Caption Foto : BEM Fakultas Farmasi UMP melaksanakan PPK Ormawa di Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas. (Foto : Dok. UMP).
ORBIT-NEWS.COM, BANYUMAS – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) resmi memulai pelaksanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Tahun 2026 dengan meluncurkan Program DOPAMIN di Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas. Program bertema "Desa Sehat" tersebut difokuskan untuk menekan angka anemia pada remaja melalui pendekatan kesehatan, lingkungan, ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi, hingga pemanfaatan teknologi.
Ketua Pelaksana PPK Ormawa BEM Fakultas Farmasi UMP 2026, Meilani Wiji Astuti mengatakan, program DOPAMIN merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam membantu menyelesaikan persoalan kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan kapasitas organisasi kemahasiswaan melalui kegiatan pengabdian.
"Kami berharap program DOPAMIN tidak hanya mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan anemia, tetapi juga mampu membangun kemandirian desa melalui pemberdayaan potensi lokal sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan," ucapnya.
Program DOPAMIN dirancang berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan masyarakat Desa Kalisalak yang masih menghadapi tingginya kasus anemia pada remaja. Untuk mengatasinya, tim mahasiswa mengintegrasikan berbagai program kesehatan dengan pemberdayaan masyarakat agar dampaknya dapat berkelanjutan.
Selama kurang lebih tiga bulan ke depan, tim akan menjalankan enam program unggulan, yakni PRO-INOVENA, MAJU CERIA, PROBIO, BESTI TANI, BU NILA, dan MANDIRI MP. Seluruh program tersebut saling terhubung untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, mengoptimalkan pengelolaan lingkungan, meningkatkan perekonomian warga, serta memperkuat kelembagaan desa.
Selain itu, tim juga akan membentuk KSATRIA (Kader Sehat Zero Anemia) sebagai kader pendamping masyarakat dalam upaya pencegahan anemia sekaligus menjaga keberlanjutan program setelah masa PPK Ormawa selesai.
"Selain menjalankan berbagai program pemberdayaan, kami juga akan membentuk KSATRIA (Kader Sehat Zero Anemia) sebagai kader keberlanjutan yang bertugas mendampingi masyarakat dalam upaya pencegahan anemia serta pengembangan Desa Sehat berbasis potensi lokal. Program ini juga didukung dengan pemanfaatan teknologi melalui Website SEHATI (Sehat, Aktif, Tanpa Anemia) sebagai media edukasi dan monitoring kesehatan masyarakat," jelas Meilani.
Program Menjawab Kebutuhan Masyarakat
Kepala Desa Kalisalak, Ilham Triyono, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, berbagai kegiatan yang dibawa mahasiswa UMP sesuai dengan kebutuhan masyarakat karena disusun berdasarkan hasil survei lapangan dan potensi yang dimiliki desa.
"Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto di Desa Kalisalak. Semoga seluruh program yang dijalankan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi awal kolaborasi yang terus berlanjut," katanya.
Sementara itu, Dosen Pembina sekaligus Dosen Pendamping PPK Ormawa BEM Fakultas Farmasi UMP, apt. Anjar Mahardian Kusuma menilai, PPK Ormawa menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah melalui program pengabdian yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
Ia menegaskan keberhasilan program tidak hanya diukur dari seluruh kegiatan yang terlaksana, tetapi juga dari keberlanjutan manfaat yang dirasakan masyarakat setelah program berakhir.
"Kami berharap seluruh tim mampu menjaga semangat kolaborasi bersama masyarakat sehingga Program DOPAMIN dapat menjadi model pemberdayaan desa yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kapasitas mahasiswa sebagai agen perubahan," tuturnya. (*)