Banner Utama

Pariwisata Indonesia Melesat di Awal 2026, Kunjungan Wisman Tembus 1,09 Juta dan Devisa Menguat

Wisata
By Ariyani  —  On May 10, 2026
Caption Foto : Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana. (Foto ; Dok. Kemenpar).

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Sektor pariwisata Indonesia kembali menjadi salah satu motor penggerak ekonomi nasional pada Triwulan I 2026. Lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) serta tingginya mobilitas wisatawan nusantara (wisnus) memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan penerimaan devisa negara.

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana menyebut capaian pariwisata sepanjang Maret 2026 sebagai bukti kuat bahwa industri pariwisata nasional mampu bertahan dan terus tumbuh di tengah tantangan global.

“Secara keseluruhan, pencapaian sektor pariwisata pada bulan Maret 2026 merupakan prestasi yang membanggakan dan membuktikan resiliensi pariwisata Indonesia,” ujar Widiyanti.

Data terbaru dari Badan Pusat Statistik menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada Maret 2026 mencapai 1,09 juta kunjungan. Angka tersebut meningkat 10,50 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 984.769 kunjungan.

Tak hanya itu, secara kumulatif Januari hingga Maret 2026, kunjungan wisman juga tumbuh 8,62 persen dibandingkan Triwulan I 2025. Tren positif ini menjadi sinyal kuat bahwa daya tarik destinasi wisata Indonesia masih sangat kompetitif di pasar global.

Baca juga: Bukit Tengtung Baturraden, Destinasi Wisata Alam dengan Panorama Spektakuler di Kaki Gunung Slamet

Wisman dari Oseania dan Asia Tenggara Jadi Penyumbang Pertumbuhan Tertinggi

Di tengah memanasnya situasi geopolitik Timur Tengah yang sempat dikhawatirkan memengaruhi pergerakan wisata global, pemerintah menerapkan strategi adaptif untuk menjaga performa sektor pariwisata.

Hasilnya, wisatawan asal kawasan Oseania mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 19,32 persen secara tahunan. Sementara kunjungan wisatawan dari Asia Tenggara naik 18,84 persen dan kawasan Asia lainnya tumbuh 8,03 persen.

Peningkatan kunjungan tersebut turut berdampak pada naiknya rata-rata pengeluaran wisatawan asing selama berada di Indonesia. BPS mencatat Average Spending per Arrival (ASPA) pada Triwulan I 2026 mencapai 1.345,61 dolar AS atau sekitar Rp22,87 juta per kunjungan.

Nilai tersebut meningkat 5,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan memperkuat kontribusi sektor pariwisata terhadap devisa negara.

Baca juga: Kemenpar Siapkan Sistem Verifikasi Digital untuk OTA, Akomodasi Tanpa Izin Terancam Dihapus dari Platform

“Kementerian Pariwisata akan terus mengupayakan pengembangan produk dan paket wisata yang tepat untuk mengembangkan pariwisata berkualitas yang membawa dampak positif secara ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan,” kata Widiyanti.

Perjalanan Wisatawan Nusantara Tembus 319 Juta

Selain wisatawan asing, pergerakan wisatawan nusantara juga mengalami lonjakan signifikan. Pada Maret 2026, jumlah perjalanan wisatawan domestik mencapai 126,34 juta perjalanan atau naik 42,10 persen dibandingkan Maret 2025.

Kenaikan tersebut dipicu momentum libur Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri yang berlangsung pada bulan yang sama, ditambah meningkatnya konsumsi masyarakat selama musim liburan.

Secara kumulatif, perjalanan wisatawan nusantara sepanjang Januari–Maret 2026 mencapai 319,51 juta perjalanan atau meningkat 13,14 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga: Tidar Borobudur 10K 2026 Sedot 8.000 Peserta, Sport Tourism Magelang Diprediksi Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Lokal

Di sisi lain, perjalanan wisatawan Indonesia ke luar negeri juga mengalami kenaikan. Sepanjang Maret 2026 tercatat sebanyak 793.158 perjalanan wisatawan nasional ke luar negeri atau meningkat 36,26 persen dibandingkan Maret 2025. 

Meski jumlah wisatawan Indonesia yang bepergian ke luar negeri meningkat, kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia tetap lebih tinggi. Kondisi ini menghasilkan surplus kunjungan wisatawan yang berdampak positif terhadap neraca devisa pariwisata nasional.

Pada Maret 2026, Indonesia mencatat surplus sebesar 0,30 juta kunjungan wisatawan. Sementara sepanjang Januari hingga Maret 2026, surplus mencapai 0,94 juta kunjungan. Kondisi tersebut memperkuat posisi sektor pariwisata sebagai salah satu penyumbang devisa penting bagi Indonesia di tengah pertumbuhan ekonomi nasional yang tetap solid.

Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia pada Triwulan I 2026 tumbuh sebesar 5,61 persen secara tahunan (year-on-year), menandakan momentum pemulihan dan ekspansi ekonomi nasional masih terus berlanjut.

Baca juga: Curug Pletuk Banjarnegara, Surga Tersembunyi di Lereng Gunung Slamet dengan Air Terjun Setinggi 150 Meter

“Dengan capaian ini, kami optimistis sektor pariwisata akan terus menjadi penggerak ekonomi nasional sekaligus membuka lebih banyak peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat,” tutup Widiyanti.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: