2.596 Keluarga di Klaten Resmi Keluar dari Kemiskinan, Gubernur Jateng Sebut Siap Hidup Mandiri

Daerah
By Vivin  —  On Jun 30, 2026
Caption Foto : Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menyapa warga peserta wisuda Graduasi Mandiri PKH di Klaten, Selasa (30/6/2026). (Foto ; Dok. Diskomdigi Jateng).

ORBIT-NEWS.COM, KLATEN – Sebanyak 2.596 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Klaten resmi keluar dari kategori masyarakat miskin setelah dinyatakan mampu meningkatkan taraf hidup dan tidak lagi bergantung pada bantuan sosial pemerintah.

Keberhasilan tersebut ditandai melalui Wisuda Graduasi Mandiri PKH yang digelar di Graha Bung Karno, Kabupaten Klaten, Selasa (30/6/2026). Acara tersebut dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, serta Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengapresiasi ribuan keluarga yang berhasil menyelesaikan program PKH dan memilih hidup mandiri. Menurutnya, graduasi menjadi bukti bahwa program bantuan sosial mampu mendorong masyarakat bangkit secara ekonomi.

"Jadi graduasi ini tidak hanya di Klaten, ada juga di Kendal, kemudian ada di Brebes. Mereka sudah bisa berdiri sendiri, sehingga tidak memerlukan bantuan sosial lagi. Mereka sudah terangkat dari miskin, menjadi berdiri sendiri," kata Ahmad Luthfi.

Baca juga: Program Durenisasi Aiptu Eko Suroso Ubah Lahan Tidur Menjadi Sumber Harapan Warga Desa Pekuncen

Ia berharap semangat para keluarga yang telah graduasi dapat menjadi inspirasi bagi penerima manfaat lainnya untuk terus meningkatkan kesejahteraan hingga akhirnya mampu hidup tanpa bergantung pada bantuan pemerintah.

Menurut Ahmad Luthfi, pengentasan kemiskinan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, hingga berbagai pemangku kepentingan agar masyarakat miskin dan miskin ekstrem bisa segera naik kelas.

"Kolaborasi ini penting untuk mengeroyok masyarakat miskin dan miskin ekstrem agar bisa kita graduasi," tegasnya.

Ia menambahkan, sinergi tersebut telah membuahkan hasil dengan menurunnya angka kemiskinan di Jawa Tengah dari 9,58 persen menjadi 9,39 persen pada 2025.

Kerjasama Pusat dan Daerah

Baca juga: Kerja Sama Jateng-Malaka Diperluas, Gus Yasin Dorong Pertukaran Santri dan Guru Antar Pesantren

Sementara itu, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menilai keberhasilan ribuan keluarga di Klaten keluar dari kemiskinan merupakan hasil kerja sama yang baik antara pemerintah pusat dan daerah. Menurutnya, keterbukaan data masyarakat miskin menjadi faktor penting agar berbagai program penanganan kemiskinan dapat berjalan tepat sasaran.

Pada penyaluran PKH Tahap I Tahun 2026, tercatat sebanyak 54.555 keluarga menerima manfaat PKH di Kabupaten Klaten. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.596 keluarga berhasil graduasi, terdiri atas 992 keluarga yang mengundurkan diri secara mandiri karena merasa sudah mampu, serta 1.604 keluarga yang lulus setelah memperoleh Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE).

Selain prosesi graduasi, pemerintah juga menyalurkan bantuan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) dari Kementerian Sosial. Bantuan modal usaha yang diberikan mencapai Rp5 juta bagi setiap keluarga penerima manfaat yang memenuhi syarat.

Salah satu penerima bantuan, Tri Suwiyem, warga Kecamatan Klaten Tengah, mengaku bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha bakso yang telah dirintisnya selama enam bulan terakhir.

"Alhamdulillah saya dapat bantuan peralatan untuk jualan bakso. Saya juga sudah graduasi. Program ini bisa mengembangkan usaha kami. Semoga perekonomian keluarga semakin baik dan usaha terus berjalan," ujarnya.

Baca juga: Aspal Perlintasan Sebidang JPL 501 Sumpiuh Diperbaiki, KAI Daop 5 Purwokerto Apresiasi Dukungan Pemkab Banyumas

Kisah serupa datang dari Sri Giatmi, warga Desa Bero, Kecamatan Trucuk, yang memutuskan mengikuti graduasi mandiri setelah merasa mampu memenuhi kebutuhan keluarganya dari hasil berjualan jamu keliling.

Sri Giatmi mengaku menjadi peserta PKH sejak 2013. Saat itu kondisi ekonomi keluarganya sangat memprihatinkan, bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membeli jajanan anak pun terasa sulit. Bantuan PKH dimanfaatkannya untuk biaya pendidikan anak, kebutuhan gizi keluarga, sekaligus disisihkan sebagai modal usaha.

Berkat usaha yang terus dijalankan, kondisi ekonomi keluarganya kini jauh lebih baik. Anak pertamanya telah bekerja dengan penghasilan tetap, sementara anak keduanya masih menempuh pendidikan di bangku SMP.

"Alhamdulillah saya sudah merasa cukup karena selama ini sudah dibantu pemerintah. Sekarang hasil berjualan jamu sudah bisa memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari," kata Sri Giatmi.

Ia pun mengajak para penerima PKH yang kondisi ekonominya telah membaik agar tidak ragu mengikuti graduasi mandiri sehingga bantuan pemerintah dapat dialihkan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan.

Baca juga: Rumah Sailah Berubah Total Berkat Program RTLH Pemprov Jateng, Gus Yasin Dorong Peningkatan Ekonomi Keluarga

"Kalau memang sudah merasa mampu, mari berani graduasi mandiri. Masih banyak saudara-saudara kita yang lebih membutuhkan bantuan pemerintah," pungkasnya. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: