pengangguran
Pelaksanaan Job Fair Banjarnegara 2026 juga menjadi bagian dari upaya menurunkan angka pengangguran terbuka di daerah. Berdasarkan data tahun 2025, jumlah angkatan kerja di Banjarnegara mencapai 615.877 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 582.693 orang telah bekerja, sementara 33.184 orang masih tercatat sebagai pengangguran terbuka atau sekitar 5,39 persen.
Angka tersebut masih berada di atas rata-rata tingkat pengangguran terbuka Jawa Tengah yang tercatat sebesar 4,32 persen. Selain itu, jumlah pencari kerja yang terdaftar melalui kartu AK-1 mencapai 5.559 orang.
“Ini menjadi tantangan bagi kami untuk terus menghadirkan ruang pertemuan antara pencari kerja dan perusahaan agar penyerapan tenaga kerja bisa meningkat,” kata Suhendi.
Bupati Banjarnegara, dr Amalia Desiana menyampaikan, konsep job fair berbasis kecamatan lebih efektif karena mendekatkan layanan kepada masyarakat. Menurutnya, pencari kerja tidak hanya memperoleh informasi lowongan, tetapi juga dapat langsung berinteraksi dengan perusahaan dan mengikuti proses seleksi di lokasi.
Baca juga: Rumah di Kemranjen Banyumas Ludes Dibakar, Pelaku Diduga Anak Kandung yang Alami Gangguan Jiwa
“Konsep seperti ini sangat membantu masyarakat. Mereka bisa langsung bertemu perusahaan, melihat peluang yang tersedia bahkan mengikuti wawancara di tempat,” kata Amalia.
Bupati juga mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan maksimal dan tidak terlalu membatasi pilihan pekerjaan.
“Peluang kerja harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Mulailah dari kesempatan yang ada, tingkatkan kemampuan dan terus berkembang,” pesannya.
Selain membuka akses kerja, Pemkab Banjarnegara turut mendorong perusahaan mitra untuk memperluas investasi di daerah serta membuka informasi kebutuhan tenaga kerja secara transparan. Antusiasme masyarakat terlihat sejak hari pertama pelaksanaan. Salah satu pencari kerja, Arya (23), warga Argasoka, mengaku terbantu dengan pelaksanaan job fair yang digelar lebih dekat dengan tempat tinggalnya.
“Sekarang lebih mudah mencari informasi lowongan. Saya bisa langsung menyerahkan lamaran dan berkonsultasi dengan perusahaan yang diminati,” ujarnya.
Baca juga: Polresta Banyumas Persempit Ruang Balap Liar, Pelanggar Ditindak Tegas
Dengan sistem pelaksanaan bergilir di 20 kecamatan, Job Fair Banjarnegara 2026 diharapkan mampu memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan penyerapan tenaga kerja di wilayah tersebut.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.