Lulus Tanpa Skripsi, Mahasiswi STABN Raden Wijaya Tembus Jurnal SINTA 2 Lewat Riset Ilmiah

Pendidikan
By Ariyani  —  On Jul 20, 2026
Caption Foto : Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Raden Wijaya Wonogiri, Indi Darma Oktavia berhasil lulus tanpa skripsi. (Foto : Dok. Kemenag).

ORBIT-NEWS.COM, WONOGIRI – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Raden Wijaya Wonogiri. Mahasiswi Program Studi Pendidikan Keagamaan Buddha, Indi Darma Oktavia, berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana tanpa menempuh skripsi konvensional setelah artikel hasil penelitiannya diterbitkan di jurnal nasional terakreditasi SINTA 2.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa kualitas akademik mahasiswa STABN Raden Wijaya mampu bersaing di tingkat nasional. Artikel ilmiah berjudul Digital Anxiety and Learning Focus Among Senior High School Students: A Mixed-Methods Study from a Buddhist Psychology Perspective in Wonogiri, Indonesia berhasil lolos proses seleksi dan diterbitkan pada jurnal nasional terakreditasi SINTA 2, sehingga memenuhi syarat penyelesaian tugas akhir melalui jalur publikasi ilmiah.

Ketua STABN Raden Wijaya Wonogiri, Sulaiman mengatakan, capaian yang diraih Indi Darma Oktavia menunjukkan bahwa mahasiswa di kampus tersebut mampu menghasilkan karya ilmiah berkualitas yang memenuhi standar akademik nasional. Menurutnya, keberhasilan ini juga mencerminkan semakin kuatnya budaya riset yang terus dikembangkan di lingkungan STABN Raden Wijaya.

"Saya sangat mengapresiasi prestasi yang membanggakan ini. Capaian tersebut diharapkan menjadi motivasi dan inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya serta meningkatkan budaya riset melalui publikasi ilmiah," tuturnya. 

Baca juga: Bukan Sekedar Kenyang, Ini Makanan yang Bisa Mendukung Kecerdasan Anak

Tahap Seleksi Ketat

Publikasi pada jurnal nasional terakreditasi SINTA 2 bukanlah proses yang mudah. Setiap artikel harus melewati tahapan seleksi yang ketat, mulai dari evaluasi substansi penelitian, proses peer review oleh para ahli, hingga penyempurnaan naskah sesuai standar ilmiah yang berlaku. Keberhasilan tersebut menjadi indikator bahwa hasil penelitian mahasiswa telah memenuhi kualitas akademik yang diakui secara nasional.

Melalui penelitian yang dilakukannya, Indi Darma Oktavia memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu Pendidikan Keagamaan Buddha, khususnya dalam mengkaji hubungan antara kecemasan digital dan fokus belajar siswa sekolah menengah atas melalui perspektif psikologi Buddha. Publikasi ilmiah tersebut sekaligus menjadi alternatif penyelesaian tugas akhir sesuai kebijakan akademik yang diterapkan di perguruan tinggi.

Indi Darma Oktavia mengaku bersyukur atas keberhasilan yang berhasil diraihnya. Ia mengungkapkan bahwa proses penyusunan artikel hingga akhirnya diterbitkan di jurnal SINTA 2 membutuhkan kesabaran, komitmen, dan semangat belajar yang tinggi.

"Dukungan dari dosen pembimbing, keluarga, dan teman-teman menjadi salah satu faktor terpenting yang membuat saya mampu menyelesaikan seluruh proses penelitian hingga artikel ini diterbitkan. Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa kerja keras dan ketekunan akan menghasilkan pencapaian yang membanggakan," ungkap Indi.

Baca juga: UIN Saizu Buka KIP Kuliah 2026, 315 Mahasiswa Berpeluang Dapat Bantuan Pendidikan

Keberhasilan tersebut semakin memperkuat komitmen STABN Raden Wijaya dalam mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing melalui penguatan budaya penelitian serta publikasi ilmiah. Dengan semakin banyak mahasiswa yang mampu menembus jurnal nasional terakreditasi, kualitas akademik institusi diharapkan terus meningkat sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan keagamaan Buddha di Indonesia. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: