Kemenkes Mulai Skrining TB dan Cek Kesehatan Gratis di Lapas, Sasar 321 Ribu Warga Binaan dan Petugas hingga Akhir 2026

Nasional
By Ariyani  —  On Jun 30, 2026
Caption Foto : Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin saat melihat langsung pemeriksaan kesehatan di Lembaga Pemasyarakatan. (Foto : Dok. Kemenkes).

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) resmi memulai program nasional skrining Tuberkulosis (TB) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi warga binaan pemasyarakatan. Program yang menjadi bagian dari Quick Win Presiden Republik Indonesia ini menargetkan 321.449 peserta yang terdiri dari narapidana, tahanan, anak binaan, serta petugas pemasyarakatan di seluruh Indonesia hingga akhir 2026.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, layanan kesehatan tidak boleh membedakan status seseorang. Karena itu, pemerintah memastikan seluruh warga binaan di lapas dan rumah tahanan turut mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.

Menurutnya, Presiden menginstruksikan agar program pemeriksaan kesehatan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk ratusan ribu warga binaan yang berada di lebih dari 500 lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di Indonesia.

"Pak Presiden berpesan agar program ini dilakukan kepada seluruh masyarakat, siapa pun mereka, termasuk 272 ribu warga binaan di lebih dari 532 lapas dan rutan di seluruh Indonesia," kata Budi Gunadi Sadikin.

Ia menjelaskan, pemeriksaan kesehatan secara berkala diharapkan mampu menjaga kondisi fisik warga binaan selama menjalani masa pidana. Dengan kondisi kesehatan yang baik, mereka diharapkan dapat kembali ke masyarakat dalam keadaan sehat dan memiliki harapan hidup yang setara dengan masyarakat pada umumnya.

Baca juga: Kapolri dan Jaksa Agung Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Selain pemeriksaan kesehatan umum, pemerintah memberi perhatian khusus terhadap penanggulangan tuberkulosis di lingkungan pemasyarakatan. Pasalnya, tingkat penyebaran TB di lapas masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.

TB di LP Tinggi

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan prevalensi TB di lembaga pemasyarakatan mencapai 0,54 persen, sedangkan angka nasional berada di kisaran 0,3 persen. Tingginya kepadatan hunian membuat risiko penularan penyakit tersebut menjadi lebih besar sehingga diperlukan deteksi dini melalui skrining menggunakan foto rontgen dada.

Menkes menegaskan, TB merupakan penyakit menular yang dapat disembuhkan apabila ditemukan sejak awal. Karena itu, skrining rutin menjadi langkah penting untuk memutus rantai penularan sekaligus menekan angka kematian akibat penyakit tersebut.

"TB ini menular dan jangan dianggap remeh. Tapi pengobatannya ada. Kalau ketahuan sejak awal, diobati pasti sembuh dan tidak menularkan lagi. Inilah mengapa skrining TB kita lakukan di lapas agar angka kematian akibat TB bisa menurun tajam," jelasnya.

Baca juga: Cek Arah Kiblat 15-16 Juli 2026, Menag Ajak Umat Islam Manfaatkan Fenomena Matahari Tepat di Atas Kakbah

Tak hanya fokus pada TB, Menkes juga mengingatkan pentingnya pencegahan penyakit tidak menular seperti stroke dan penyakit jantung. Warga binaan maupun petugas didorong menjaga tekanan darah tetap di bawah 120/80 mmHg, kadar gula darah di bawah 200 mg/dL, serta kadar kolesterol di bawah 200 mg/dL. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: